Penerapan Standar Kompetensi Bidang Port Security Untuk Peningkatan Pelayanan Pelabuhan (Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Perak)

Main Article Content

Johny Malisan

Abstract

UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 261menekankan penyelenggaraan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pelayaran bertujuan untuk menyediakan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, disiplin, dan bertanggung jawab serta memenuhi standar nasional dan internasional.
Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini menyangkut standar kompetensi bidang Port Security yang dilaksanakan Februari-April 2014, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Standar kompetensi adalah kemampuan menyelesaikan suatu tugas yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang seharusnya dimiliki dan di kuasai sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. Oleh karena itu, standar kompetensi kerja nasional diperlukan untuk memberikan jaminan kemampuan SDM Indonesia untuk mampu bersaing dengan negara lain. Untuk mendukung penerapan standar kompetensi dibidang port security, penulis menggunakan metode scenario planning dalam rangka
meningkatkan pelayanan Pelabuhan Tanjung Perak. Dengan metode ini, dapat diketahui bahwa driving force sebagai pemicu perlunya penerapan standar kompetensi adalah peningkatan pembinaan SDM yang diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme pelaksanaan tugas sesuai peraturan internasional bidang keamanan (International ship and port-facility/ISPS COde) dan standar khusus yang diperlukan sebagai konsekuensi peningkatan kompetensi kerja sesuai tuntutan pengguna jasa.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Adirini Pujayanti, 2013. Budaya Maritim, Geo-

Politik dan Tantangan Keamanan Indonesia.

Bagian ke satu. //berkas.dpr.go.id/

pengkajian/files/buku_lintas_ tim/bukulintas-

tim-3.pdf (diakses 5 februari 2014)

Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kemlu,

Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN,

Jakarta.

Dwi Bayu Radius, 2013. Indonesia Tak Siap Hadapi

ASEAN Economic Community, Jakarta, //

bisniskeuangan.kompas.com/ (diakses 17

Mei 2013)

Edward E. Ward, 3003. A Systems Thinking Perspective

on the Transportation and Regional

Growth Study, Center for Transportation Studies,

University of Minnesota, //

w w w . c t s . u m n . e d u / P u b l i c a t i o n s /

ResearchReports/ (diakses 18 juni 2013)

Erman Aminullah, 2004. Berpikir Sistemik: Untuk

Pembuatan Kebijakan Publik, Bisnis, dan

Ekonomi. ISBN 9794421693. PPM. Jakarta.

Gede Manggala, 2011. Kasus Bank Century, kenapa

berdampak sistemik, //

gdmanggala.wordpress.com/tag/systemthinking/

(diakses 18 juni 2013).

Hardjolukito, 2014. Indonesia Kehilangan

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 716 12, Desember 2014

Pulau? //madeandi.com/ 2014/

/22/ (diakses 17 maret 2014)

International Maritime Oganization (IMO), Code

for International Ship and Port facility Security

(ISPS Code).

Kearney A.T. Scenario Planning. //

www.atkearney.com/gbpc/scenario-planning

(diakses 1 juli 2013)

Kahane Adam, 2012. Working Together to Change

the Future, Transformative Scenario Planning.

//reospartners.com/scenarios. (diakses

Juli 2013).

Maritime and Coastgurd Agency, 2013. A Guide

to Good Practice on Port Marine Operations,

USA.

Sarwono Kusumaatmadja, 2005. Visi Maritim

Indonesia: Apa Masalahnya?, //

archive.is/iwaO4#selection-941.0-1133.152

(diakses 5 Februari 2014)

Senge Peter M, 1994. The Fifth Dicipline Fielbook,

London: Nicholas Brealey Publishing.

Te Potgieter, RP Van Dermerwe, 2002. Assessment

in the Work Place: Acompetency-Based Approach,

SA Journal of Industrial Psychology, 28(1),60-

(diakses 10 September 2014).

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut

Nomor: UK.11/15/15/DJPL-06 tentang Cetak

Biru (Blue Print) Pembangunan Transportasi

Laut 2005 – 2024.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang

Pelayaran.