Preferensi Rencana Penggunaan Angkutan Laut Kapal Cepat Padang - Kepulauan Mentawai

Main Article Content

Bambang Siswoyo
Abdy Kurniawan

Abstract

Kepulauan Mentawai merupakan sebuah wilayah administratif yang kondisi geografisnya merupakanwilayah kepulauan sehingga peranan angkutan laut dalam menunjang mobilitas penduduk sangatpenting. Keterbatasan jumlah armada serta kondisi kapal yang memerlukan perawatan secara berkala menjadi penyebab terhambatnya angkutan laut Padang-Kepulauan Mentawai, salah satu alternatifnya penggunaan kapal cepat. Rencana penggunaan kapal cepat Padang-Kepulauan Mentawai, harus memperhitungkan secara cermat terkait dengan kondisi wilayah, kondisi kapal yang ada, harga tiket, jadwal operasi, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dan lain-lain. Selanjutnya untuk mengetahui preferensi pengguna jasa kapal dalam memberikan opini rencana penggunaan kapal cepat maka dilakukan Analitic Hierarkhi Proces (AHP), berdasarkan hasil analisis untuk preferensi pemilihan jenis kapal untuk waktu tempuh yang relatif singkat untuk penyeberangan Padang-Mentawai pengoperasian kapal cepat tetap diperlukan walaupun dari prioritas utama responden merujuk ke penggunaan kapal ferry. Pengoperasian kapal cepat dibutuhkan sebagai antisipasi terhadap kekosongan jadwal reguler kapal ferry, dan waktu tertentu serta sebagai antisipasi terhadap kondisi darurat, misalnya bencana alam. Kondisi jalur pelayaran antara Padang-Mentawai termasuk rawan, maka faktor keselamatan merupakan prioritas yang harus diutamakan oleh operator kapal cepat khususnya dari pihak swasta.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Achmad Afandi Tanjung, Model Pemilihan Moda

Angkutan Penumpang Kapal Feri (PT.ASDP) &

Kapal Cepat (Swasta) Rute Sibolga – Gunung Sitoli

(Dengan Metode Stated Preference), 2010, Medan;

Astuti, R. D., Pemodelan Kebutuhan Transportasi

Barang Di Pulau Jawa Dengan Moda Jalan. Tesis

Magister. Bandung: STJR, ITB.

Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Barat,

Propinsi Sumatera Barat Dalam Angka Tahun

, Padang;

Eddy Bramianto, Preferensi Penggunaan Moda

Angkutan Umum (Suatu Kajian di Wilayah

Jakarta Pusat), Deskripsi Dokumen:

h t t p : / / l i b . u i . a c . i d / o p a c / u i /

detail.jsp?id=79242&lokasi=lokal

Elsa Tri Mukti, Kajian Preferensi Moda Angkutan

Barang Antara Truk Dan Angkutan Sungai Pada

Pergerakan Di Sungai Kapuas Kalimantan Barat,

JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME

NOMOR 2 – DESEMBER 2010.

Gusri Ramayana Mila Sari, Analisis Kebijakan Dan

Identifikasi Prioritas Pengembangan Angkutan

Laut Di Kabupaten Kepulauan Mentawai,

Penerbit Yogyakarta, UGM, 2012.

Hasrina Puspitasari dan Sardjito, Peningkatan

Pelayanan Bus Transjakarta Berdasarkan

Preferensi Pengguna (Studi Kasus: Koridor I Blok

M –Kota, Jakarta), Fakultas Teknik Sipil dan

Perencanaan, ITS Surabaya, Jl. Arief Rahman

Hakim, Surabaya 60111, Indonesia, JURNAL

TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1,(2014) ISSN:

-3539 (2301-9271).

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008

tentang Pelayaran;

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan Di

Perairan;

Kementerian Perhubungan, Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61

tahun 2009 tentang Kepelabuhanan 20 Tahun

tentang Angkutan Di Perairan;

Kantor PT. (Persero) ASDP Ferry Indonesia,

Cabang Padang, Sumatera Barat, 2013.

Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten

Kepulauan mentawai, Tahun 2012.

Kamaluddin, Rustian. 2003. Ekonomi Transportasi

Karakteristik, Teori danKebijakan. Jakarta: Ghalia

Indonesia;

Kramadibrata, Soedjono. 2002. Perencanaan

Pelabuhan. Bandung: Penerbit ITB;

Kanafani, Adib. 1983. Transportation Demand

Analysis. McGraw-Hill Book Company;

Miro, Fidel. 1997. Sistem Transportasi Kota.

Bandung: Trasito;

Miro, Fidel. 2002. Perencanaan Transportasi untuk

Mahasiswa, Perencana dan Praktisi. Jakarta:

Erlangga.

Miro, Fidel. 2005. Perencanaan Transportasi.

Jakarta: Erlangga;

Manginsihi Karel Barakati, dkk., Kajian

Karakteristik Perjalanan Transportasi Rute Ulu

Siau-Manado (Jurnal Ilmiah Media Engineering

Vol. 2, No. 1, Maret 2012 ISSN 2087-9334

(63-74).

Salim, Abas. 1993.Manajemen Transportasi. Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Subiakto, Preferensi Pengguna Dan Penyedia Jasa

Terhadap Sistem Jaringan Transportasi Jalan (JTJ)

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 662 11, November 2014

Yang Mendukung Pelabuhan Di Kabupaten

Belitung (Studi Kasus: Pelabuhan

Tanjungpandan Dan Pelabuhan Tanjung Ru),

, Semarang;

Syaifullah, Pengenalan Metode AHP (Analytic Hierarchy

Process), 2010, Syaifullah08.Wordpress.com;

Thomas L. Saaty, The Fundamentals of Decision

Making and Priority Theory with theAnalytic Hierarchy

Process Vol. VI of the AHP Series, 478

pp., RWS Publ., 2000 (revised). ISBN 0-

-6-3.; Thomas L. Saaty & Ernest H.

Forman, The Hierarchon: A Dictionary of Hierarchies

, Vol. V, AHP Series, , 496 pp., RWS

Publ., 1992. ISBN 0-962-0317-5-5.;

Thomas L. Saaty & Ernest H. Forman, The

Hierarchon: A Dictionary of Hierarchies , Vol. V,

AHP Series, , 496 pp., RWS Publ., 1992. ISBN

-962-0317-5-5.;

ht t p:/ / r epo sit o r y .usu.ac.id/ handle/

/30300 (diakses 7 Juni 2013);

//digilib.mipa.uns.ac.id/detailpenelitian-

M05-1158 (diakses 7 juni 2013).

//web.ipb.ac.id/~rokhani/artikel.html

(diakses 7 Juni 2013).