Pengembangan Transportasi Bersepeda Di Kota Yogyakarta (Indonesia): Pembelajaran Dari Kota Groningen (Belanda)
Main Article Content
Abstract
Penerapan sistem transportasi dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya sekedar tentang menghubungkan satu tempat ke tempat lain, tetapi juga berkaitan dengan banyak aspek, yaitu keselamatan perjalanan, kondisi geografis, sumber daya keuangan, faktor sosial ekonomi, faktor psikologis, dan lain-lain. Semua faktor dapat mempengaruhi pengambilan keputusan untuk pengembangan transportasi bersepeda di perkotaan Indonesia. Bersepeda adalah salah satu model transportasi perkotaan yang berguna bagi kesehatan, dapat mengurangi polusi udara, dan dapat juga untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Di Indonesia, kebijakan transportasi bersepeda menghadapi banyak hambatan terutama dalam penyediaan jalur bersepeda yang membutuhkan dana yang besar. Belanda merupakan negara percontohan yang menerapkan kebijakan transportasi bersepeda yang baik. Masalah keuangan di Belanda tentang pembiayaan infrastruktur bersepeda dirancang secara bersama mulai dari pemerintah kota hingga pemerintah pusat. Dalam rangka mencari kerangka kebijakan transportasi bersepeda yang tepat untuk diterapkan di perkotaan Indonesia, termasuk masalah keuangan, peraturan dan undang undang, serta peran aktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan antara kebijakan transportasi bersepeda di Kota Groningen, Belanda, sebagai referensi kebijakan dan Kota Yogyakarta sebagai studi kasus di Indonesia. Hal pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan tinjauan literatur mengenai kondisi ideal dalam pengembangan transportasi bersepeda di Kota Groningen. Kemudian, hasil dari pengumpulan tinjauan literatur diperiksa agar mendapat pembelajaran dari Kota Groningen, apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan transportasi bersepeda di Kota Yogyakarta. Akhir dari penelitian bertujuan dapat memberikan rekomendasi dalam bentuk kebijakan untuk pengembangan transportasi bersepeda di perkotaan Indonesia, khususnya Kota Yogyakarta.
Kata kunci: kebijakan bersepeda, transportasi perkotaan, kerangka kebijakan
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Abraham, J. E., McMillan, S., Brownlee, A. T. and Hunt, J. D, 2002. Investigation of Cycling Sensitivities (Washington, DC: Transportation Research Board). Ajzen, I, 1991. The theory of planned behavior, Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), pp. 179–211. Badan Pusat Statistik (BPS), 2012. Kota Yogyakarta Dalam Angka 2012, Badanz Pusat Statistik Kota Yogyakarta. Bergström, A. and Magnussen, R, 2003. Potential of transferring car trips to bicycle during winter, Transportation Research Part A, 37, pp. 649–666.
Warta Penelitian Perhubungan, Volume 27, Nomor 6, November-Desember 2015; 479-495494
Brandenburg, C., Matzarakis, A. and Arnberger, A, 2004. The effects of weather on frequencies of use by commuting and recreation bicyclists, in: A. Matzarakis, C. R. De Freitas and D. Scott (Eds) Advances in Tourism Climatology, Vol. 12, pp. 189–197 (Freiburg: Berichte des Meteorologischen Instituts der Universität Freiburg). Buhler, R. Pucher, J, 2010. Cycling to sustainability in Amsterdam. Sustain: a journal of environmental and sustainability issue, Issu 21, Fall/Winter 2010, The Kentucky Institue for Environmental and Sustainable Development. Cervero, R, 1996. Mixed land-uses and commuting: evidence from the American housing survey, Transportation Research Part A, 30(5), pp. 361–377. Dickinson, J. E., Kingham, S., Copsey, S. and Hougie, D. J. P, 2003. Employer travel plans, cycling and gender: will travel plan measures improve the outlook for cycling to work in the UK? Transportation Research Part D, 8(1), pp. 53–67. Dill, J. and Voros, K, 2007. Factors Affecting Bicycling Demand: Initial Survey Findings from the Portland Region, Washington, DC: Transportation Research Board. European Conference of Ministers of Transport, 2004. National Policies to Promote Cycling.Fietsberaad. (2009), Bicycle policies of the European principals: Continuous and integral. Publication No. 7. Garrard, J., Rose, G. and Lo, S. K, 2008. Promoting transportation cycling for women: the role of bicycle infrastructure, Preventive Medicine, 46(1), pp. 55–59. Haryono, S, 2009. Analisis Brand Image Yogyakarta Sebagai Kota Pelajar, Jurnal Ilmu Komunikasi: Vol. 7, No. 3, p. 301-309. Heinen, A., Maat, K., and Van, Bert Wee, 2012. “The effect of work-related factors on the bicycle commute mode choice in the Netherlands”, Transportation Journal, January 2013, Volume 40, Issue 1, pp 23-43. Ministerie van Verkeer en Waterstaat, 2009. Cycling in the Netherlands, Fietsberaad, Directorate-General for Passenger Transport. Jornaa, R & Zoera, H,. J, 2012. Safecycle: e-safety applications for safe cycling in Europe, Elsevier, Social and Behavioral Sciences 48 (2012) 589 – 596. Lohmann, G. and Rölle, D, 2005. “Ich würde ja Rad
fahren aber…!”, Veränderungen der Verkehrsmittelnutzungvon dem Hintergrund deripsativen Handlungstheorie [“I’d ride a bikebut...!”, changesin transport use from thebackground of the ipsative theory of behaviour],Umweltpsychologie, 9(1),pp. 46–61. Moudon, A. V., Lee, C., Cheadle, A. D., Collier, C. W., Johnson, D., Schmid, T. L. and Weather, R. D, 2005. Cycling and the built environment: a US perspective, Transportation Research Part D, 10, pp. 245–261. Municipality of Utrecht, 2003. Bicycle policy in Utrecht Netherlands, Gementee Utrecht, Town Planning Department. Nankervis, M, 1999. The effect of weather and climate on bicycle commuting, Transportation Research Part A, 33, pp. 417–431. Olde Kalter, M.-J, 2007. Vaker op de fiets? Effecten van overheidsmaatregelen [More often the bicycle? Effects of government measures Den Haag: Kennisinstituut voor Mobiliteitsbeleid. Perkuliahan Woltjer, 2014. Review, Overview, Comparison: Comparative Research and Planning Practice, University of groningen. Pucher, J. and Buehler, R, 2006. Why Canadians cycle more than Americans: a comparative analysis of bicycling trends and policies, Transport Policy, 13(3), pp. 265–279. Pucher,J,. Jennifer Dill,J,. Handy, S, 2010. Infrastructure, programs, and policies to increase bicycling: An international review, Preventive Medicine. Parkin, J., Wardman, M. and Page, M, 2008. Estimation of the determinants of bicycle mode share for the journey to work using census data, Transportation, 35(1), pp. 93–109. Rietveld, P. and Daniel, V, 2004. Determinants of bicycle use: do municipal policies matter? Transportation Research Part A, 38, pp. 531–550. Saelens, B., Sallis, J. and Frank, L. D, 2003. Environmental correlates of walking and cycling: findings from the transportation, urban design, and planning literatures, Annals of Behavioral Medicine, 25(2), pp. 80–91. Southworth, M, 2005. Designing the walkable city, Journal of Urban Planning and Development, 131(4), pp. 246–257 Stinson, M. A. and Bhat, C. R, 2005. A Comparison of the Route Preferences of Experienced and Inex
Pengembangan Transportasi Bersepeda di Kota Yogyakarta (Indonesia): Pembelajaran dari Kota Groningen (Belanda), Ekawati Banjarnahor
perienced Bicycle Commuters (Washington, DC: Transportation Research Board). Susantono, B, 2013. Transportasi & Investasi: Tantangan dan Perspektif Multidimensi/Transportation & Investation: Challanges and Multidimension Perspectives, Penerbit Buku Kompas, Jakarta. Tiwari, G, 1999. Towards A Sustainable Urban Transport System: Planning For Non-Motorized Vehicles In Cities, Transport and Communications Bulletin for Asia and the Pacific, United Nation, New York. Triandis, H. C, 1980. Values, attitudes and interpersonal behaviour, in: H. E. Howe and M. M. Page (Eds) Nebraska Symposium on Motivation (Lincoln, NE: University of Nebraska Press).
Triandis, H. C, 1997. Interpersonal Behavior (Monterey, CA: Brooks/Cole). van Wee, B., Rietveld, P. and Meurs, H. (2006) Is average daily travel time expenditure constant? In search of explanations for an increase in average travel time, Journal of Transport Geography, 14(2), pp. 109–122. Tumlin, J, 2012. Sustainable Transportation. In: Sustainable Transportation Planning, Chapter 2, p. 7-22. Undang Undang No. 22 Tahun 2009, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan. Van Aken, E, and Engels, D, 2012. Gap analysis Groningen, Cycling Heroes Advancing sustainable Mobility Practice (CHAMP). Witlox, F. and Tindemans, H, 2004. Evaluating bicycle-car transport mode competitiveness in an urban environment: an activity-based approach, World Transport Policy and Practice, 10(4), pp. 32–42.