Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat Serta Peramalan Pertumbuhan Angkutan Udara

Main Article Content

Suryadi Suryadi

Abstract

Angkutan udara memegang peranan yang sangat penting bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan, agar lebih cepat sampai ketujuan. Pada tahun 2014, maskapai penerbangan mengajukan usulan kenaikan tarif tiket pesawat batas atas sebesar 10 persen berkaitan dengan harga avtur yang sudah naik di atas 10% sejak regulator menetapkan kebijakan tarif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) besarnya dampak kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10% terhadap inflasi nasional, (2) besarnya dampak kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10% terhadap kenaikan harga pada sektor-sektor ekonomi lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dan (3) pertumbuhan angkutan udara pada periode 2015-2017. Metodologi penelitian dengan menggunakan Model Input-Output dan Model Sarima. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan harga tiket pesawat sebesar 10 persen, akan meningkatkan inflasi total sebesar 0,77 persen. Dampak langsung yang terjadi 0,76 persen dan dampak tak langsung 0,01 persen. Kenaikan harga tertinggi pada sektor-sektor ekonomi lainnya terjadi pada angkutan udara itu sendiri dengan dampak total sebesar 14,44 persen, sektor pemerintahan umum dengan dampak total 5,90 persen, sektor jasa perusahaan 5,63 persen serta jasa penunjang angkutan 2,09 persen. Laju pertumbuhan angkutan udara tahun 2015-2017 berdasarkan skenario moderat secara berturut-turut sebesar 6,12 persen tahun 2015, 6,38 persen tahun 2016 dan 5,99 persen tahun 2017. Berdasarkan skenario optimistik, laju pertumbuhan angkutan udara sebesar 10,93 persen tahun 2015, 10,00 persen tahun 2016 dan 9,27 persen tahun 2017.

Kata kunci : input-output, sarima, skenario moderat dan skenario optimistik

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Astuti, W.A. dan G. Herliana. 2011. Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa Pengiriman Untuk Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional (Tujuan Jepang) di PT Pos Indonesia. Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol.11, No.1, hal. 31-40. Bank Indonesia. 2009. Outlook Ekonomi Indonesia 2009-2014: Krisis Finansial Global dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia. Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia. Jakarta. Fairbanks, M. 2012. Lalu lintas Bertumbuh, Kebutuhan Bertumbuh. Jurnal Prakarsa Infrastruktur Indonesia, Edisi 9, hal.4-8. Kuntjoroadi, W. dan N. Safitri. 2009. Analisis Strategi Bersaing Dalam Persaingan Usaha Penerbangan Komersial. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Vol.16, No.1, hal. 45-52. Marina, S., A. Darmawati dan I. Setiawan. 2014. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Penerbangan Full Service Airlines. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, Vol.01, No.02, hal. 157-164. Rakhman, A. 2012. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Inflasi di Pulau Jawa : Analisis Data Panel. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 8, Agustus 2014444

Subagio, H. dan R. Saputra. 2012. Pengaruh Perceived Service Quality, Perceived Value, Satisfaction dan Image Terhadap Customer Loyalty (Studi Kasus Garuda Indonesia). Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol.7, No.1, hal.42-52. Suryadi. 2001. Dampak Kenaikan Tarif Angkutan Udara Terhadap Kenaikan Harga Pada Masing-Masing Sektor Ekonomi. Warta Penelitian Perhubungan, No.05/THN.XIII, hal.32-40. Umar, H. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan Pada Penerbangan Low Cost Carrier. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, Vol.01, No.02, hal. 127-138. Wibowo, H., Y. Mulyadi dan A. G. Abdullah. 2012. Peramalan Beban Listrik Jangka Pendek Terklasifikasi Berbasis Metode Autoregressive Integrated Moving Average. Electrans, Vol.11, No.2, hal.44-50.

Wulandari, T. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tarif Pada Industri Penerbangan Indonesia Untuk Rute Domestik Dengan Kota Tujuan Batam Periode 2001-2005. Institut Pertanian Bogor. Bogor.