Dukungan Alat Keselamatan Di Pelabuhan Penyeberangan Lembar Untuk Peningkatan Keselamatan Alur Laut Kepulauan Indonesia II

Main Article Content

I Ketut Mudana

Abstract

Tujuan penelitian ini dalam rangka meningkatkan pelaksanaan manajemen keselamatan pelayaran terutama mengenai kondisi dan peningkatan ketersediaan alat keselamatan di Pelabuhan Penyeberangan Lembar dalam upaya mendukung keselamatan pelayaran di ALKI II. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis, total nilai bobot tertinggi untuk faktor internal kekuatan yaitu tersedia petunjuk pemelihaharaan alat keselamatan (0,79) dan faktor internal kelemahan yaitu manajemen pemeliharaan alat keselamatan tidak berjalan (0,75), total nilai bobot tertinggi untuk faktor eksternal peluang adalah ALKI II merupakan lintasan laut dalam yang ekonomis dan aman untuk dilalui (0,78) dan nilai untuk tantangan yang tertinggi adalah jumlah kapal yang beroperasi di Indonesia sangat besar karena adanya pelabuhan internasional (0,74), strategi yang dapat diimplementasikan adalah Strategi S-O, yaitu dengan memaksimalkan pelaksanaan petunjuk pemeliharaan alat keselamatan yang tersedia dengan memanfaatkan peluang bahwa ALKI II merupakan lintasan laut dalam yang ekonomis dan aman untuk dilalui. Hasil analisis mengenai dukungan alat keselamatan di ALKI II masih lemah karena alat utama yang ada saat ini sebagian besar rusak, tidak berfungsi dengan baik seperti radar, VHF DSC, MF/HF DSC, NBDP, dan SSB Telephony, hal ini disebabkan lemahnya manajemen pemeliharaan alat keselamatan, sedangkan fungsi alat tersebut sangat mendukung keselamatan pelayaran dan masih ada alat keselamatan yang belum tersedia seperti CCTV.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Adisasmita, Rahardjo, 2008. Kawasan Pembangunan

SEMEJA. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Djalal, Hasjim, 1995. Indonesia and The Law of The

Sea. Jakarta: Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Harjo S, Bambang, 2012. Analisa Antisipasi Terjadinya

Kecelakaan Tubrukan Kapal Penyeberangan dan Angkutan

Laut Domestik Dengan Kapal Asing di Perairan Indonesia. PT. Dharma Lautan Utama. Surabaya.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat

Nomor: SK.73/AP005/DRJD/2003 tentang

Standar Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 68

Tahun 2011 tentang Alur Pelayaran di Laut.

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2002

tentang Alur Laut Kepulauan Indonesia.

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2002 tentang

Hak dan Kewajiban Kapal dan Pesawat Udara Asing

Dalam Melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan

Melalui Alur Laut Kepulauan yang Ditetapkan.

Rangkuti, Freddy, 2001.Analisis SWOT Teknik Membedah

Kasus Bisnis: Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis

Untuk Menghadapi Abad 21. Cetakan Kedelapan.

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Robbins, Stephen P. & Coulter, Mary, 1999.Manajemen. Jilid 1. Edisi Indonesia. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Sianipar, J.P.G & Entang, H.M, 2003. Teknik-teknik

Analisis Manajemen. Bahan Ajar Diklatpim

Tingkat III. Jakarta: LAN RI.

Sinaga, Lidya Christin, 2011. Menilik Alur Laut

Kepulauan Indonesia II. (Online). (//

www.politik.lipi.go.id. Diakses 23 Januari 2013).

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Metode Penelitian

Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang

Pelayaran.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang

Perairan Indonesia.