Kualitas Pelayanan Jasa Angkutan Udara Full Service Di Bandar Udara Internasional Rute Jakarta-Lombok

Main Article Content

M Herry Purnama

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin tinggi, permintaan terhadap angkutan udara di Indonesia berkembang sangat pesat. Terdapat 3 (tiga) hal utama yang harus diperhatikan dalam pelayanan angkutan udara yaitusafety (keselamatan),security (keamanan) dan services (pelayanan). Penelitian ini menggunakan metoda analisis Importance – Performance Analysis (IPA) dengan menganalisis kepuasan konsumen terhadap kinerja perusahaan. Bandar Udara Internasional Lombok, mendapatkan nilai skor bobot dimensi kinerja dari 28 dimensi indikator bergerak antara 3,200 sampai 4,310 sedangkan skor bobot dimensi harapan dari 28 indikator bergerak antara 3,020 sampai 4,660. Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut memberikan arti bahwa pada setiap indikator dimensi harapan lebih besar daripada rata-rata skor pada setiap indikator dimensi kinerja. Dari hasil perhitungan, terlihat bahwa nilai Satisfaction Index yang didapat sebesar 79.634 %, hal ini berarti perusahaan jasa angkutan udara PT.Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Lombok memberikan pelayanan yang memuaskan. Kesenjangan/selisih antara nilai rata-rata tingkat harapan dan tingkat kinerja menunjukan bahwa kesenjangan tertinggi adalah jaminan pengembalian tiket bila terjadi pembatalan pemberangkatan penerbangan (refund) dengan selisih -1.240 sedangkan kesenjangan terendah adalah layanan naik dan menuju pesawat/boarding management dengan selisih -0.160.

 

Kata kunci: bandar udara, pelayanan, full service, angkutan udara

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Anang Hidayat, 2007, Strategi Six Sigma : Peta Pengembangan Kualitas Dan Kinerja Bisnis. PT Elex Media Komputindo;Jakarta Brandt, D.R, 2000, An “Outside-In” Approach to Determining Customer Driven Priorities for Improvement and Innovation, White Paper Series, Volume 2 – 2000 Departemen Pendidikan dan kubudayaan/Pusat Bahasa, 2001,Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-3). Jakarta: Balai Pustaka. Hill, A.V, 1992, Field Service Management. Illinois: Richard D. Irwin, Inc. Jalaluddin, Rakhmat, 1998, Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya J. Supranto, 2006, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan : Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: Rineka Cipta Latu, T.M. dan Everett, A.M, 2000, Review of Satisfaction Research and Measurement Approaches, Departement of Conservation. Wellington, New Zealand. Martilla, J. dan James, J, 1977, Importance-Performance Analysis. Journal of Marketing. Vol.41, hal. 77-79. Martinez, C.L, 2003, Evaluation Report: Tools Cluster Networking Meeting #1, CenterPoint Institute, Inc., Arizona

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 5, Mei 2014316

Nasution, M.N, 2005, Reformasi Birokrasi: Peningkatan Mutu Pelayanan Publik. Universitas Diponegoro, Semarang. Rangkuti, Freddy, 2006, Measuring Customer Satisfaction, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama,. Rangkuti, F, 2003, Measuring Customer Satisfaction: Teknik Mengukur & Strategi Meningkatkan

Kepuasan Pelanggan & Analisis Kasus PLN JP. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, Simamora Henry, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE, Yogyakarta Tjiptono, Fandy, 2006, Strategi Pemasaran, Penerbit Andi, Yogyakarta.