Konsep Standar Pelayanan Angkutan Perdesaan Concept Of Rural Transport Services Standard

Main Article Content

Zulfikri Zamzami
Herawati Herawati

Abstract

Kinerja angkutan pedesaan dari tahun ke tahun semakin mengalami penurunan. Hal ini mengindikasikan bahwa angkutan kurang diminati oleh masyarakat. Penyebabnya adalah pertumbuhan sepeda motor dan pelayanan angkutan perdesaan yang dianggap masih rendah. Saat ini, belum standar pelayanan minimal untuk angkutan pedesaan seperti halnya angkutan perkotaan yang dijadikan acuan para operator angkutan perdesaan dalam memberikan pelayanan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kajian ini dimaksudkan untuk memperoleh konsep standar pelayanan angkutan perdesaan. Pelayanan angkutan umum dikategorikan tipe pelayanan yang dapat diukur dan tidak dapat diukur. Pada penelitian ini hanya membahas tentang pelayanan yang dapat diukur. Metode yang digunakan adalah analisis kinerja pelayanan dengan metode area coverage aksesibilitas dan analisis kinerja operasional dengan metode standar operasional angkutan perkotaan oleh Peraturan Menteri Perhubungan. Hasil analisis konsep standar pelayanan angkutan perdesaan terdiri dari kinerja pelayanan dan kinerja operasional. Standar pelayanan pedesaan berdasarkan hasil analisis adalah suatu angkutan pedesaan dikategorikan baik apabila rute dilaluinya melebihi 80% dari wilayah perdesaan. Konsep standar pedesaan berdasarkan kinerja operasionalnya dapat dikategorikan baik apabila kecepatan rata-rata angkutan pedesaan adalah 50 km/jam, waktu tunggu rata-rata angkutan pedesaan adalah kurang dari 15 menit, waktu naik turun penumpang rata-rata angkutan pedesaan adalah kurang 3 menit, load factor rata-rata angkutan pedesaan adalah kurang 70%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Badan Statistik Daerah Kabupaten Jeneponto, 2009,

Jeneponto Dalam Angka 2011, Badan Statistik

Daerah, Jeneponto.

Department Of Transport in Irlandia, 2006, Progressing Rural Public Transport in Ireland, A Discussion Paper, Steer Devies Gleave, Leeds.

Departemen for Enviroment, 2002, Rural service

standar, Food and Rural Affairs, Defra, London.

Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, 2008,

Laporan Akhir Studi Penyusunan Tataran

Transportasi Lokal Kabupaten Serang, Dinas

Perhubungan Kabupaten Serang, Banten.

Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika

Kab. Jenepoto, 2008, Rencana Stategi 2008-2013, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan

Informatika Kabupaten Jeneponto, Jeneponto.

Dinas Perhubungan Kabupaten Serang, 2012,

Laporan Kegiatan Sosialisasi Kebijakan di Bidang

Perhubungan, Dinas Perhubungan Kabupaten

Serang, Serang.

Federal Highway Administration, 2001, Planning for

transportation in rural areas, Federal Highway

Administration “In Cooperation With The Federal Transit Administration”, Dye Management

Group, Bellevue.

Masida A, dkk, 1996, Kajian Kinerja Angkutan

Pedesaan Wilayah Pesisir (Studi Kasus Jalur Terminal Demak - Pantai Moro), Jurnal ISBN No.979-

-0-x, Simposium III FTSPT.

Muarip N, 2006, Analisis Kinerja Pelayanan Angkutan

Desa Lyn MM Trayek Mojokerto-Mojosari, Undergraduate theses Universitas negeri Surabaya,

Surabaya.

Kementerian Perhubungan, 2009, Undang-Undang

Nomor 9 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Kementerian Perhubungan, 2013, Peraturan Menteri

Perhubungan Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Standard Pelayanan Minimal Angkutan Perkotaan, Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Kurniawan Z, 2005, Fenomena Angkutan Desa-Kota

di Kabupaten Boyolali, Thesis, Program Studi

Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,

Universitas Diponegoro, Semarang.

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 4, April 2014

Paul S, 2007. Rural Transport Services In Africa “Lessons From Rapid Appraisal Surveys in Burkina Faso,

Cameroon, Tanzania And Zambia, Sub-Saharan

Africa Transport Policy Program (SSATP) Working Paper no.87-B.

White.P, 2002. Public transport its planning, management and operation fourth edition, Spon Press,

London

h t t p : / / f i l e . u p i . e d u / D i r e k t o r i / F p i p s /

Jur._Pend._Geografi/197210242001121-

B a g j a _ W a l u y a / G e o g r a f i _ D e s a k o t a /

Aksesibilitas_desa.pdf)

(//repository.usu.ac.id/bitstream/

/20344/4/Chapter%20II.pdf).