Analisis Persepsi Petugas Operasional Dalam Pelaksanaan Baggage Handling System (Bhs) Di Bandara Kualanamu – Medan

Main Article Content

Dina Yuliana

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petugas operasional terhadap pelaksanaan sistem pelayanan bagasi dengan teknologi Baggage Handling System (BHS) di Bandara Kualanamu – Medan. Jenis penelitian adalah penelitian deskripsi/survey dan metode analisis menggunakan analisis persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan baggage handling system (BHS) telah dapat mempercepat proses pelayanan dengan skor rataan sebesar 4,39 (sangat setuju), gangguan dalam proses penanganan bagasi telah dapat diatasi dengan menggunakan baggage handling system (BHS) dengan skor rataan sebesar 3,68 (setuju/sanggup), gangguan carouse atau konveyor dapat diatasi oleh petugas bagian penanganan bagasi (maskapai penerbangan/groundhandling) skor rataan sebesar 3,01 (cukup setuju), dan kebijakan terhadap penerapan baggage handling system (BHS) perlu dilakukan di bandara lain terutama bandara yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dengan skor rataan sebesar 4,40 (sangat setuju).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

International Civil Aviation Organization (ICAO),

Aerodrome Design Manual Part 1, Runways.

rd Edition, Canada.

Masyhuri, Dr, MP dan Zaenudin, M, Drs, MA, 2008.,

Metode Penelitian Pendekatan dan Aplikasi,

Refika Aditama, Bandung.

Majid Suharto Abdul, Dan Warpani, Eko

Probo.D, 2009. Ground Handling

Manajemen Pelayanan Darat Perusahaan

Penerbangan. PT. Rajagrafindo Persada,

Jakarta.

Purwadarmita, WJS, 2001. Kamus Besar Umum

Bahasa Indonesia. Pustaka Utama, Balai

Pustaka, Jakarta.

Sugiono, 2011. Statistik untuk Penelitian, CV.Alfa

beta, Bandung.

Umar, H, 2005. Riset Sumber Daya Manusia dalam

Organisasi. PT Gramedia, Jakarta

Pernyataan Gangguan Carouse atau Konveyor Score

Rata2 Keterangan

Carousel atau konveyor pernah mengalami ganguan 3,40 Cukup Setuju

Carousel pernah mendeteksi adanya “hal aneh/barang yang

mencurigakan” pada bagasi 2,77 Cukup Setuju

Pernah dilakukan penanganan bagasi secara manual karena bagasi

tidak memiliki label barcode atau bermasalah 3,73 Setuju

Bagasi pernah tertukar dengan jadwal penerbangan lainnya 2,13 Tidak Setuju

Jumlah 3,01 Cukup Setuju

Tabel 6. Persepsi Petugas Operasional Terhadap Gangguan Dalam Proses Penanganan

Sumber: Hasil Analisis

Warta Penelitian Perhubungan, Volume 26, Nomor 204 4, April 2014

//science.howstuffworks.com/transport/

f l i g h t / m o d e r n / b a g g a g e - h a n d l i n g . h t m ,

diunduh bulan September 2013

// tulisan-ringan.com cerita-cerita/

bagaimana- penanganan- bagasi- di- sebuahbandara/,

diunduh bulan September 2013

//www.pt-o.com/2013/05/canggih-sistemcheck-

in-di-bandara.html, diunduh bulan September

——————————, 2009, Undang-Undang

No.1 Tahun 2009, Kementerian Perhubungan,

Jakarta.