Penentuan Model Jaringan Logistik Angkutan Batubara di Kawasan Timur Indonesia

Main Article Content

Sjafril Karana

Abstract

Sementara ini dalam memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat dan untuk memperbaiki fuel mix pembangkit tenaga listik, pemerintah telah dan sedang membangun sejumlah PLTU, 13 unit diantara berlokasi di KTI. Disamping itu pemerintah melalui PLN Batubara juga sedang mengembangkan pusat tambang batubara di kawasan ini terutama di Kabupaten Sorong. Nantinya salah satu pelabuhan di daerah ini yaitu Pelabuhan Sorong dijadikan sebagai pelabuhan asal batubara untuk dikirim ke sejumlah PLTU yang berada di KTI. Untuk meningkatkan efisiensi pengiriman batubara dari pelabuhan asal ke sejumlah PLTU yang lokasi tersebar di KTI tersebut, tentunya dibutuhkan model jaringan logistik yang
sesuai dengan kondisi daerah perairan serta didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Hasil kajian menunjukkan terdapat dua model jaringan logistik yang cocok digunakan yaitu untuk tahap jangka pendek menggunakan sistem point to point, dan untuk tahap jangka panjang menggunakan sistem hub and spoke. Dengan demikian diharapkan hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi instansi terkait untuk dapat digunakan sebagai acuan dalam mendistribusikan batubara terutama dari Pelabuhan Sorong ke sejumlah PLTU.

 

Kata kunci: jaringan logistik, angkutan batubara, Kawasan Timur Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Alvi Habara, Setyo Nugroho. Studi Distribusi Pupuk

Lewat LAut Studi Kasus: Gresik-Bali dan Nusa

Tenggara. Jurnal Teknik Pomits Vol. 1 No. 2

(2012). ISSN: 2301-9271

Chairani Rachmatullah, 2012. Keamanan Pasokan

Batubara Jangka Panjang; Model jaminan Pasokan

Batubara untuk PLTU di Indonesia Timur. September

//academia.edu/4237073/

CAIRANI_PRESENTASI_PA_AGUSTUS_2012

Du T, Wang F K, & Lu P, 2007. A Real Time Vehicle

Dispathing Sistem for Consolidating Milkruns.

Transportation Research Part E 43:565-577

Erzad Iskandar Putra, Tri Achmadi. 2012. Analisis

Penerapan Continous Coal Transport Mode Untuk

Angkutan. Jurnal Teknik Pomits Vol 1, No. 2

Tahun 2012. ISSNI: 2301-9271

Erichsen Stian, 1989. Management of Marine Design”,

Butterworths, London Boston, Norwegian Institute

of Technology, Troundheim, Norway.

Jean, Paul Rodrigue. 2005. Transport Geography

Chapter 3-Transportation Modes Concepts. Hofstra

University. Hempstead,NY, 11549 USA. Copyright

-2005

Karana Sjafril, 2015. Kajian Penentuan Jenis dan

Ukuran Sarana Angkutan Batubara dari Pelabuhan

Sorong ke PLTU KTI, Majalah Ilmiah Pengkajian

Industri - BPP Teknologi, Vol. 9 No.2 Agustus

Lambert, D.M.; Cooper, M.C. and Pagh, J.D, 1998.

Supply chain management: implementation issues

and research opportunities, International Journal

of Logistics Management.

LD Port & Logistics ( www. lpl.com /Technology /

Fleet / self-propelled. barges.html ), diakses Mei

Penetapan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga

Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2015

– 2024.

Proyek Percepatan Pembangkit 10.000 MW Tahap

IDi Indonesia Timur - Peraturan Presiden

No.71/2006 joPerPres No.59/2009 – September

, tentangProgram Percepatan Pembangkit

Berbahan Bakar Batubara.

PT Perusahaan Listrik Negara Batubara Tahun

Rencana Pasokan Batubara bagi Pusat Listrik

Tenaga Uap.

Pemerintah Tetapkan 109 Proyek Pembangkit 35

Ribu MW. 17 April 2015. //

nasional.republika.co.id/berita/nasional/

umum/15/04/16/nmw13w-pemerintahtetapkan

-109- proyek-pembangkit-35-ribu-mw.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten

Sorong Provinsi Papua Barat Tahun 2012.

Siswanto, 2007. Operasition Research jilid 1.

Arlangga, Yogyakarta.

Tamin O.Z, 2000. Perencanaan dan Pemodelan

Transportasi, ITB, Bandung