Analisa Ukuran Utama Kapal General Cargo yang Sesuai dan Aman untuk Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Main Article Content

Soegeng Hardjono

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai kondisi gelombang tinggi pada musim-musim tertentu sebagai akibat dari pengaruh angin musiman yaitu angin musim monsun Asia dan monsun Australia. Kedua musim ini mampu menciptakan gelombang laut dengan tinggi antara 3.0 hingga 6.0 meter. Kondisi ini menjadikan ancaman bagi keselamatan armada pelayaran domestik, khususnya armada kapal tipe general cargo yang menduduki urutan kedua kecelakaan di laut menurut data dari KNKT. Untuk mengatasi gelombang tinggi tersebut, maka telah dilakukan penelitian untuk menentukan ukuran utama kapal yang sesuai dan aman untuk gelombang tinggi melalui metode Parametric Ratio Design Approach dari teori Naval Architec dengan suatu asumsi dasar bahwa kapal mempunyai lambung timbul minimum 3 meter seperti direkomendasikan oleh Mahkamah Pelayaran. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa ukuran utama kapal tipegeneral cargo yang sesuai dan aman untuk kondisi gelombang laut tinggi hingga diatas 6 meter adalah kapal dengandisplacement 30.529 tons, panjang (Lbp)185 meter, dengan kecepatan operasional (Vs) 17 knots.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Barras, C.B, 2004,Ship Design and Performance For Masters and Mates, Oxford, UK. Bambang Susantono, 2014,Reformasi Angkutan Laut Untuk Meningkatkan Daya Saing Logistik Nasional, Forum Bisnis dan Logistik, Jakarta, Hal.6. Bobby R Mamahit, 2014,Angkutan Laut: Jumlah Kapal Logistik Tumbuh 11,81%, Supply Chain Indonesia,//supply chainindonesia.com/ Claude Daley, 2013,Longitudinal Strength & Wave Bending Moments, Ship Structures, Faculty of Engineering and Applied Science, Memorial University, Canada, p.60-65.

Craig B. Smith, 2007, Extreme Waves and Ship Design, 10th International Symposium on Practical Design of Ships and Other Floating Structures, Texas,USA. Carmelita Hartoto, 2014, Pertumbuhan arus barang di Indonesia selama 9 tahun terakhir (2005-2014), Indonesian National Shipowners A s s o c i a t i o n ( I N S A ) www.SupplyChainIndonesia.com International Association of Classification Societies (IACS), 2001,Standard Wave Data, IACS Recomendation 34, p.2. Indonesia Maritime Advocation ForumINFACO, 2013, Ikatan Alumni Fakultas TeknikUniversitas Indonesia, “Kedaulatan dan Negara maritim–Tinjauan Sewindu Kesuksesan Penerapan Cabotage di Indonesia 2005 – 2013”,//alumni.ui.ac.id/system/files / MajalahAlumniEdisi6.pdf. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), 2014,Kajian Analisis Trend Kecelakaan Transportasi Laut Tahun 2003-2008, Forum Group Discussion Untuk Revitalisasi Industri Perkapalan Nasional, Gedung BPPT, Jakarta. Manuel Ventura, 2005,Internternational Load Lines Convention (1966/2005), Instituto Superior Tecnico, Portugal. Papanikolaou, 2014, Selection of Main Dimensions and Calculationof Basic Ship Design Values,National Technical University of Athens, Athens, Greece. Roni Kurniawan, et.al., 2011, Variasi Bulanan Gelombang Laut di Indonesia,Puslitbang BMKG, Kemayoran, Jakarta. Soegeng Hardjono,2005, Kajian Korelasi Tingkat Kepadatan Jalur Pelayaran terhadap Kecelakaan Kapal Barang Domestik Antar Pulau di Indonesia,Warta Penelitian Perhubungan, No.10, Hal.10-21. The International Association of Classification Societies (IACS), 2001, Recommendation No. 34, Standard Wave Data, IACS, www.iacs.org.uk. Watson, D.C.M &Gilfillan, A.W, 1998, Some Ship Design Methods,The Royal Institution of Naval Architects, UK.