Penerapan Konsep Aerotropolis Dalam Pengembangan Bandar Udara Sepinggan - Balikpapan

Main Article Content

Muhammad Yusuf
Dedes Kusumawati

Abstract

Transportasi merupakan sektor penting untuk keterhubungan antar wilayah baik dalam suatu negara ataupun antarnegara. Salah satu moda transportasi yang sangat berkembang pesat saat ini adalah moda transportasi udara dengan didukung pembangunan infrastruktur bandar udara yang memadai dan berkualitas. Konsep tata letak bandar udara yang berada di pinggiran kota dan kurang terintegrasi dengan pusat kota menjadi salah satu faktor ketidakoptimalan peran bandar udara. Konsep aerotropolis, yang telah diterapkan di bandar udara utama kelas dunia, merupakan daerah yang terintegrasi dengan bandar udara dimana semua jenis aktivitas disediakan dan ditingkatkan oleh bandar udara. Bandar udara itu sendiri merupakan nucleus dalam fungsi utama ekonomi dengan tujuan akhir menyokong daya saing kota, penciptaan kerja, dan kualitas hidup. Pokok permasalahan dari penelitian ini yaitu untuk melihat kemungkinan penerapan konsep aerotropolis di Bandar Udara Sepinggan-Balikpapan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Sampai saat ini, belum ada bandar udara yang menggunakan konsep aerotropolis di Indonesia. Penelitian ini menunjukan bahwa Bandar Udara Sepinggan masih dalam rangka persiapan penerapan konsep airport city untuk menuju ke konsep aerotropolis karena masih banyak karakteristik aerotropolis yang belum terpenuhi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum. 2012. Konsep Aerotropolis dalam Pengembangan Wilayah Bandar Udara. Seminar Konsep Aerotropolis Dalam Pengembangan Wilayah Bandar Udara. Jakarta: Ikatan Ahli Bandar U dara Indonesia

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. 2012. Penerapan Aerotropolis dalam Pengembangan Bandara di Indonesia. Seminar Penerapan Aerotropolis dalam Mendukung Keamanan dan Keselamatan. Surabaya: Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan

Iwan, Prasetya. 2007. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. DIA FISIP UI: Jakarta

Kasarda dan Lindsay. 2012. Aerotropolis: The Way We'll Live Next. Farrar, Straus and Giroux: New York

Marchetti, C. 1994. Anthropological Invariants in Travel Behavior, Technological Forecasting and Social Change . Internal Publication, International Institute for Applied Systems Analysis: Laxenburg, Austria

Pearce II, John A. dan Robinson Richard B.Jr. 2008. Manajemen Strategis 10. Salemba Empat: Jakarta

Rangkuti, Freddy. (2006). Measuring Customer satisfaction. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

http:/ /hubud.dephub.go.id/ ?id/ produksi/ index/ filter:category,O, Statistik Angkutan Udara

---~//id.berita.yahoo.com/ wamenhubwacanakan-aerotropolis 095636035.html

Tabloid Transportasi Indonesia Transindo. Edisi No.70/TH IV /1-31 Mei 2012. Pengembangan Bandara Aerotropolis Terkendala Masalah Lahan. Jakarta.