Analisis Implementasi Sistem Pengamanan Kapal dan Pelabuhan Yang Terbuka Untuk Perdagangan Luar Negri

Main Article Content

Johny Malisan

Abstract

International Maritime Organization (IMO) telah mengeluarkan berbagai code untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran. Salah satu diantaranya adalah keamanan operasional kapal dan fasilitas pelabuhan yang dituangkan dalam bentuk ISPS Code (code for international ship and port facility security), namun penerapannya belum optimal terutama karena ketidaksiapan dari operator maupun regulator dengan bebagai alasan yang semestinya dapat diatasi. Oleh karena itu penelitian ini menganalisis penerapan aturan/ koda pengamanan kapal dan fasiltias pelabuhan dari beberapa aspek seperti sarana dan prasarana, sumberdaya manusia, manajemen pengamanan kapal dan pelabuhan, metode pengamanan, serta aspek finansial pengamanan kapal dan pelabuhan. Analisis ini dilakuan berdasarkan metode analisis SWOT terhadap keseluruhan aspek tersebut. Hasil akhir dari kajian ini berupa strategi-strategi penerapan yang antara lain meliputi: peningkatan profesionalisme SDM yakni SSO, PFSO dan CSO; peningkatan ketersediaan sistem dan perangkat komunikasi dan peralatan keamanan seperti CCTV, VTIS, metal detector; mengoptimalkan peran dan tanggung jawab port security melalui kerjasama antar perusahaan pelayaran dan pelabuhan serta instansi terkait lainnya; mengoptimalkan peran dan tanggung jawab keamanan serta mewujudkan metodologi penilaian keamanan dan rencana maupun prosedur tindakan aksi pengamanan di pelabuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Benny Agus Setiono dan Mudiyanto. 2010. Pengaruh Safety Equipment Terhadap Keselamatan Berlayar. Jumal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, 1 [1 ], September 2010. Biro Riset LM-FEUI. 2011. Trend Perkembangan Pengelolaan Pelabuhan Dunia dan Implikasinya Bagi BUMN Pelabuhan di Indonesia. Hasil riset kerjasama LM FEUI dengan PT. Danareksa. //lmfeui.com/data/ Analisis_Industri_Pelabuhan. pdf ( diakses juni 2012) Burhan Bungin. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edisi I. Prenada Media. Jakarta. Hair, J.F., Anderson, RE., Tatham, R.L. and Black, W.C. 2006. Multivariate Data Analysis. 6th Edition. Prentice Hall International UK. Haemiwan Z Fathony. 2006. Teknologi untuk Pengamanan Perairan Pelabuhan. // perikanantangkap.ipb.ac.id/ index.php?aksi=lihat&id=194&rnod=yes&pilih=news. Peni Sawitri. 2010. Analisis Matrix SWOT, // docs.google.com/ viewer? a =v&q =cache: UboABCHXcmcJ:peni.staff.gunadarma.ac.id/ Downloads/files/959 (diakses 10 Juni 2010). Pramono Djoko. 2004. Sistem Transportasi Laut dan Kinerja yang Diharapkan di Masa Depan. Jakarta.

Radha Balamuralikrishna, John C. Dugger. 1995. SWOT Analysis: a Management Tool for Initiating New Programs in Vocational Schools. Journal of Vocational and Technical Education.12 [1]. Iowa State University. //scholar.lib.vt.edu/ e-journals / JVTE/ v12nl / Balamuralikrishna.html ( diakses 12 november 2010)

Rangkuti Freddy. 2006. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad XX!. Gramedia Pustaka Utama. ISBN: 979-605-7182. Jakarta.

Rosie Cornish. 2007. Statistics Factor Analysis. Mathematic Learning Support Center.

Santoso Singgih. 2003. SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Cetakan ke-4. Elex Media Komputindo. Jakarta

Sianipar J.P.G dan Entang HM. 2001. Teknik Analisis Manajemen (TAM). Bahan Ajar Diklatpim Tingkat III. Jakarta. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 tentang Kepelabuhanan. Keputuasan Presiden Nomor 60 tahun 1960 tentang Ratifikasi Konvensi SOLAS. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2003 tentang pemberlakuan ISPS Code di Indonesia.