Evaluasi Penyediaan Fasilitas Alih Moda Dari Stasiun Menuju Halte

Main Article Content

Win Akustia

Abstract

Kelancaran saat alih moda didukung oleh beberapa faktor, antara lain faktor jarak, prasarana alih moda yang menghubungkan antara satu simpul dengan simpul lainnya. Permasalahan dalarn kajian ini adalah apakah tata letak fasilitas pendukung layanan antar moda untuk menjarnin kemudahan, kenyamanan, dan kearnanan dari dan ke stasiun Jatinegara sudah sesuai dengan harapan masyarakat ? Kajian ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi penyediaan fasilitas alih moda dari stasiun menuju halte, dengan tujuan membuat konsep perbaikan alih moda dari stasiun menuju halte. Ada dua metode yang digunakan dalam kajian ini, yaitu metode deskriptif kualitatif dan metode ARC (Activity Relationship Chart). Hasil penelitian terhadap 50 responden menunjukkan bahwa fasilitas pokok sudah tersedia di Stasiun Jatinegara, namun beberapa diantaranya perlu penarnbahan atau perlu penataan ulang (relokasi atau restrukturisasi) seperti, penambahan halte di seberang jalan depan stasiun, pembuatan under pass
Volume 25, Nomor 1, Januari 2013
dari jalan Bekasi Barat I ke areal parkir dalam stasiun, pembuatan jalur khusus pejalan kaki dari areal parkir ke gedung stasiun

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Europen Commission DG Energy and Transport Unit G3, 2004, Motorways of The Sea and Intermodality, ILS NRW.

Kenyon and Lyons, 2003, The Value of Integrated Multimodal Traveller Information and ITS Potential Contribution to Modal Change, Transportation Research Part F: Traffic Psychology and Behaviour, Volume 6.

Wignjosoebroto, Sritomo, 2000, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Guna Widya, Surabaya.

Yessi Gusleni, 2009, Kajian Pengembangan Fasilitas Penumpang Antar Mada di Stasiun Gambir, Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda, 2009.