Kajian Pengawakan Kapal Tonase Kurang Dari GT 7 Pada Wilayah Perairan Pedalaman Dalam Meningkatkan Keselamatan Pelayaran, Studi Kasus: Sampit
Main Article Content
Abstract
Strategi pengembangan transportasi air di Pulau Kalimantan merupakan upaya untuk menyusun sistem transportasi air yang terpadu, terintegrasi, demi mewujudkan transportasi yang berkelanjutan, dan berwawasan keselamatan dan pelestarian lingkungan. Pengawakan kapal merupakan salah satu unsur yang meskipun kecil namun memiliki peran penting dalam mewu
judkan transportasi berwawasan keselamatan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memfasiltiasi penyediaan SDM pelayaran berkualitas dan kompeten. SDM demikian harus di antisipasi melalui penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi kerja kepelautan yang dikelola secara profesional. Pengawakan kapal perlu menjadi perhatian juga selain jenis sertifikat, jumlah awak kapal, faktor lingkungan kerja, serta waktu kerja termasuk yang beroperasi di perairan pedalaman. PP Nomor 7 tahun 2000 tentang kepelautan, tidak mengatur tentang kualifikasi keahlian dan keterampilan awak kapal motor dengan ukuran kurang dari GT 7. Namun demikian, hal ini perlu dikaji lebih lanjut agar dapat menjadi pegangan terutama bagi aparat Pemerintah Daerah agar mampu melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat lagi sehingga resiko kecelakaan dapat dikurangi dan juga agar seluruh daerah mempunyai keseragaman dalam mengatur pengawakan kapal dengan ukuran di bawah GT.7 yang berlayar di perairan pedalaman. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek pengendalian kapal, kenavigasian, sistem pemuatan, pemahaman dan penguasaan alat-alat keselamatan. Hasil analisis menunjukkan terjadi gap dengan yang sesungguhnya sehingga perlu pembinaan dan perbaikan keseluruhan sistem terse but oleh Otoritas Keselamatan dan Pemerintah Daerah.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Anonim. Pemanfaatan Sungai di Kalimantan Tengah. http:/ /www.bi.go.id (diakses 1Juli2012).
Burhan Bungin. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edisi I. Prenada Media. Jakarta.
Bordley RF. Integrating Gap Analysis and Utility Theory in Service Research. http:/ /bordley.org/ mpe/ quality4.pdf
Johny Malisan et. al. 2010. Penelitian Penyebab dan Peningkatan Keselamatan Transpotasi laut di Indonesia, Laporan Akhir, Kerjasama Kemristek dan Kemhub, http:/ /km.ristek.go.id/ assets/ files/ Perhubungan/505N/505.pdf (diakses 1 mei2012).
Juan Antonio Aguirre Gonzales. 2009. A Practical Appica-tion of Statistcal Gap Analysis in National Park Management in Costa Rica. // www. pasosonline. org/ Publicados / 7209 / PS0209_2.pdf. (diakses 10 Juli 2012)
Kanaidi. 2009. Analisis Service Quality, Satisfaction, Trust, Reputation, Loyalty Dan Strategi Pengembangan Service Quality dengan Pendekatan QFD. http:/ /ken-loyalty.blogspot.com/2009/ 11 / analisis-service-quali ty-sa tisfaction.html (diakses 15 Juli 2012)
Marine Safety Forum. 2011. Emergency Response and Rescue Vessel Inspection Check List, Document Custodian: MSF Secretary. // www.marinesafetyforum.org/ upload-files// notices / errv-inspection-document-rev-2-fe b2011. pdf ( diakses 8 Mei 2012).
Merriam, S. B. 1998. Qualitative Research And Case Study Applications In Education. San Francisco: J ossey-Bass.
Mulyahadi. 2010. Kajian Aksesibilitas Prasarana Jalan Dalam Mendukung Angkutan Sungai di Kalimantan. Jumal transportasi Darat. 12 [4].
Pramono Djoko. 2004. Sistem Transportasi Laut dan Kinerja yang Diharapkan di Masa Depan, Jakarta.
Rosie Cornish. 2007. Statistics Factor Analysis. Mathematic Leaming Support Center.
Santoso Singgih. 2003. SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Cetakan ke empat. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Subhash Sharma. 1996. Applied Multivariate Techniques. John Willey & Sons. //www2.ef.unilj.si/predmeti/Stat3/literatura/ AMT.pdf (diakses 10 maret 2012)
Widarbowo Dodik. 2006. Analisis Kompetensi Perwira Awak Kapal Pelayaran Rakyat. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.
Zakaria L. Saha. 2011. Analisis Hubungan Antara Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Awak Kapal MV Asia Tirta 1601 pada PT Asia Tirta Perda. STMT Trisakti.
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 70 tahun 1998 tentang Pengawakan Kapal Niaga.
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2010 tentang Standar Kapal Non Konvensi (Non Convention Vessel Standard).
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah.
Undang Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.