Evaluasi Penurunan Dwelling Time Menjadi Empat Hari Di Pelabuhan Tanjung Priok

Main Article Content

Apri Yuliani

Abstract

Tingginya arus petikemas dan keterbatasan luas lapangan penumpukan pada terminal petikemas di Tanjung Priok mengharuskan terminal petikemas untuk menekan dwelling time petikemas. Selain dampak inefisiensi terminal petikemas, dwelling time dapat menyebabkan tingginya biaya logistik yang berpengaruh kepada harga komoditi. Terkait masalah tersebut, pemerintah menargetkan lamanya penumpukan petikemas di Tanjung Priok hanya 4 hari. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pencapaian penurunan dwelling time di PT. JICT setelah adanya kebijakan target tersebut. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif untuk menghitung dwelling time petikemas. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa capaian petikemas impor dengan dwelling time kurang atau sama dengan empat hari sejak Januari hingga November 2014 yaitu sebanyak 335.081 boks atau 49,6% dari throughput petikemas impor di PT. JICT. Jumlah petikemas tersebut meningkat jika dibandingkan periode sebelumnya yang memiliki rata-rata dwelling time per tahun selama 7 – 8 hari. Permasalahan yang menyebabkan tingginya dwelling time di Tanjung Priok yaitu adanya permasalahan pada proses custom clearance dan pada proses post clearance. Kata kunci: dwelling time, petikemas, impor dan Tanjung Priok.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Artakusuma, Afif, 2012. Analisis Import Container Dwelling Time Di Pelabuhan Peti Kemas Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jurnal Teknik Sipil - Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Bandung Arianto,Dedy, 2008. Kajian Antisipasi Kongesti Di JICT I Tanjung Priok, Warta Penelitian Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Jakarta. Bisnis Indonesia tanggal 10 Juli 2013, Tanjung Priok : Pelindo II Jajaki Penalti Penumpukan Petikemas, Diperoleh September 2014, dari //industri.bisnis. com/read/20130710/98/149808/tanjung-priok-pelindo-ii-jajaki-penalti-penumpukan-petikemas Indriastiwi, Fitri, 2011. Kajian Lama Penumpukan Yang Ideal Dikaitkan Dengan Luas Penumpukan Peti Kemas Dalam Rangka Mengantisipasi Kongesti di Terminal Peti Kemas Surabaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Jakarta. Kementerian Perhubungan, 2011. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.002/38/18/ DJPL-11 tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan, Jakarta. Manalytics, Inc., 1976. Methodology For Estimating Capacity Of Marine Terminals, Vol 1 : Standardized Methodology, February 1976. Merckx,Filip, 2005. The Issue of Dwell Time Charges to Optimize Container Terminal Capacity, IAME 2005 Annual Conference, Limassol Cyprus. Moini, Nadereh, 2012. Estimating The Determinant Factors of Container Dwell Times at Seaports, Maritime Economics & Logistics 14, 162 – 177 (June 2012), Palgrave Journals PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero), 2013. Statistik Arus Petikemas. Diperoleh September 2014, dari www.priokport.co.id PT. JICT, 2012. Terminal Facilities. Diperoleh September 2014, dari www.jict.co.id Refas, Salim and Thomas Cantens, 2011. Why Does Cargo Spend Weeks in African Ports? The Case of Douala, Cameron, World Bank Yuwono, Nur, 2010. Bahan Kuliah Transportasi Air, Universitas Gajah Mada, Yogjakarta