Strategi Pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur Dalam Pengembangan Pariwisata

Main Article Content

Widodo Djati Sasongko

Abstract

Pembangunan Jalan Lintas Selatan sangat dibutuhkan dalam pengembangan industri pariwisata  dan perekonomian Jawa Timur, namun sampai sekarang Jalan Lintas Selatan belum selesai  pembangunannya, oleh sebab itu perlu menyusun strategi pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dalam pengembangan pariwisata. Metode analisis data menggunakan analisis regresi dan analisis medan kekuatan. Hasil rekomendasi meminta kepada Pemerintah daerah di wilayah lintas selatan Jawa Timur supaya mengembangkan potensi pariwisata daerahnya; strategi untuk pengembangkan pariwisata dengan mewujudkan Jalan Lintas Selatan sebagai trigger dalam pengembangan dan meningkatkan aksesibilitas ekonomi dan meningkatkan kegiatan pariwisata untuk membuka lapangan usaha dibidang pariwisata. Diperlukan duduk bersama untuk membicarakan realisasi pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur yang melibatkan instansi terkait mulai dari pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perum Perhutani dan Badan Pertanahan Nasional; membicarakan mulai dari dasar hukum, pembebasan lahan, progress report, action plan, sampai pengalokasian anggaran. Kata kunci: strategi pembangunan, Jalan Lintas Selatan Jawa Timur, pengembangan pariwisata.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Bieger, T., 1998. Reengineering destination marketing organizations. The case of Switzerland. The Tourism Review, 3, 4-17. Buhalis, D., and Spada, A., 2000, Destination Management Systems: Criteria for success, Information Technology & Tourism, Vol.3(1). Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D.,Shepherd, R., & Wanhill, S. (1998), Tourism Principles and Practices, (2nd ed.), England: Addison-Wesley, Longman. Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur, 2014. Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur Tahun 2013 Dalam Angka. Surabaya. Grindle, Marilee S (ed), 1980. Politics and Policy Implementation in The Third World, Prenceton Univercity Press, New Jersey. Hu, Yangzhou, dan J.R. Brent Ritchie. 1993. Measuring Destination Attractiveness: A Contextual Approach. Journal of Travel Research, Vol. 32, No. 2, hal. 26. Kurt Lewin, (1951). ‘Field Theory in Social Science’, New York, Harper and Row,. Larry E. Herber, 1979. Unsur Dalam Suatu Rencana Destinasi, dikemukakan di dalam Workshop PATA. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2009-2014. Raharto, Djoko. Jawa Timur Gelontorkan Rp 500 Milyar Untuk Jalan Lintas Selatan, https://m.tempo.co/read/ news/2015/10/13/090708906/. Sasongko, R. Widodo Djati, 2014. Tantangan Pengembangan Pariwisata Di Wilayah Lintas Selatan Jawa Timur, Materi artikel PROSIDING Temu Ilmiah Peneliti Tahun 2014 Balitbang Provinsi Jawa Timur. Sidoarjo, Hotel Sinar I. Tambunan, Tulus (2006), “Kondisi Infrastruktur di Indonesia”, April, Jakarta: Kadin Indonesia. Tjokroamidjojo,Bintoro, 1990. Pengantar Administrasi Pembangunan, Jakarta, LP3ES. Undang - undang No. 38 Tahun 2004, tentang Jalan. Undang - undang No. 10 Tahun 2009, tentang Kepariwisataan. Wahab, Solichin Abdul, 1997. Analisis Kebijakan Negara Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijakan Negara, Edisi Kedua, Jakarta: Bumi Aksara.