Pengoprasian Becak Motor (Bentor) di Wilayah Kota Gorontalo

Main Article Content

I Ketut Mudana
Dwi Heriwibowo

Abstract

Tujuan melakukan penelitian adalah untuk menyusun rekomendasi mengenai pengoperasian bentor dilihat dari aspek regulasi dan aspek keselamatan. Berdasarkan hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengoperasian bentor dilihat dari aspek keselamatan masih kurang, kondisi tersebut menuntut upaya pemerintah daerah mensosialisasikan pengoperasian bentor agar lebih mengutamakan keselamatan. Bentor yang beroperasi di Kota Gorontalo cukup besar berjumlah 11.000 unt termasuk dari daerah lain. Di sisi lain angkutan umum perkotaan belum kuat sehingga bentor merupakan kebutuhan masyarakat Gorontalo. Beberapa kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah provinsi maupun kota belum berjalan efektif karena muatan kebijakan mengatur bentor seperti angkutan resmi misalnya uji berkala. Bentor unggul dalam memberikan pelayanan door to door mampu menampung penumpang lebih dari satu orang, menyerap tenaga kerja, diminati pengguna jasa, beroperasi disemua jaringan jalan dan kelemahan bentor yaitu penumpang ditempatkan di depan pengemudi dan rem hanya satu rem belakang saja sedangkan bentor yang standar yaitu penumpang ditempatkan di belakang pengemudi dan rem roda depan dan roda belakang jadi setiap roda ada rem. Populasi bentor terus meningkat disebabkan oleh pelayanan angkutan umum belum optimal, kemudahan mendapatkan bentor dan keberadaan bentor diterima masyarakat. Kata kunci: pengoperasian, bentor, Kota Gorontalo

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

BPS Kota Gororntalo. 2014. Kota Gorontalo Dalam Angka 2014. (online). (//gorontalokota.bps.go.id. diakses 27 April 2014). Cakrawala; Suraji, Aji; dan Kaharu, Anton. 2007. Studi Karakteristik Operasional Angkutan Becak Bermotor di Kota Gorontalo. (online). (//elib.pdii.lipi. go.id. diakses 27 April 2015). Moleong, Lexy. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. PT. Diksa Intertama Consultant. 2008. Studi Pengoperasian Moda Becak - Motor Sebagai Angkutan Jalan Pedesaan dan Perkotaan. Studi Kontraktual. Laporan Akhir. Jakarta. Rangkuti, Freddy. 2000. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Rangkuti, Freddy. 2001. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis: Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis Untuk Menghadapi Abad 21. Cetakan Kedelapan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Robbins, Stephen P. & Coulter, Mary. (1999) Manajemen. Jilid 1. Edisi Indonesia. Jakarta: PT. Prenhallindo. Sianipar, J.P.G & Entang, H.M. 2003. Teknik-teknik Analisis Manajemen. Bahan Ajar Diklatpim Tingkat III. Jakarta: LAN RI. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ (Lalu-Lintas Angkutan jalan). Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.