Upaya Peningkatan Konektivitas Angkutan Laut dan Penyeberangan Antar Kabupaten / Kota di Maluku

Main Article Content

Wahyu Prasetya Anggrahini

Abstract

Sebagai wilayah kepulauan, Maluku membutuhkan angkutan laut maupun angkutan penyeberangan sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Kondisi gelombang laut yang ada di wilayah Maluku sangat bervariatif, bahkan cenderung ekstrem membutuhkan pelayanan kapal yang berukuran besar seperti kapal pelni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konektivitas angkutan laut di wilayah Maluku dan bagaimana upaya peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konektivitas angkutan laut dan penyeberangan di wilayah Maluku sudah cukup bagus. Nilai konektivitas terendah terletak di Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Konektivitas wilayah Maluku dapat ditingkatkan melalui pelayanan kapal pelni. Dari ketiga Kabupaten yang memiliki nilai konektivitas rendah, Kabupaten Seram Bagian Barat yang belum dilayani kapal pelni. Pelabuhan Amahai di Maluku Tengah dan Piru di Kabupaten Seram bagian barat memungkinkan untuk disinggahi kapal pelni. Konektivitas wilayah Maluku dapat ditingkatkan dengan menghubungkan wilayah yang rendah nilai konektivitasnya dengan wilayah yang dapat disandari kapal pelni yang dilanjutkan dengan pelayanan kapal-kapal kecil sebagai feeder dari kapal pelni dan kapal perintis, sehingga wilayah Maluku bisa terlayani dengan tetap dan teratur.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Rifusua, Agus Imam., Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Busway Di DKI Jakarta Tahun 2004 – 2008, Tesis, Fakultas Ekonomi, Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Kekhususan Ekonomi Perencanaan Kota dan Daerah, Jakarta, 2010;

Tamin, Ofyar Z., Perencanaan, Pemodelan Transportasi & Rekayasa Transportasi: Teori, Contoh Soal, dan Aplikasi, Penerbit ITB, Bandung, 2008;

Gurning, Saut. Analisa Konsep Trans - Maluku Sebagai Pola Jaringan Transportasi Laut Di Propinsi Maluku. personal.its.ac.id/ files/ pub/ 1003-sautg-Paper_Saut_ On_FTK_Seminar_06.pdf, diunduh tanggal 4 Oktober 2016 pukul 08.20;

Aminah, Siti., Transportasi Publik dan Aksesibilitas Masyarakat Perkotaan, Jurusan Ilmu Politik FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya, 2007;

Nasution, MN., Manajemen Transportasi, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 2008;

Mutia, Mira N., Citra Pelayanan Jasa Kapal Penumpang PT. Pelni Office, Jakarta, Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, 2008;

Sarwedi, Analisis Kesenjangan Dan Kwalitas Pelayanan Angkutan Penumpang Kapal Laut Di PT. Pelni, Tesis. Universitas Indonesia, Jakarta, 2004;

Anggrahini, Wahyu P., Konektivitas Angkutan Laut Antar Kabupaten/ Kota Dalam Provinsi Aceh. Jurnal Penelitian Transportasi Laut Volume 15 Nomor 3 September 2013;

Pratama, Rizky Nur., Prasetyo F, Achmad., Wicaksono, M, A., Anwar, M Ruslin., (n.d) Studi Identifikasi Karakteristik Moda Penyeberangan di Pelabuhan Ujung – Kamal Setelah Beroperasinya Jembatan Suramadu, Jurusan Sipil, Fakultas teknik Universitas Brawijaya, Malang;

Puslitbang Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kajian Peningkatan Pelayanan Penumpang Di Terminal Pelabuhan Utama Internasional, Jakarta, 2011;

Danandjoyo, Imbang, Tingkat Aksesibilitas Jaringan Transportasi Antar Kabupaten/ Kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Jurnal Penelitian Transportasi Laut, Puslitbang Laut, Volume 13 Nomor 2 Juni 2011;

Dimyati, T.T. & Dimyati A. (1994). Operation Research – Model-Model Pengambilan Keputusan. Sinar Baru Algesindo. Bandung.

Kalalimbong, A. Kajian Infrastruktur di Provinsi Maluku. Jurnal TEKNOLOGI, Volume 7 Nomor 1, 2010.