Aplikasi Game Theory dalam Kompetisi antar Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Main Article Content

Toufiq Al Amin
Luky Adrianto
Bagus Sartono

Abstract

Artikel ini menginvestigasi kompetisi antara terminal peti kemas JICT dan terminal peti kemas KOJA di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mengembangkan model yang dapat melihat tren persaingan antar terminal peti kemas dan perilaku terminal peti kemas dan perusahaan pelayaran. Faktor utama yang diperhitungkan dalam pemodelan ini adalah kapasitas terminal peti kemas, tarif, tundaan dan tingkat bongkar muat terminal peti kemas. Selanjutnya, beberapa fungsi dibuat untuk menguji keterkaitan antara keputusan perusahaan pelayaran dengan permintaan terminal peti kemas. Dengan permintaan terminal diasumsikan linier, dilakukan analisa teori permainan melalui pendekatan dua tahap non kooperatif. Hasil analisa menunjukkan bahwa ketika kedua kapasitas terpasang terminal (CU) sangat besar atau 100%, selisih kenaikan tarif terminal JICT tidak berpengaruh signifikan terhadap proporsi pemilihan perusahaan pelayaran, bahkan apabila terminal JICT menaikkan tarif 2 kali lebih besar dari terminal KOJA atau α = 100% masih mendapatkan proporsi pemilihan perusahaan pelayaran sebesar 0.5. Sebaliknya, ketika kapasitas kedua terminal peti kemas kecil, pergeseran permintaan menjadi lebih elastis terhadap selisih tarif terminal. Selanjutnya, dari perspektif ekspansi terminal, ekspansi kapasitas di kedua terminal akan menurunkan keseimbangan tarif. Hasil penelitian ini dapat juga dapat menjelaskan bahwa terminal peti kemas dengan kapasitas yang lebih besar dapat secara agresif menurunkan tarif untuk menarik lebih banyak permintaan karena mereka cenderung memiliki kapasitas cadangan juga tundaan yang kecil. Sebagai respon, terminal kompetitior harus menurunkan harganya karena tingkat kapasitasnya tidak dapat mempertahankan pangsa pasarnya. Secara keseluruhan, artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[UNCTAD] United Nation Conference on Trade and Development. 2016. Linking Performance Indicators to Strategic Objectives. New York (US): United Nation.

Setiono BA. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pelabuhan. Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, 1(1): 39-60.

[PPIAF] Public-Private Insfrastructure Advisory Facility. 2007. Port Reform Tool Kit, Modules 6. 2nd edition. Washington DC. World Bank.

[PPIAF] Public-Private Insfrastructure Advisory Facility. 2007. Port Reform Tool Kit, Modules 3. 2nd edition. Washington DC. World Bank.

Ju BM. 2013. A Game Theory Approach to Analyzing Container transhipment Port Competition [tesis]. Singapore (SG): National University of Singapore.

Vanelslander T. 2005. Behind co-operation and competition in sea-port container handling [tesis]. Antwerp (BE): University of Antwerp. 276 Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 2, Juli-Desember 2017

Xiao X, Zhiming Z. 2014. Cooperation Vs. NonCooperation beetwen Ports and Shipping Lines: a Game Theory Approach [tesis]. Gothenburg (SE): University of Gothenburg.

Yap WY, Lam JSL. 2006. Competition dynamics between container ports in East Asia. Transportation Research Part A. 40 (2006): 35-51.

Saeed N, Larsen OIL. 2010. Container Terminal Concession: A Game Theory Application to The Case of The Ports of Pakistan . Maritime Economic Logistic. 12(3): 237-262.

Veldman SJ, Buckmann EH. 2003. A model on container port competition: An application for the west European container hub-ports. Maritime Economics & Logistics. 5: 3-22.

Talley WK. 2007. Port Performance: An Economics Perspective. Research in Transportation Economics. 17: 499-516.doi:10.1016/S0739 8859(06)17022-5.