Penelitian Kebutuhan Fasilitas Kapal Penumpang yang Responsif Gender di Pelabuhan Balikpapan
Main Article Content
Abstract
Penyelenggaraan angkutan laut penumpang oleh PT PELNI dengan meninjau adanya perbedaan kebutuhan pengguna jasa transportasi pada penggunaan ruang aktivitas, dimana penumpang perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan yang berbeda, perilaku perjalanan yang berbeda, dan berbagai tingkat akses maka perlu dilakukan analisis lebih jauh terkait kondisi penyelenggaraan penumpang pada saat ini melalui pendekatan analisis kebutuhan gender. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelayanan angkutan laut penumpang, khususnya fasilitas-fasilitas pada kapal penumpang yang dapat dikelompokan berdasarkan responsif gender, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan rekomendasi dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan laut khususnya kapal penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian kuantitatif adalah kuesioner, sedangkan instrumen penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam, dan observasi. Analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan CSI, sedangkan analisis data kualitatif dengan menginterprestasikan hasil data . Permasalahan pemenuhan fasilitas berdasarkan kebutuhan gender terutama terjadi pada saat kapal mengangkut penumpang dalam kondisi padat penumpang (melebihi kapasitas), karena 4 indikator (keselamatan, kenyamanan, keamanan, dan kemudahan) tidak sesuai harapan dan standar pelayanan minimum untuk 5 fasilitas kapal yakni akomodasi, keselamatan, medis dan sanitari, ruang publik, dan komunikasi.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Duchene, C. 2011. Gender and Transport. OECD
Publishing.
Heesch, K. C., Sahlqvist, S., & Garrard, J. 2012. Gender
differences in recreational and transport cycling:
a cross-sectional mixed-methods comparison of
cycling patterns, motivators, and constraints.
International Journal of Behavioral Nutrition and
Physical Activity.
Kementerian Perhubungan RI. 2002. Keputusan
Menteri Perhubungan No 54 Tahun 2002 tentang
Penyelenggaraan Pelabuhan Laut. Jakarta:
Kementerian Perhubungan RI.
Kementerian Perhubungan RI. 2015. Peraturan Menteri
Perhubungan No 20 tahun 2015 tentang Standar
Keselamatan Pelayaran. Jakarta: Kementerian
Perhubungan RI.
Kementerian Perhubungan RI. 2015. Peraturan
Menteri Perhubungan No. 42 tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik
Bidang Angkutan Laut Untuk Penumpang Kelas
Ekonomi. Jakarta: Kementerian Perhubungan RI.
Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Edisi
Milenium .
Kunieda, M. a. 2007. Gender and Urban Transport,
GTZ Germany. GTZ Germany, Federal Ministry
for Economic Cooperation and Development.
Mohammadian, A. K. 2004. Gender differences in
automobile choice behavior. Research on women’s
issues in transportation: report of a conference :
November 18-20 (pp. Volume 2, Technical papers.
p. 41-48). Chicago, Illinois: Research on women’s
issues in transportation.
Oakley, A. 1972. Sex, Gender and Society. London:
Maurice Temple Smith.
Oakley, A. 1981. Subject Women Oxford: Martin
Robertson. Oxford: Martin Robertson. Oakley, A.
Sex, Gender and Society, Revised Edition.
Hampshire: Arena, Gower.
P, K. &. 2007. Manajemen Pemasaran , Ed. 12 Jilid 2.
Jakarta: PT Indeks.
Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang No.8 tahun
tentang Perlindungan Konsumen. Jakarta:
Sekretariat Negara RI.
Republik Indonesia. 2000. Instruksi Presiden No. 9
Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender
dalam Pembangunan Nasional;. Jakarta:
Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. 2008. Undang-Undang No. 17
Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta: Sekretariat
Negara RI.
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 25
tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Jakarta:
Sekretariat Negara RI.
Penelitian Kebutuhan Fasilitas Kapal Penumpang yang Responsif Gender di Pelabuhan Balikpapan, 407
Tri Kusumaning Utami dan Chairunnisa
Republik Indonesia. 2010. Peraturan Presiden No. 5
Tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2010-2014.
Jakarta: Sekretariat Negara RI.
Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah No.
Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan.
Jakarta: Sekretariat Negara RI.
Republik Indonesia. 2012. Peraturan Pemerintah No.
tahun 2012 tentang Sumber Daya Manusia di
Bidang Transportasi. Jakarta: Sekretariat Negara
RI.
Walsh, M. 2007. Gender in the History of Transportation
Services: A Historiographical Perspective. Harvard
Graduate School of Business Administration,
Business history review. 81, no. 3: 545.