Ketersediaan Sarana Angkutan Bagi Pekerja Penyandang Disabilitas di Jawa dan Bali

Main Article Content

Suryadi Suryadi

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian berada pada enam provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 perusahaan bisnis yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Perusahaan yang menyediakan sarana angkutan bagi pekerja penyandang disabilitas sebanyak lima perusahaan (7,04 %), sedangkan sisanya sebanyak 66 perusahaan (92,06 %) tidak menyediakan sarana angkutan bagi pekerja penyandang disabilitas. Dengan menggunakan uji parsial pada regresi logistik, dapat diketahui bahwa diantara delapan variabel ketenagakerjaan yang diuji, hanya variabel X3 (Jumlah Seluruh Pekerja di Perusahaan) dan X8 (Perusahaan Membutuhkan Insentif Dengan Mempekerjakan Pekerja Disabilitas) yang signifikan dengan taraf α = 0.10. Bila dilihat dari korelasinya, kedua variabel X3 dan X8 memiliki korelasi positif terhadap ketersediaan sarana angkutan bagi pekerja penyandang disabilitas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Rahayu, S., U. Dewi dan M. Ahdiyana, “Pelayanan Publik Bidang Transportasi Bagi Difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta”, Socia, vol.12 no.2, pp. 130148, 2013.

Oktariani, N. E, “Analisis Kebutuhan Pengembangan Angkutan Khusus Karyawan Pada Pusat Pemerintahan. Universitas Udayana. Denpasar, 2014.

Irwanto, E. R. Kasim, A. Fransiska, M. Lusli dan S. Okta, “Analisis Situasi Penyandang Disabilitas di Indonesia : Sebuah Desk-Review”, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Depok, 2010.

Mitra, S, “The Capability Approach and Disability.” Journal of Disability Policy Studies, vol.16 no.4, pp. 236-247, 2006.

Rochmawati, A. E., Sonhaji dan Solechan, “Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Dalam Pemenuhan Hak-Hak Pekerja Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang”, Diponegoro Law Review, vol.5 no.2, pp. 1–20, 2016.

Desti, T. dan C. D. Puspitasari, “Upaya Pemerintah Kabupaten Bantul Untuk Memenuhi Kuota Satu Persen Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Pada Perusahaan di Kabupaten Bantul”, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2016.

Wirawan, I. B, “Aksesibilitas Penyandang Cacat di Jawa Timur”. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, 1999.

Thohari, S, “Pandangan Disabilitas dan Aksesibilitas Fasilitas Publik Bagi Penyandang Disabilitas di Kota Malang”. Indonesian Journal of Disability Studies, vol.1 no.1, pp. 27-37, 2014.

Oktariani, N. E., P. A. Suthanaya dan I. G. P. Suparsa, “Analisis Kebutuhan Pengembangan Angkutan Khusus Karyawan Pada Pusat Pemerintahan Kota Denpasar di Lumintang”. Jurnal Spektra, vol.3 no.1, pp. 38–45, 2015.

Crabtree, J. L., J. D. Troyer and M. D. Justiss, The Intersection of Driving With a Disability and Being

Ketersediaan Sarana Angkutan Bagi Pekerja Penyandang Disabilitas di Jawa dan Bali , Suryadi

a Public Transportation Passenger With a Disability. Topics in Geriatric Rehabilitation, vol.25 no.2, pp. 163-172, 2009.

Church, R. L and J. R. Marston, “Measuring Accessibility for People With a Disability”. Geographical Analysis, Vol.1 No.1, pp. 83-96, 2010. [12] Burns, K. K. and G. L. Gordon, “Analyzing the Impact of Disability Legislation in Canada and the United States”. Journal of Disability Policy Studies, vol.20 no.10, pp. 1–14, 2009.

Triwahyuni, R. N. dan A. K. Monika, “Pengaruh Pendidikan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Tenaga Kerja di Indonesia”. Jurnal Kependudukan Indonesia, vol.11 no.1 pp. 15 -18, 2016.