Kinerja Jaringan Transportasi Jalan Akses dari Hinterland ke Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo

Main Article Content

Windra Priatna Humang

Abstract

Pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai salah satu pelabuhan yang diprediksi menjadi pelabuhan andalan di kawasan timur Sulawesi Selatan (Perairan Teluk Bone) yang diharapkan mampu mengantisipasi pergerakan arus bongkar muat (B/M) barang di wilayah hinterland-nya. Permasalahan pelayanan jaringan jalan dalam rangka distribusi barang dari pelabuhan ke hinterland atau sebaliknya terkadang menghambat proses/ kinerja operasional pelabuhan. Salah satunya adalah lamanya waktu tunggu kapal di pelabuhan akibat menunggu kendaraan angkut. Pengumpulan data dilakukan secara primer melalui wawancara atau pengamatan lapangan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis IPA dan CSI, berdasarkan indikator Sistranas KM. 49 Tahun 2005 Tentang Sistem Transportasi Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja jaringan prasarana akses pelabuhan ke wilayah hinterland yang dianggap baik yaitu indikator keselamatan, mudah, tarif terjangkau dan aksesibilitas. Sementara indikator yang berkinerja rendah dan menjadi prioritas untuk ditingkatkan yaitu kapasitas, efisien, teratur, nyaman dan tepat waktu untuk kinerja jaringan pelayanan yang dianggap baik yaitu meliputi keselamatan, aman dan lancar dan cepat. Sedangkan yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan kinerja yaitu keterpaduan, kapasitas, aksesibilitas, tepat waktu, nyaman dan teratur.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Windra Priatna Humang, Universitas Andi Djemma

Prodi Teknik Sipil

References

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional.

Stone, G., Giles-Corti, B., McBride, S. & Jackson, B(2001) Perceptions of active modes of transport. World Transport Policy and Practice, Bunbury, Western Australia

Hensher, D. A., & King, J. (2001). Parking demand and responsiveness to supply, pricing and location in the Sydney central business district. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 35(3), 177-196

Friman, M, B., Edvardsson, & T., Gärling. (2008). Perceived Service Quality Attributes in Public Transport: Inferences from Complaints and Negative Critical Incidents. Journal of Public Transportation, 2, pp.67-89

Kiran, Dharnikota U., (2007), Trends in Intermodal Freight Transportation, Departement of Civil and Environmental Engineering, CE510 Freight Transportation and Logistic, Portland State University.

Sihaloho, et., al (2012). Performance of the National Road Transport Network Service Trans-Maluku Ambon, International Journal of Civil and Environmental Engineering, IJCEE/IJENS, 2012.

McKinnon, A.,Edwards, J., dkk., (2010), Traffic Congestion, Reability And Logistical Performance: A Multi-Sectoral Assessment, Logistics Research Centre Heriot-Watt University, Edinburgh.

Jinca, M. Yamin. (2008). Antisipasi Perkembangan Teknologi Petikemas terhadap Prasarana dan Sarana Tarnsportasi Multimoda (Buku Kumpulan Orasi Ilmiah Bidang Transportasi), FSTPT Bandung.

Fransz, M.C., (2010), Kinerja Pelayanan Transportasi di Kota Ambon, Tesis Magister Transportasi, PPs Unhas.

Supranto, J. ( 1997). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.