Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Otoritas Pelabuhan

Main Article Content

Otto Baka Pana
Idqan Fahmi
Ario Damar

Abstract

Otoritas Pelabuhan adalah lembaga pemerintah di pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial. Oleh karena itu perlu sebuah metode pengukuran kinerja yang komprehensif yang menyeleraskan visi dan misi organiasasi ini dalam menjawab kebutuhan dunia kepelabuhanan yang sudah semakin berkembang dan kompleks. Balanced scorecard  menawarkan suatu peta jalan yang sistematis, obyektif, dan komprehensif untuk menerjemahkan pernyataan visi dan misi ke dalam sekumpulan ukuran kinerja yang saling berkaitan. Perancangan sistem pengukuran kinerja Otoritas Pelabuhan mengambil studi kasus pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok karena dianggap lebih kompleks dan mewakili Otoritas Pelabuhan yang ada di Indonesia. Perancangan pengukuran ini mengambil metode balanced scorecard yang dilakukan dengan melibatkan pihak manajemen Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dangan beberapa ahli manajemen kepelabuhan. Metode analisis yang diterapkan untuk pengolahan data adalah AHP (analytical hierarchy process). Hasil AHP menunjukan urutan kepentingan tiap perspektif pada balanced scorecard pelabuhan. Hasil dari penyebaran kuesioner diperoleh nilai pembobotan dari keempat perspektif balanced scorecard, yaitu: responden memilih perspektif pelanggan sebagai perspektif yang paling penting yang ditandai dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 37,5% terhadap visi Otoritas Pelabuhan, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 31,5%, kemudian diikuti oleh perspektif keuangan sebesar 17,6%, dan yang terakhir adalah perspektif proses bisnis internal 13,4%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Undang – undang Nomor 17 tahun 2008 tentang

pelayaran (Standards style), SEKNEG RI Standard

(2008).

Biro Riset LMFE, Trend Perkembangan Pengelolaan

Pelabuhan Dunia dan Implikasinya Bagai BUMN

Pelabuhan di Indonesia (Book style). J a k a r t a ,

ID: Riset Lembaga Management Fakultas Ekonomi

Universitas Indonesia (2012) 11–12.

WEF. (2016, December 11), “The Global Competitiveness

Report 2015-2016”.Genewa. Available: www.weforum.

org/gcr

Balitbanghub, Studi Peningkatan Sistem Manajemen

Kepelabuhanan di Indonesia. Laporan Akhir Badan

Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian dan

Pengembangan Perhubungan Laut (Book style).Jakarta,

ID: Kemenhub (2014) 43–66.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 Tahun

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas

Pelabuhan Utama (Standards style), KEMENHUB

Standard (2012).

H. Darwanto. (2009, Oktober 10). Networks (2nd ed.)

[Online].Available://www.bappenas.go.id/node/48/

/

R.S. Kaplan, D.P. Norton, Strategi map: Converting

intangible assets into tangible outcomes (Book style).

Boston (US), ID: Harvard Business School Press (2004)

–15.

R.S. Kaplan, D.P. Norton, Balanced Scorecard

Menerpakan Strategi Menjadi Aksi. Ahli Bahasa Peter

R. Yosi Pasla, Judul asli: The balanced scorecard:

translating strategy into action. Jakarta, ID: Gramedia

(1996) 25–26.

VG. Gaspersz, Sistem manajemen kinerja terintegrasi

balanced scorecard dengan malcolm baldrige dan lean

six sigma supply chain management (Book style).

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Otoritas Pelabuhan, Otto Baka Pana, Idqan Fahmi, Ario Damar 17

Jakarta,ID: PT Gramedia Pustaka Utama (2002) 55–60.

L. Saaty, “Decesion making with the analytic hierarchy

process.International journal of service science,”

(2008,Aprl) 1(1): 83-98.

LPPM. (2000, September 16), “Proceedings of The

Indonesian Symposium on The Analytic Hierarchy

Process”.Available: www.isahp2001.ch

T. Saaty, Pengambilan Keputusan Bagi Para

Pemimpin, Proses Hirarki Analitik untuk Pengambilan

Keputusan dalam Situasi yang Kompleks (Book style).

Jakarta,ID:Pustaka Binama Presindo (1993) 3–10.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Otoritas Pelabuhan

Tanjung Priok, KEMENHUB (2015).

Sumber : hasil analisis AHP, 2017

Gambar L1. Struktur hirarki kinerja

Rencana Strategis Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok,

KEMENHUB (2011).

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor

UM 002/38/18/DJPL-11 tentang Standar Kinerja

Pelayanan Operasional Pelabuhan Direktorat Jenderal

Perhubungan Laut (Standards style), KEMENHUB

Standard (2011).

S. T. Sudarmo, Best Practices on Port Business

Development, Change and Creativity (Book style).

Jakarta, ID: The Advisory Group on Port and Harbour

(2016) 35–39.