Evaluasi dan Perancangan Aksesibilitas Fasilitas Stasiun untuk Penyandang Disabilitas : Studi Kasus Empat Stasiun di Solo Raya

Main Article Content

Bambang Suhardi
Dhiaul Amar Naufal

Abstract

Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di fasilitas publik, termasuk stasiun kereta, masih belum memadai. Kondisi ini menghambat mobilitas mereka dalam menggunakan transportasi umum, khususnya di wilayah Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang ulang aksesibilitas fasilitas di empat stasiun kereta api di Solo Raya, yaitu Stasiun Palur, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Solo Jebres, guna meningkatkan kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dengan tabel checklist yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2017. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan penentuan prioritas perbaikan fasilitas menggunakan metode Borda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Solo Jebres memiliki skor aksesibilitas terendah dengan indeks 0,57, sehingga tergolong dalam kategori kurang mudah diakses, sementara Stasiun Solo Balapan memiliki skor tertinggi dengan indeks 0,75, diikuti oleh Stasiun Purwosari dengan indeks 0,72, dan Stasiun Palur dengan indeks 0,64. Usulan perbaikan diberikan pada lima fasilitas prioritas, yaitu handrail, area parkir, tapping gate, musala, dan ramp, dengan desain yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] Susanti, R.A.A. Soemitro, H. Suprayitno, “Identifikasi Kebutuhan Fasilitas Bagi Penumpang di Stasiun Kereta Api Berdasarkan Analisis Pergerakan Penumpang,” Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, vol. 2, no. 1, pp 23-34, 2018

[2] S.B.A. Candradewi, K.A. Sakya,”Studi Penerapan Desain Universal Terhadap Aksesibilitas Pasien Dengan Keterbatasan Fisik di RSUD DR Iskak,’ Arcade Jurnal Arsitektur, vol. 5, no. 1, pp. 1-12, 2021

[3] K.D. Rahmawati, “Penerapan Konsep Desain Universal pada Desain Interior Perpustakaan Umum di Cilacap,” Jurnal Vastukara”, vol. 3, no. 1, pp. 173-191, 2023

[4] T.T. Wicaksono, G.H. Pradana, J.I.G. Simamora,”Pelayanan Umum Kereta Api di Yogyakarta Bagi Difabel, “Inklusi: Journal of Disability Studies,” vol. 6, no. 1, pp. 47-70, 2019

[5] A.N. Jannah, P. A. Prayitno, P.J. Romadhona, "Evaluasi Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Stasiun Yogyakarta," Teknisia, vol. XXVI, no. 2, pp. 81-92, 2021

[6] H. M. Isa, H. Zanol, K. Alauddin, and M. H. Nawi, "Provisions of Disabled Facilities at The Malaysian Public Transport Stations," MATEC Web of Conferences, vol. 66, p. 00016, 2016. doi: 10.1051/matecconf/20166600016.

[7] J. Tamba, "Exploring The Accessibility And Facility In Railway Station Used By Person With Disabilities: An Experience From Kebayoran Railway Station, Jakarta," Journal of Disability Studies, vol. 5, no. 1, pp. 37-46, May. 2018.

[8] Luguori, A. Syarief, and G. Rudyanto, "Kajian Aksesibilitas Untuk Penyandang Disabilitas Pada Stasiun MRT Jakarta," Jurnal Seni & Reka Rancang, vol. 2, no. 2, pp. 207-230, 2020.

[9] N. Anjani and P. G. Ariastita, "Evaluasi Penerapan Konsep Universal Design Di Stasiun Surabaya Gubeng," Jurnal Teknik ITS, vol. 10, no. 02, pp. 2337-2539, 2021.

[10] Wardani, M. Z. Irawan, and S. Priyanto, "Analisis Keselamatan Dan Keamanan Di Stasiun Kereta Api Manggarai Sebagai Simpul Konektivitas Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Dan Persepsi Penumpang," Jurnal Ilmiah Rekayasan Sipil, vol. 21, no. 1, pp. 2655-2124, 2024.

[11] Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, "Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung," Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 463, 2017.

[12] I.W.R. Aji, B. Suhardi and I. Iftadi, “Evaluation and Design Accessibility of Mosque’s Facilities for People with Disabilities,” Journal of Islamic Architecture, vol. 7, no. 2, pp. 306-313, 2022.

[13] D. A. Mawarni and A. A. Soebroto, "Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Untuk Penilaian Kinerja Unit Perusahaan Menggunakan Metode PROMETHEE II Dan Borda (Studi Kasus: Perum Jasa Tirta 1 Malang)," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, vol. 2, no. 12, pp. 7338-7347, 2018.

[14] N. C. Resti, V.R. Agustin and N.F. Wahyuni, "Implementasi Metode Promethee dan Borda Count Dalam Seleksi Masuk Karyawan Baru," Journal of Mathematics Education and Science, vol. 7, no. 2, pp. 93-100, 2024.

[15] Antropometri Indonesia, "Antropometri," Rekap Data, 2013. [Online]. Available: http://www.antropometriindonesia.org/. [Accessed: Jun. 30, 2024].

[16] Suhardi, A.D. Ramadhanty and R.D. Astuti, “Kajian Aksesibilitas Sebagai Dasar Perbaikan Fasilitas Terminal Tirtonadi Solo Menggunakan Metode Kualitatif Sesuai Prinsip Universal Design,” Warta Penelitian Perhubungan, vol. 37, no. 1, pp. 13-25, 2024.

[17] M. Rizki, B. Suhardi and P.W. Laksono, “Accessibility Evaluation and Design on Station Infrastructure Toward Inclusive Design for People with Reduce Mobility,” Industrial Engineering & Management Systems, vol. 23, no. 2, pp. 157-168, 2024.

[18] Suhardi, M.F. Nurazizi and I. Iftadi, “ Improved Accessibility for People with Disabilities at The Sheikh Zayed Grand Mosque Using A Universal design Approach,” Journal of Islamic Architecture, vol. 8, no. 1, pp. 269-282, 2024.