Analisis Preferensi Masyarakat dalam Pemilihan Kendaraan Listrik Dibanding Kendaraan BBM serta Strategi Mendukung Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik di Indonesia

Main Article Content

Friska M. Ilmi
Dwi Andrian Susanto
Yos Youssef Rabung

Abstract

Sektor transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kegiatan sektor-sektor lainnya. Transportasi memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah dalam distribusi barang dan jasa, namun emisi transportasi menyumbang pencemaran udara tertinggi yakni sekitar 85%. Salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam mengurangi polusi udara di sektor transportasi adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik, namun kendaraan listrik masih belum banyak digunakan dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat terkait dukungan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menggunakan analisis regresi serta analisis SWOT. Sumber data diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada 3.144 responden. Sesuai hasil analisis deskriptif, didapatkan bahwa berdasarkan provinsi, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pengguna kendaraan listrik tertinggi yaitu sebesar 24,84%, sementara berdasarkan usia, 49,04% pengguna berada pada rentang usia >26 hingga 34 tahun, sementara berdasarkan penghasilan, pengguna terbesar dengan penghasilan ≤ 3 juta sebesar 36,94%. Sesuai analisis preferensi didapatkan bahwa jika ada diskon kendaraan listrik, sebanyak 58% responden tertarik untuk membeli. Sebanyak 85% pengguna bersedia beralih dari kendaraan BBM ke kendaraan listrik jika ditawarkan kemudahan. Berdasarkan jawaban sebagian besar responden, diketahui bahwa biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan listrik dipersepsikan lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan BBM. Berdasarkan jenis permasalahan yang pernah dialami pengguna, sebanyak 49,04% menyatakan bahwa baterai atau alat pengisian daya tidak berfungsi/tidak tahan lama. Salah satu hal yang dapat mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia yaitu memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik. Sesuai hasil analisis regresi disimpulkan bahwa usia, penghasilan, dan adanya diskon berpengaruh signifikan terhadap keputusan masyarakat dalam membeli kendaraan listrik. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu pemerintah maupun sektor industri kendaraan listrik dapat memberikan diskon kendaraan listrik untuk menarik minat masyarakat, menambahkan fitur keselamatan pada baterai terutama saat terjadi overcharging, memperbanyak stasiun pengisian kendaraan listrik, meningkatkan kualitas usia pakai baterai kendaraan listrik dan memperbanyak tempat servis kendaraan listrik dengan sumber daya manusia yang tersertifikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] Ismiyati, “Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor,” Jurnal Manajemen Transportasi dan Logistik, vol. 1, no. 3, pp. 241–248, Nov. 2014, doi: 10.54324/j.mtl.v1i3.23.

[2] E. F. Csamangó, “The legal environment of electromobility in Hungary,” Journal of Agricultural and Environmental Law, vol. XV, no. 28, pp. 181–182, 2020, doi: 10.21029/JAEL.2020.28.181.

[3] C. Sudjoko, “Strategi pemanfaatan kendaraan listrik berkelanjutan sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon,” Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, vol. 2, no. 2, p. 13, 2021, doi: 10.22146/jpmmpi.v2i2.70354.

[4] R. M. Aldino, “How green marketing affects brand equity on Wuling electric cars: A study on Gen Z and millennials,” Jurnal Ilmu Manajemen, vol. 22, no. 1, p. 73, Jun. 2025, doi: 10.21831/jim.v22i1.81828.

[5] R. N. Fatimah, “Mewujudkan net zero emissions melalui kendaraan listrik: Kajian perspektif green constitution,” Al Balad: Journal of Constitutional Law, vol. 7, no. 1, p. 2, 2025. [Online]. Available: http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/albalad

[6] S. R. Mehar, “Sustainable transportation management system for a fleet of electric vehicles,” IEEE Transactions on Intelligent Transportation Systems, p. 12, 2015, doi: 10.1109/TITS.2014.2367099.

[7] S. Hasan, “Assessment of electric vehicle repurchase intention: A survey-based study on the Norwegian EV market,” Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, Elsevier Ltd., 2021, doi: 10.1016/j.trip.2021.100439.

[8] J. N. Triaktiva, “Problematika kendaraan listrik di Indonesia sebagai ide penciptaan karya keramik,” Sakala: Jurnal Seni Rupa Murni, vol. 5, no. 1, p. 2, 2024. [Online]. Available: http://ejournalunesa.ac.id/index.php/sakala

[9] A. D. Santoso, “Penerapan biaya lingkungan dalam perlindungan sumberdaya alam dan kelestarian lingkungan,” Jurnal Rekayasa Lingkungan, pp. 1–6, 2018, doi: 10.29122/jrl.v11i1.3002.

[10] A. D. Asrul Ibrahim Nur, “Proyeksi masa depan kendaraan listrik di Indonesia: Analisis perspektif regulasi dan pengendalian dampak perubahan iklim yang berkelanjutan,” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, vol. 7, no. 2, pp. 197–220, 2021, doi: 10.38011/jhli.v7i2.260.

[11] S. D. Muhammad Zainal, “Transisi energi terbarukan di Indonesia: Dinamika kendaraan listrik dengan pendekatan self-organization di Kota Jakarta,” Jurnal Teoretis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, vol. 29, no. 2, p. 7, 2022, doi: 10.5614/jts.2022.29.2.7.

[12] S. Riyanto, Metode Riset Penelitian Kuantitatif: Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen. Yogyakarta, Indonesia: CV Budi Utama, 2020.

[13] A. Rangga, Statistika Seri Dasar dengan SPSS. Bandung, Indonesia: CV Media Sains Indonesia, 2021.

[14] B. Subandriyo, Analisis Regresi dan Korelasi. Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik, 2020.

[15] I. A. Istiqomah, “Analisis SWOT dalam pengembangan bisnis (studi pada sentra jenang di Desa Wisata Kaliputu Kudus),” Jurnal Bisnis dan Manajemen BISNIS, vol. 5, no. 2, p. 370, 2017, doi: 10.21043/bisnis.v5i2.3019.

[16] D. Noventi, “Analisis preferensi konsumen dalam penggunaan social messenger di Kota Bandung tahun 2014,” Jurnal Manajemen Indonesia, vol. 14, no. 2, pp. 7–8, 2014, doi: 10.25124/jmi.v14i2.356.

[17] Ramadhan, “Ramah lingkungan sebagai alasan tertinggi masyarakat berminat pada kendaraan konversi,” Jurnal Poltrada, vol. 2, no. 1, p. 3, 2024, doi: 10.19184/berkalafstpt.v2i1.913.

[18] BPPPD Kota Salatiga, Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Kota Salatiga. Salatiga, Indonesia: Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah, 2023.

[19] A. Olabi, “Strength, weakness, opportunities, and threats (SWOT) analysis of fuel cells in electric vehicles,” International Journal of Hydrogen Energy, vol. 48, pp. 23185–23211, 2023, doi: 10.1016/j.ijhydene.2023.02.090.