Perencanaan Angkutan Penyeberangan pada Rute Tahoku-Luhu untuk Meningkatkan Konektivitas Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku

Main Article Content

Hanok Mandaku
Mentari Rasyid
Dewi S. Nunlehu

Abstract

Koridor Ambon-Seram di Provinsi Maluku merupakan kawasan potensial yang memiliki interaksi relatif tinggi dibanding kawasan lainnya. Meski demikian, kawasan Semenanjung Huamual di bagian barat Pulau Seram masih sulit diakses untuk distribusi barang dan komoditas masyarakat. Sejauh ini hanya mengandalkan moda pelayaran rakyat (kapal kayu dan speedboat) berukuran kecil yang beroperasi pada rute Tahoku (Pulau Seram)-Luhu (Pulau Ambon). Kondisi ini selain rentan terhadap kecelakaan, juga belum mampu melayani arus penumpang dan barang. Akibatnya masyarakat beralih ke rute lain dengan risiko biaya dan waktu perjalanan yang lebih tinggi sehingga membebani secara ekonomi dan menurunkan nilai konektivitas wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan angkutan penyeberangan pada rute Tahoku-Luhu guna meningkatkan konektivitas pada koridor antar-pulau Ambon-Seram di Provinsi Maluku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linear untuk memproyeksikan potensi dan pertumbuhan muatan berdasarkan data historis. Hasil proyeksi tersebut menjadi dasar perencanaan pola operasional, kebutuhan fasilitas transportasi, dan spesifikasi kapal yang sesuai. Analisis dilakukan dengan cakupan jangka panjang selama 20 tahun, mencakup proyeksi pergerakan penumpang, kendaraan, dan barang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertumbuhan muatan per tahun sebesar 5% untuk penumpang, 12% untuk kendaraan roda dua, dan 50% untuk barang. Pada perencanaan jangka panjang (20 tahun rencana), jumlah pergerakan diperkirakan mencapai rata-rata 70 orang per hari, 102 kendaraan roda dua per hari, dan 62 ton barang per hari. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pola operasional yang diusulkan meliputi kecepatan kapal sebesar 9 knot, waktu operasional pelabuhan selama enam jam per hari, dan frekuensi pelayaran sebanyak satu roundtrip per hari. Selain itu, diperlukan fasilitas tambahan berupa satu unit kapal jenis Ro-Ro, dermaga, gedung terminal seluas 135 m², serta area parkir kendaraan seluas 224,84 m².

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] W. P. Humang and A. Zulfadly, “Analisis keterpaduan moda transportasi angkutan penyeberangan dengan jalan raya di Pelabuhan Bajoe Kab. Bone”, PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, vol. 1, no. 1, pp. 27–38, Mar. 2016.

[2] Zurkiyah, T. Rahayu dan R. W. Rahmad, “Pola pelayanan pelabuhan penyeberangan Aceh Singkil – Simeulue”, SEMNASTEK – UISU, pp. 105–110, 2022.

[3] B. Siswoyo, “Persepsi masyarakat terhadap peralatan keselamatan kapal laut dan penyeberangan di Provinsi Maluku”, Warta Penelitian Perhubungan, vol. 28, no. 2, pp. 146–156, Mar.-Apr. 2016.

[4] H. Mandaku dan M. Rasyid, “Desain pengembangan jaringan transportasi penyeberangan untuk mendukung distribusi general cargo di antar-pulau di Provinsi Maluku”, Jurnal Ilmiah Teknik Industri, vol. 11, no. 1, pp. 1–13, 2023.

[5] H. Mandaku, “Sebuah analisis tentang sebab-sebab kejadian kecelakaan K.M. Putri Ayu di perairan Pulau Ambon-Maluku”, ARIKA, vol. 06, no. 2, pp. 155–162, Ags. 2012.

[6] W. P. Anggrahini, “Upaya peningkatan konektivitas angkutan laut dan penyeberangan antar kabupaten/kota di Maluku”, Warta Penelitian Perhubungan, vol. 30, no. 1, pp. 23–34, Jan.-Jun. 2018.

[7] S. Aminah, “Transportasi publik dan aksesibilitas masyarakat perkotaan”, Jurusan Ilmu Politik FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya, 2007.

[8] H. Mandaku dan M. Rasyid, “Perkiraan tarikan pergerakan kendaraan logistik menuju ke Pulau Seram di Provinsi Maluku”, ARIKA, vol. 17, no. 1, pp 33–41, Feb. 2023.

[9] H. Mandaku, “Analisis kebutuhan transportasi penyeberangan pada lintasan Waipirit – Hunimua”, ARIKA, vol. 4, no. 2, pp. 135–142, Ags. 2010.

[10] N. A. Parahita, P. A. Suthanaya, D. M. P. Wedagama, “Analisis kinerja dan kebutuhan fasilitas pelabuhan penyeberangan Padangbai”, Jurnal Spektran, vol. 9, no. 2, pp. 95–106, Jul. 2021.

[11] Z. Ariany, T. Pitana dan I. Vanani, “Review of the risk analysis for the availability of equipment components the construction of ro-ro in Indonesia”, Proc. The 5th International Conference on Marine Technology, Surabaya, pp. 1–8, 2020.

[12] A. Rahman, “Optimalisasi peningkatan keselamatan angkutan penyeberangan lintas Pamatata – Bira Sulawesi Selatan”, ILTEK: Jurnal Teknologi, vol. 17, no. 1, pp. 52–58, Apr. 2022.

[13] R. Oktaparizki, E. Fatimah dan Azmeri, “Faktor pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue”, Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, vol. 1, no. 4, pp. 953–960, Feb. 2018.

[14] B. P. Sinaga dan J. Daud, “Kajian berth occupation ratio di dermaga pelabuhan penyeberangan Sibolga kaitannya dengan perkembangan pelabuhan”, belum dipublikasikan. 2014.

[15] M. Mankowska, “The concept of development of passenger ferry services in the Baltic Sea region in terms of the growing interbranch competition”, Proc. 17th International Conference on Transport Science – ICTS, pp. 285–298, 2015.

[16] Y. Lau, K. Tam and A. K. Y. Ng, “Ferry services and the community development of peripheral island areas in Hong Kong: Evidence from Cheung Chau”, Island Studies Journal, Jul. 2022.

[17] https://www.google.com/maps/, 2023.

[18] F. Miro, Perencanaan Transportasi. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2005.

[19] H. Mandaku, “Analisis kebutuhan transportasi penyeberangan pasca pemekaran wilayah: studi kasus di Kabupaten Maluku Tengah (Thesis),” Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2012.

[20] M. N. Nasution, Manajemen Transportasi. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia, 2004.

[21] H. Mandaku, “Studi pengembangan sistem transportasi penyeberangan Pulau Seram-Ambon”, ARIKA, vol. 06, no. 1, pp. 9–18. Feb. 2012.

[22] Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah, 2023.

[23] PT. ASDP Cabang Ambon, 2023.