Analisis Kemampuan Membayar (Ability To Pay) dan Keinginan Membayar (Willingness To Pay) Penumpang pada Rute Penyeberangan Aimere-Kupang

Main Article Content

Andi Kumalawati
Maria Marselina Uwa
Andi Hidayat Rizal

Abstract

Penentuan tarif yang tepat dan adil berdasarkan kemampuan dan keinginan penumpang untuk membayar memungkinkan layanan transportasi feri dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Namun, terdapat tantangan dalam menentukan tarif yang seimbang antara keberlanjutan penyedia jasa dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama di rute Aimere-Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan (Ability to Pay/ATP) dan keinginan (Willingness to Pay/WTP) penumpang dalam membayar tarif angkutan penyeberangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap penumpang feri di rute tersebut dan dianalisis menggunakan metode ATP dan WTP untuk menentukan nilai tarif yang optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata ATP sebesar Rp250.146, sedangkan nilai WTP sebesar Rp157.300. Tarif resmi saat ini sebesar Rp176.000 berada di antara kedua nilai tersebut, di mana ATP lebih tinggi dan WTP lebih rendah dari tarif resmi. Penumpang pada umumnya menganggap kenaikan tarif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak masih layak, asalkan diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian tarif dapat dilakukan, namun peningkatan kualitas layanan menjadi syarat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada penyedia jasa untuk fokus pada aspek pelayanan sebagai bagian dari strategi pengelolaan tarif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] Fitriani. E. 2011. Analisis Penetapan Tarif di Sesuaikan dengan Ekspektasi Penumpang Terhadap Pelayanan Kapal Ro-Ro Lintas Merak – Bakauheni. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.

[2] Kumalawati, A. 2018. Model Optimasi Rute Penyeberangan Di Wilayah Kepulauan. (Disertasi Sarjana, Univeritas Brawijaya).

[3] Kumalawati A., Sulistio H., Djakfar L., Wicaksono A. 2016. Analisis Karakteristik Pola Pengguna Transportasi Penyeberangan Feri di Wilayah Kepulauan NTT. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 2016. Fak Teknik Univ Muhammadiyah Surakarta. Pp. 19 – 27.

[4] Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 66 Tahun 2019 Tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan

[5] Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 108 Tahun 2022 Tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintasan Antar Kabupaten/Kota Dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur.

[6] Lestari, E. A., & Bakri, M. D. 2022. Analisis Tarif Angkutan Penumpang Transportasi Penyeberangan Rute Tarakan–Tanjung Selor. Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 6(3), 257-270.

[7] Canra, D., Tata, A., & Rauf, I. (2022). Analisis Kemampuan Dan Kemauan Membayar Tarif Pada Pengguna Jasa Moda Transportasi Kapal Laut (Studi Kasus: Rute Ternate-Sanana). Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja), 10(2), 123-128.

[8] Tamin, O.Z., Rahman, H., Kusmawati, A., Munandar, A.S., Setiaji, B.H., 1999. Evaluasi tarif Angkutan Umum dan Analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) di DKI Jakarta, Jurnal Transportasi, FSTPT, Vol. 1, No. 2 (Desember)

[9] Fauzi, A. R., & Munandar, M. A. 2018. Kajian Kinerja Pelayanan dan Tarif Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

[10] Suwarto, A. 2009. Penelitian kinerja pelayanan pelabuhan penyeberangan perintis Taipa, sulawesi Tengah, Jurnal Transportasi Darat, 11 (3) : 140 – 151

[11] Erwanto. 2014. Studi Tentang Pelayanan Jasa PT. ASDP Indonesia Ferry Dipelabuhan Penajam Kabupaten Paser Utama. Ejournal Ilmu Pemerintahan fisip-unmul , 2014, 2 (3) : pp.3046 – 3058.

[12] Badan Pusat Statistik, 2023. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. Kupang – NTT.

[13] Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta