Pengarusutamaan Rencana Program Mitigasi Perubahan Iklim dengan Pendekatan Kelembagaan di Kementerian Perhubungan
Main Article Content
Abstract
Sebagai upaya pengendalian dampak perubahan iklim, pemerintah Indonesia mendukung berbagai upaya mitigasi dampak perubahan iklim melalui komitmen nasional dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Sektor transportasi yang merupakan bagian dari subsektor energi berkontribusi penting dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sehingga menjadi bagian utama dari program mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi pengarusutamaan komitmen dan program perubahan iklim pada sektor transportasi berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan penerapan prinsip Whole of Government (WOG) dengan studi kasus pada sektor transportasi udara. Penelitian ini menggunakan data primer hasil Focus Grup Discussion (FGD) dan data sekunder dari berbagai dokumen yang relevan. Metode analisis menggunakan pendekatan analisis kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi yang akuntabel. Perencanaan dan koordinasi yang komprehensif antarpemangku kepentingan dan sumber daya manusia yang mampu menjalankan program secara optimal diperlukan sehingga dapat menjamin akurasi laporan penurunan emisi untuk menghindari perhitungan ganda. Di masa mendatang, keberhasilan pengarusutamaan program perubahan iklim di subsektor transportasi udara dapat menjadi patokan pembanding (benchmark) bagi subsektor transportasi lainnya.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Eckstein, David, et al. The Global Climate Risk Index 2021. Berlin: Germanwatch. //www.germanwatcg.org/en/cri
United Nations Framework Convention on Climate Change. ARTICLE 3. https://unfccc.int/resource/ccsites/tanzania/conven/text/art03.htm#:~:text=ARTICLE%203,PRINCIPLES&text=The%20Parties%20should%20protect%20the,differentiated%20responsibilities%20and%20respective%20capabilities.
Sunarti, et al. Inventarisasi Emisi GRK Sektor Energi. Pusdatin ESDM Kementerian ESDM (2019).
Jing Wu, Christian Zuidema, Gert de Roo. Climate policy integration on energy transition: An analysis on Chinese cases at the local scale . Elsevier. 2022. Volume 120, January 2022, 103469
Bissessar, A. M. (2009). Rethinking the Reform Question. United Kingdom: Cambridge Scholars Publishing.
Wanza L., Nkuraru J. K. (2016). Influence of Change Management on Employee Performance: A Case of University of Eldoret, Kenya. International Journal of Business and Social Science. 7(4), 190-199. ISSN 2219-1933 (Print), 2219-6021 (Online)
T. O. Nyumba, K. Wilson, C. J. Derrick, N. Mukh `erjee,“The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation,” Methods in Ecology and Evolution, Vol. 9, (2018) 20-32. https://doi.org/10.1111/2041-210X.12860
P. Kivima, P. Mickwitz, “Making the Climate Count. Climate Policy Integration and Coherence in Finland” The Finnish Environment 3, Edita Prima Ltd. Edita: Syke (2009).
Stolzer et al. (2011). Implementing Safety Management Systems in Aviation. United Kingdom: Routledge.
Sofaer, S. (1999). Qualitative methods: what are they and why use them?. Health Services Research 34:4 Part II (December 1999).
Indonesia’s State Action Plan to reduce GHG from Aviation Sector. Kementerian Perhubungan (2021).
Indonesia Net Zero Emission in Energy Sector and Consolidation Progress. Kementerian ESDM (Mei 2022).
Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2020 - 2024
Schneider, L. et al. (2019). Double counting and the Paris Agreement rulebook. Science. 366(6462), 180-183. https://doi.org/10.1126/science.aay8750
Aldy, J. E. (2021). Trying a Whole-of-Government Approach to Climate Change. The Environmental Forum, (Jan/Feb), 15.
Ellis, J., Moarif, S.. (2015). Identifying and Addressing Gaps in the UNFCCC Reporting Framework. OECD. 2015(7). https://doi.org/10.1787/2227779X