Dampak Sosial Pembangunan Pelabuhan Patimban pada Proses Alih Fungsi Lahan dan Keberlanjutan Mata Pencaharian Petani Sekitar

Main Article Content

Irfan Hudori

Abstract

Pembangunan Pelabuhan Patimban berdampak pada proses alih fungsi lahan pertanian, tambak dan pesisir seluas +372,02 Ha dan keberlanjutan mata pencaharian petani padi dan tambak yang ada di Desa Patimban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses alih fungsi lahan pertanian dan tambak menjadi kawasan pelabuhan, serta dampak sosialnya terhadap keberlanjutan mata pencaharian para petani dengan mereview kajian sosial rencana pembangunan Pelabuhan Patimban. Penelitian dilakukan di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan data penelitian kualitatif berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, proses alih fungsi lahan pembangunan Pelabuhan Patimban dapat diketahui berdasarkan konsep struktur, kultur, proses yang berdampak sosial pada keberlanjutan mata pencaharian petani di sekitarnya.

Kata Kunci: Alih Fungsi Lahan, Dampak Sosial, Keberlanjutan, Mata Pencaharian Petani, Pembangunan Pelabuhan Patimban.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Mizhar Anton S., Mardiyono, dan Wima Yudho Prasetya, “Evaluasi Dampak Kebijakan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Sekitar (Studi Kasus Pada PPP Tamperan Kabupaten Pacitan)”. Malang: Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2 No.11 (2014): 1010-1015.

Harry Hikmat, “Analisis Dampak Lingkungan Sosial : Strategi Menuju Pembangunan Berpusat Pada Rakyat (People Centred Development)”. Jakarta: Andalsos : Pascasarjana Manajemen Pembangunan Sosial-UI (2000).

Rusydi Syahra, “Eksklusi Sosial : Perspektif Baru Untuk Memahami Deprivasi dan Kemiskinan”. Jakarta: Jurnal Masyarakat & Budaya, Edisi Khusus (2010).

Agus Suherman dan Adhyaksa Dault, “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan dan Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Jembrana Bali”. Semarang: Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2 (2009): 24-32.

Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat sebagai Proyek Strategis Nasional.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 190 Tahun 2016 tentang Penetapan Dokumen Pra FS dan FS Pengembangan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Tim Survei JICA, “Rencana Tindak Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali (LARAP) Pelabuhan Patimban Kabupaten Subang”. Jakarta : Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (2016).

Badan Pusat Statistik (BPS), “Kabupaten Subang Kecamatan Pusakanagara Dalam Angka 2018”.

Lu’lu Kamarudin, Chairil Anwar, dan Yunus Sading, “Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali”. Palu: e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 12 (Desember 2006): 47-55.

M. Chairul Basrun Umanailo, “Marginalisasi Buruh Tani Akibat Alih Fungsi Lahan”. Surakarta: FAM Publishing, Cetakan I (Desember 2016).

Elisabeth Ante, Noortje M. Benu, dan Vicky R.B. Moniaga, “Dampak Ekonomi dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon”. Manado: Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907-4298, Volume 12 Nomor 3 (September 2016): 113-124.

Ismi Andari, Agus Suriadi, dan R. Hamdani Harahap, “Analisis Perubahan Orientasi Mata Pencaharian dan Nilai Sosial Masyarakat Pasca Alih Fungsi Lahan Persawahan Menjadi Lahan Industri”. Medan: Anthropos : Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya 4 (1) (2018): 1-8.

Abd. Haris, Lutfi Bagus Subagio, Fajar Santoso, dan Neni Wahyuningtyas, “Identifikasi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang”. Malang: Media Komunikasi Geografi, Vol 19, No. 1 (Juni, 2018): 114-120.

Ika Devy Pramudiana, “Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan”. Surabaya: Asketik, Vol. 1 No. 2 (Desember 2017): 63-71.

Zainab, “Dampak Sosial Ekonomi Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Masyarakat Petani (Studi Kasus Desa Tunggul Wulung, Kecamatan Lowokwaru, Malang)”. Malang: Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (2017).

Susvia Delta Kusdiane, Endriatmo Soetarto, dan Satyawan Sunito, “Alih Fungsi Lahan dan Perubahan Masyarakat di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang”. Bogor: Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan, Vol 6 No 3 (Desember 2018): 246-251.

Mochamad Najib, “Komersialisasi Lahan Sawah dan Tambak (Studi Alih Fungsi Lahan di Kab Sidoarjo)”. Surabaya: Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Airlangga (2018).

Ida Ayu Listia Dewi, I Made Sarjana, dan Ni Luh Made Pradnyawathi, “Dampak Sosial Ekonomi Alih Fungsi Lahan Pertanian Bagi Anggota Subak Kerdung di Kota Denpasar”. Denpasar: Jurnal Manajemen Agribisnis, Vol. 4, No. 2 (Oktober 2016): 159-169.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK 136/Menlhk/Setjen/PLA 4/2/2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pembangunan Pelabuhan Patimban.

Paulus Wirutomo. “Bahan Ajar : Mendefinisikan Pembangunan Sosial”, belum dipublikasikan.

Paulus Wirutomo, “Mencari Makna Pembangunan Sosial: Studi Kasus Sektor Informal di Kota Solo”. Depok: MASYARAKAT, Jurnal Sosiologi, Vol. 18, No. 1 (January 2013): 101-120.