Peran Sumber Daya Manusia Transportasi Penyeberangan dalam Meningkatkan Pelayanan Pariwisata di Danau Toba

Main Article Content

Jhonson Pardosi
Robert Sibarani
Nur Cahaya Bangun
Ilham Mirzaya Putra

Abstract

Sejak tahun 1955 tercatat telah terjadi 7 kali kecelakaan transportasi penyeberangan di Danau Toba yang disebabkan tabrakan hingga kelebihan muatan kapal. Human error dan Miss Management disinyalir menjadi satu diantara penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Kecelakaan-kecelakaan tersebut menjadi citra buruk destinasi wisata Danau Toba. Kecelakaan tersebut mengirimkan pesan kepada wisatawan tentang ketidakamanan dan kekhawatiran yang patut diwaspadaiPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui peran Sumber Daya Manusia dalam mendukung Standar Pelayanan Trasportasi Pariwisata di Kabupaten Samosir. Jenis penelitian berdasarkan jenis data dan analisis adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah sumber daya manusia transportasi; regulator, penyedia jasa penyeberangan, dan tenaga kerja transportasi danau di Kabupaten Samosir. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini ada 3 cara, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Peran regulator sebagai pembuat kebijakan, stimulator, dan fasilitator. Peran Penyedia Jasa Penyeberangan sebagai pelaksana kebijakan, organisator, dan operator. Peran Awak kapal sebagai pelaksana kebijakan, dan eksekutor, dan 2) Keamanan dan keselamatan transportasi penyeberangan di Danau Toba harus ditingkatkan dengan melibatkan sumber daya manusia transportasi dalam mendukung pelayanan pariwisata

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

H. A. Kusworo and J. Damanik, “Pengembangan SDM pariwisat: Agenda Kebijakan untuk Pembuat Kebijakan,” J. Ilmu Sos. dan Ilmu Polit., vol. 6, no. 1, pp. 105–120, 2002.

J. Clarke, “Marketing Management for Tourism,” in The Management of Tourism, 3rd ed., 1 Oliver’s Yard, 55 City Road, London EC1Y 1SP United Kingdom: SAGE Publications Ltd, 2001, pp. 102–118.

Perbendaharaan Negara, “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009,” vol. 2009, no. 75. Jakarta, pp. 31–47, 2009, [Online]. Available: https://pih.kemlu.go.id/files/uu_no_22_tahun_2009.pdf.

Peraturan Pemerintah Nomor 50, “Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025,” Pres. Republik Indones., pp. 6–7, 2011.

I. G. Pitana and I. K. S. Diarta, PENGANTAR_ILMU_PARIWISATA.pdf, 1st ed. Yogyakarta: Andi, 2009.

L. G. Jorgensen and D. Boilerehauge, “An analysis of a destination‟s image and the language of tourism.” Department of English, Cand.Ling.Merc., 2004.

S. D. F. Lopes, “Destination image: Origins, Developments and Implications,” PASOS. Rev. Tur. y Patrim. Cult., vol. 9, no. 2, pp. 305–315, 2011, doi: 10.25145/j.pasos.2011.09.027.

P. R. Indonesia, “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2012,” vol. 66. Sekretat Negara Republik Indonesia, Jakarta, pp. 37–39, 2012.

K. Zahra and T. Judiantono, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Tingkat Keamanan dan Keselamatan Angkutan Umum Penumpang di Kota Bandung ( Studi Kasus : Cicaheum – Ledeng ),” pp. 20–26.

B. H. Susilo and P. T. Esha, “Mengamati Keselamatan Penumpang Angkutan Sungai dan Danau,” J. Tek. Sipil, vol. 10, no. 1, pp. 74–90, 2019, doi: 10.28932/jts.v10i1.1384.