Analisis Tarif Pelayanan Jasa Tambat pada PT Pelindo (IV) (Persero) Cabang Parepare

Main Article Content

Rahmawati Djunuda
Azhar Aras Mubarak
Samaluddin Samaluddin

Abstract

Jasa tambat merupakan jasa yang diberikan untuk kapal bertambat pada tambatan dan secara teknis dalam kondisi yang aman, agar dapat melakukan kegiatan bongkar muat dengan aman dan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan tarif pelayanan tambat yang berlaku saat ini ditinjau dari sisi operator di Pelabuhan PT Pelindo IV (Persero) Cabang Parepare. Data dianalisis menggunakan metode Required Freight Rate (RFR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif pelayanan tambat yang berlaku sekarang sudah layak. Hasil perhitungan menunjukkan tarif minimal sebesar Rp158,79 GT/Etmal, sedangkan tarif yang berlaku sekarang sebesar Rp174,57 GT/ Etmal sehingga hasil perhitungan lebih besar dari tarif yang berlaku saat ini. Biaya operasional untuk pelayanan jasa tambat sudah dapat ditutupi oleh tarif yang berlaku saat ini. Akan tetapi, pihak operator dapat menaikkan lagi tarif tambat yang berlaku saat ini dengan lebih mengutamakan dan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa serta menambah fasilitas pelabuhan. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

R. Oktaparizi, E. Fatimah, and A. Azmeri, “Faktor Pengembangan Sarana Dan Prasarana Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue,” J. Tek. Sipil, vol. 1, no. 4, pp. 953–960, Feb. 2018, doi: 10.24815/jts.v1i4.10057.

K. K. P. Makassar, “Pelabuhan Pare-pare,” Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar. https://kkpmakassar. com/wilker/ppar (accessed Nov. 10, 2020).

P. P. I. I. (Persero), “Sistem Informasi IPC Cabang Palembang,” PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). https://www.palembangport.co.id/ (accessed Nov. 10, 2020).

Pemerintah Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Indonesia, 2008. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id /Home/Details/ 39060/uu-no-17-tahun-2008

Bambang Triatmodjo, Perencanaan Pelabuhan. Yogyakarta: Beta Offset, 2009.

Yudha Andrianto, “Analisis Kinerja Pelayanan Pemanduan Kapal Terhadap Waktu Tunggu (Waiting Time) di Pelabuhan Tanjung Perak,” Universitas Brawijaya, 2016. [Online]. Available: //repository .ub.ac.id/id/eprint/157356/

Abbas Salim, Manajemen transportasi. Jakarta: Rajawali Pers, 1993.

Alfian Zaki Ghufroni, “Analisis kinerja pelayanan dan tanggapan penumpang terhadap pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar di Kabupaten Situbondo,” Universitas Negeri Malang, 2012. [Online]. Available: //repository.um.ac.id/226611/

M. Idrus, G. Sitepu, S. Asri, A. S. Chariunnisa, and H. Djalante, “Identification Of Role Of Feeder, Collecting and Local Ports In Sulawesi Corridor In Supporting The National,” Int. J. Eng. Sci. Appl., vol. 2, no. 2, p. 10, 2015.

B. Sudjasta, “Pelayanan Kapal Dan Barang Di Pelabuhan Cilacap,” Bina Tek., vol. 12, no. 2, p. 195, Aug. 2017, doi: 10.54378/bt.v12i2.73.

M. M. Rohani, D. C. Wijeyesekera, and A. T. A. Karim, “Bus Operation, Quality Service and The Role of Bus Provider and Driver,” Procedia Eng., vol. 53, pp. 167–178, 2013, doi: 10.1016/j.proeng.2013.02.022.

C. Nasril, “Kajian Upaya Peningkatan Produksi Bongkar Muat Di Pelabuhan Pantoloan Dalam Rangka Menekan Lama Kapal di Tambatan,” War. Penelit. Perhub., vol. 25, no. 5, p. 328, Jan. 2019, doi: 10.25104/warlit.v25i5.735.

T. Litman, “Valuing Transit Service Quality Improvements,” J. Public Transp., vol. 11, no. 2, pp. 43–63, Jun. 2008, doi: 10.5038/2375-0901.11.2.3.

Benny Agus Setiono, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pelabuhan,” J. Apl. Pelayaran dan Kepelabuhanan, vol. 1, no. 1, 2010, doi: 10.30649/japk.v12i1.75.

Teteng, “Efisiensi Kinerja dan Biaya Pelabuhan Terhadap Ekspor Barang Melalui Angkutan Laut,” J. Manaj. Teknol., vol. 10, no. 3, pp. 242–254, 2009.

A. E. Zlatoudis, “Urban Sea Transportation in Greece, The case of Skiathos,” Transp. Res. Procedia, vol. 24, pp. 418–424, 2017, doi: 10.1016/j.trpro.2017.05.092.

Siti Rofiah Afriyanah, “Perhitungan Biaya Angkutan Penyeberangan Lintas Tarakan-Toli Toli,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 16, no. 2, 2014, doi: 10.25104/jptd.v16i2.222.

Kementerian Perhubungan, Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM. 002/38/13/18/DJPL-11 Tentang Standar Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan. Indonesia.

Kementerian Perhubungan, Peraturan Menteri Perhubungan No 63 Tahun 2010 Tentang Standar Kinerja Operasional Kapal Angkutan Laut Dalam dan Luar Negeri. Indonesia, 2010.

X. Hu, L. Zhao, and W. Wang, “Impact of perceptions of bus service performance on mode choice preference,” Adv. Mech. Eng., vol. 7, no. 3, p. 168781401557382, Mar. 2015, doi: 10.1177/1687814015573826.