Efektivitas dan Efisiensi Program Tol Laut berbasis AHP (Studi Kasus: Pelabuhan Tahuna)
Main Article Content
Abstract
Abstrak
Tol laut merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, pemerataan distribusi barang dan mengurangi disparitas harga antara wilayah Barat Indonesia dan wilayah Timur Indonesia. Perencanaan tol laut dimulai pada akhir tahun 2015 dan telah berjalan selama tiga tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program tol laut sekaligus menganalisa faktor dan subfaktor yang menjadi prioritas utama dengan menggunakan metode analisis Analitical Hierarchy Process (AHP). Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dengan melakukan wawancara terhadap responden untuk pengisian kuesioner dalam penentuan nilai pembobotan yang kemudian diolah dengan menggunakan AHP dan nilai variabel yaitu nilai yang diberikan oleh responden terkait kondisi dari kriteria dan subkriteria berdasarkan Skala Likert. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut yakni berupa data realisasi tol laut terkait jumlah pelayaran, jumlah muatan, dan jenis muatan. Penelitian dilakukan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Surabaya selaku operator kapal tol laut pada trayek 4. Responden dalam penelitian ini meliputi Kepala Urusan Pemasaran Penjualan Jasa, Staf Administrasi dan Umum, Manajer Tol Laut, dan Kepala Sub Cabang Tahuna. Penelitian ini dibatasi hanya untuk trayek 4 yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak – Makassar - Tahuna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa program tol laut berjalan cukup efektif. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensinya, faktor yang harus diutamakan adalah faktor infrastruktur dan faktor biaya. Adapun subfaktor yang perlu diprioritaskan adalah subfaktor multimoda, subfaktor infrastruktur sekitar pelabuhan dan subfaktor biaya kontainer.
Kata kunci: AHP, efektivitas program, efisiensi distribusi, faktor prioritas, tol laut.
Abstract
The Effectiveness and Efficiency of Sea Highway Program Based on AHP (Case Study: Tahuna Harbour): Sea highway is an Indonesian government program that aims to improve connectivity between regions, equitable distribution of goods and reduce price disparities between Western and Eastern regions of Indonesia. Sea highway planning began at the end of 2015 and has been running for 3 years. The purpose of this study was to analyze the effectiveness and efficiency of the implementation of the sea highway program and analyze the factors and sub factors that were the top priority using the Analitical Hierarchy Process (AHP) analysis method. The data collected were primary and secondary data. Primary data collection were done by asking respondents to fill in the questionnaire that determined the value which was then processed using AHP and variable values, namely the value given by the respondent related to the condition of the criteria and sub-criteria based on a Likert Scale. Secondary data was obtained from the Directorate of Sea Traffic and Transport in the form of Sea highway realization data related to the number of shipping, the number of loads, and the type of cargo. This research was conducted to PT. Pelayaran Nasional Indonesia Surabaya Branch as the ship operator of the sea highway route 4. The respondents in this study were the Head of Marketing Services Sales Services, Administrative and General Staff, Sea highway Managers, and the Head of Tahuna Sub-Branch. This study was limited to route 4 that passed through the Port of Tanjung Perak - Makassar - Tahuna. The results showed that the sea highway road program was quite effective. To increase its effectiveness and efficiency, infrastructure and cost factors must be prioritized. Meanwhile the sub factors that needed to be prioritized were multimodal, infrastructure around the port and container cost.
Keywords: AHP, program effectiveness, distribution efficiency, factor priority, maritime highway road.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
[1] E. Murniningtyas , "Pengelolaan Ekonomi Maritim yang Mandiri dan Berkelanjutan," in National Work Meeting and National Conference, Wakatobi, 2015.
[2] World Economic Forum, "The Global Competitiveness Report 2017-2018," 2018.
[3] Supply Chain Indonesia, "Kumpulan Data Transportasi Barang Indonesia," 2016.
[4] Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri, "Pola Subsidi pada kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang di Laut (Tol Laut)," Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Jakarta, 2018.
[5] N. Mittal and D. McClung, "Shippers’ Changing Priorities in Port Selection Decision – A Survey Analysis Using Analytic Hierarchy Process (AHP)," Journal of the Transportation Research Forum, vol. 55, pp. 65-81, 2016.
[6] Y. Rahadian Perdana , "Analisis Rantai Pasok Semen di Papua Barat," Publikasi Ilmiah UMS, pp. 188-189, 2014.
[7] A. Budipriyanto, B. Wirjodirdjo, I. Nyoman Pujawan and S. Gurning, "A Simulation Study of Collaborative Approach to Berth Allocation Problem under Uncertainty," The Asian Journal of Shipping and Logistic, vol. 33, pp. 127-139, 2017.
[8] H. Fahmiasari and D. Parikesit, "Container Shipping Network Efficiency Comparison in Indonesia: Nusantara Pendulum and Sea Tollway," The Asian Journal of Shipping and Logistics, vol. 33, pp. 079-084, 2017.
[9] Young-Tae Chang, Sang-Yoon Lee and J. L.Tongzon, "Port Selection Factors by Shipping Lines: Different Perspectives between Trunk Liners and Feeder Service Providers," Marine Policy, vol. 32, pp. 877-885, 2008.
[10] M. Kadarisman, Yuliantini and S. Abdul Majid, "Formulasi Kebijakan Transportasi Laut," Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, vol. 3, pp. 161-183, 2016.
[11] Dr. Ibrahim, MA, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta , 2015.
[12] T. L. Saaty, "How to Make a Decision: The Analytic Decision Process," Journal of Operational Research, vol. 48, pp. 12-18, 1990.
[13] Chien-Chang Chou, "AHP Model for The Container Port Choice in The Multiple-Port Region," Journal of Marine Science and Technology, vol. 18, pp. 221-232, 2010.
[14] J. L.Tongzon, "Port choice and freight forwarders," Transportation Research Part E-Logistics and Transportation Review, vol. 45, pp. 186-195, 2008.
[15] N. Kutin, T. Thuy Nguyen and T. Vallée, "Relative Efficiencies of ASEAN Container Ports based on Data Envelopment Analysis," The Asian Journal of Shipping and Logistic, vol. 33, pp. 067-077 , 2017.
[16] Chia-Hsun Chang and V. V.Thai, "Shippers’ Choice Behaviour in Choosing Transport Mode: The Case of South East Asia (SEA) Region," The Asian Journal of Shipping and Logistic, vol. 33, pp. 199-210, 2017.
[17] N. W. Budiani, "Efektivitas Program Penanggulangan Pengangguran Karang Taruna Eka Taruna Bhakti Desa Sumerta Kelod Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar," Jurnal Ekonomi dan Sosial, vol. 2, pp. 49-57, 2009.