Analisis Dampak Penerapan Asas Cabotage Terhadap Peningkatan Daya Saing Lembaga Klasifikasi Nasional Studi Kasus Wilayah Kepulauan Riau
Main Article Content
Abstract
Commitment to implement cabotage principle has been initiated bij Presidential Instmction No. 5 /
2005 on the Empowennent of Domestic Shipping Industnj and strengthened biJ I.mu No. 17 of2008
on Shipping. 171is gives a positive impact to increase activities of domestic ship classification. Its
grawth is also supported biJ a number of foreign classifications which also operate in Indonesia.
177e implementation of cabotage principle is not just related to crews and cargoes on board, but also to
the obligation of vessel class to national classification. Activities of ship classifications are to register
and collect physical and tedmical of ship, ownership and flag entitle to fly in order to promote safehJ
and seaworthiness aspects. Currently national classification has registered abaut 90 % of tl7e total
Indonesian flag ships. But t11e problem that still appeared is less confident anwng ship-owners and
insurance to tl7e result of national classification.
As a consequence there is no equalihJ with other similar international classification bodies. Therefore,
analysis and evaluation of the impact occurred for national ship classification in line with cabotage
principle stated in Presidential Instruction No. 5 / 2005. Selected location of SUrvetj is Riau Islands on
the consideration that tl7e number of shipiJards (national and foreign) operating there are more than
otl7er region and also number of ship calls tend to increase.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Anita M. Rothblum, Human Error and Marine Safety, U.S. Coast Guard Research &
DevelopmentCen ter ,http: I I www.geovs.com/ uploaded I Human Error
and_Marine_Safety.pdf (diakses 10 oktober 2010).
Anto Dayan (1983), Pengantar Metode Statistik, Jilid I, LP3ES, Jakarta.
Doug O'Reilly, Naval Ship Safeh; Management, http:/ /www.cfc.forces.gc.ca/papers/
otherpublications/72 oreilly.pdf (diakses 12 novemner 2010)
Parasurarnan, A, Zeithami, Valeria A Berry, Leonard (1989), A Conceptual Model of Service
QualihJ and Its Implication for Future Research, The Free Press, New York.
Parasuraman, A., Zeithami, Valeria A., Berry, Leonard (1989), Delivering Qualihj Service:
Balancing Customer Perceptions and Expectation, The Free Press, New York.
Rangkuti Freddy (2006), Analisis SWOT: Teknik Mem.bedah Kasus Bisnis, Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Sarwono Kusumaatmadja (2006), Kepentingan Daerah di Dalam Industri Maritim dan
Perikanan, Makalah dalam Seminar di Bappeenas, Jakarta.
Saut Gurning (2010), Perkem.bangan Pemesanan Kapal dari Indonesia Periode 2008-2009,
http:/ / www.its.ac.id/personal/files/material/ (diakses 1 novem.ber 2010)
Sianipar J.P.G dan Entang HM (2001), Teknik Analisis Manajemen (TAM), Bahan Ajar
Diklatpim Tingkat ill, Jakarta.
Siregar, Muchtarudin (1990), Beberapa Masalah Ekonomi dan Management Pengangkutan,
Lem.baga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Supranto, J. (1992), Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan, Cetakan Kedua, PT Rineka Opta,
Jakarta.
- - - - (1993), Analisis Statistik Multivariat, Unit Pelayanan Statistika Jurusan Matematika,
FMIP A Universitas Pajajaran, Bandung - Indonesia.
- - - - (2008), Boks ill - Perkem.bangan Industri Galangan Kapal (Shipyard) Indonesia
Periode 2005-2007, Kajian Ekonomi Regional Provinsi Kepulauan Riau Triwulan I- 2008,
http : I I www.bi.go.id/ NR/ rdonlyres/ 8874BA13-83Fl-4EF0-99C6-
CE1AFCC2804A2F/16/ (diakses 1 oktober 2010).
*) SlNaual Architecture (Unhas- Makassar, 1987), 52 Genie Portuaire et C.Otier (Univ. du Havre - Perancis,
, Peneliti Madya Bidang Transportasi Laut, Kepala Bidang Program dan Evaluasi- Puslitbang Perhubungan Laut.