Kajian Angkutan Umum Sebagai Pendukung Kegiatan Di Wilayah Pedesaan Propinsi Banten
Main Article Content
Abstract
Typical of public transportation in Banten is dominated by small-mini bus with capacity of12 passengers. The system of this public transportation has already arranged by local government. The villagers usually waiting for this public transportation on the side of the street near their village since there is very rare ofbus stop in Province Banten. One of the most common transportation challenges today in Provision Banten is keeping up with the rapid villagers' population growth. This population growth directly affects existing public transportation capacity and congestion levels - which directly affects the distribution ofharvest since the congestion used to happened and seen in many street not
far from traditional market, school, hospital and some road travelled. Road safety has not seen as
priority for the public transportation in Banten, as it seen from the vehicles'feasibility, driver's behave
ior that require regular supervise and from the passengers view as well since they tend to ignore the safety as long as their need of transportation fulfilled. The operational movement ofpublic transportation in Banten can be divided into three categories; based on time (busy time and unoccupied), purpose of travel (working, school, and shopping), and type of activity (eg: household business). Public transportation in Province of Banten serves two cities and four districts including 1.207 dependent villages, and reliant villages and any other kinds ofvillage. The result of this study is kind of recommendations for the regional government in order to improve the safety road moreover the quality ofpublic transportation service in Province ofBanten.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Warta Penelitian Perhubungan by Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Based on a work at //ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/warlit/index.
References
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah
Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan
Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
Keprnen Perhubungan No.KM 35 Tahun 2003 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang
di Jalan Dengan Kendaraan Umurn
Kepmen Perhubungan No, KM 63Tahun1993 Tentang Persayaratan Ambang batas Kelaikan
jalan Kendaraan Bermotor, Kereta Ruang Gandengan, Kereta Tempelan, Karoseri dan
Bak Muatan serta Komponennnya.
Permen Perhubungan No. KM 14 Tahun 2006 Tentang Manajemen dan Rekayasa lalu
Lintas
PP RI No. 41 Tahun 1993 Tentang Angkutan Jalan
PP RI No. 42 Tahun 1993 Tentang Pemeriksaan Kendaraan Berrnotor Di Jalan
PP RI No. 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana Dan lalu Lintas Jalan
PP RI No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan Dan Pengemudi
PP RI No. 38 Tahun 2007 Tentang Kewenangan Pemerintah Dan Kewenangan Propinsi
sebagai Daerah otonom
Morlok, Edward K. 191. Pengnntnr Tek11ik rfn11 Pae11cn11nn11 Tmnsportnsi, Jakarta, Penerbit
Erlangga.
Poemomosidhi, I.F, 2001, Fungsi dim Manfaat Pengangkutan, Bahan Kuliah Pengantar
Transportasi pada Program Pascasarjana Ilmu Llngkungan, Universitas Indonesia, Jakarta
Badan Pusat Statistik, Tahun 2008, Propinsi Bnnten Dnlnm Angkn, Jakarta