Pengaruh Depo Lini Dua untuk Mengoptimalkan Waktu Tunggu Tiga Hari di Pelabuhan
Main Article Content
Abstract
Berbagai faktor teridentifikasi mempengaruhi Waktu Tunggu (WT), namun faktor yang paling mempengaruhi adalah banyaknya proses perijinan yang harus dilalui untuk melaksanakan bongkar-muat peti kemas. Pembenahan proses DT yang telah dilakukan pemerintah meliputi perbaikan arus barang, otomasi menggunakan sistem teknologi informasi, hingga pembenahan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyediaan fasilitas pelayanan di lapangan penumpukan dengan menggali potensi pengembangan usaha depo petikemas di Lini 2. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah penedekatan analisis trend, dan metode perhitungan rasio lapangan penumpukan dan WT. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi, pada pelabuhan yang diteliti, demand throughput petikemas JICT 2017 yaitu sebesar 1,620,777 TEU’s, diperoleh angka YOR pada posisi 61.25% pada WT 3 hari. Kapasitas dan luas lapangan penumpukan efektif di Terminal saat ini sangat memadai hingga dapat menampung throughput demand pada tahun 2030 yang sebesar 3,499,099 TEU’s dengan kapasitas terpasang sebesar 6,615,625 TEU’s menggunakan Tier 5, maka YOR diestimasikan sebesar 52.89%.
Downloads
Article Details
Section
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Jurnal Penelitian Transportasi Laut by Puslitbang Transportasi Laut, SDP is licensed under a CC BY-NC-SA
Based on a work at https://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnallaut/
References
Anita, S. L., dan Asmadewa, I. (2017). Analisis Dwelling TIME Impor Pada Pelabuhan Tanjung Priok Melalui Penerapan Theory of Constraints. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 1(1)
Arianto, Dedy. (2009). Kajian Antisipasi Kongesti Di JICT I Tanjung Priok, Warta Kajian Perhubungan, Badan Kajian dan Pengembangan Perhubungan, Jakarta–Indonesia.
Artakusuma, Afif. (2012). Analisis Import Container Dwelling Time Di Pelabuhan Peti Kemas Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Program studi Teknik Sipil, ITB, Bandung, Anggraheni, Wahyu P., 2012, Kajian Perhitungan Dwelling Time Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Jasa Kepelabuhanan, Jurnal Kajian Transportasi Laut, Badan Kajian dan Pengembangan Perhubungan, Jakarta–Indonesia.
Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. (2013). Kebijakan Dalam Menurunkan Dwelling Time Di Pelabuhan Utama. Jakarta.
Fadlilah, Raden Arief. (2018). Pengaturan Dwelling Time PT Pelindo II di Pelabuhan Panjang. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Lampung. Bandar Lampung
Indriastiwi, Fitri. (2011). Kajian Lama Penumpukan Yang Ideal Dikaitkan Dengan Luas Penumpukan Petikemas Dalam Rangka Mengantisipasi Kongesti Di Terminal Petikemas Surabaya. Badan Kajian dan Pengembangan Perhubungan, Jakarta–Indonesia.
Merckx, Filip. (2005). The Issue of Dwell Time Charges to Optimize Container Terminal Capacity, IAME 2005 Annual Conference. Limassol Cyprus