Pengembangan Fasilitas Penunjang Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Biak

Main Article Content

Bambang Siswoyo
Abdy Kurniawan

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, terdiri dari 2 (dua) pulau kecil yaitu pulau Biak dan pulau Numfor, serta lebih dari 42 buah pulau sangat kecil yang berada di sebelah utara daratan papua dan berseberangan langsung dengan Samudera Pasifik. Posisi ini menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai salah satu tempat yang strategis dan penting untuk berhubungan dengan dunia luar terutama negara-negara di kawasan Pasifik, Australia atau Philipina. Letak geografis ini memberikan kenyataan bahwa posisinya sangat strategis untuk membangun kawasan industri, termasuk industri pariwisata. Pelabuhan Biak menjadi sarana bangkitnya perdagangan antar pulau bahkan perdagangan antar negara. Pelabuhan ini dapat menggerakkan roda perekonomian, berbagai jenis usaha akan tumbuh mulai dari skala kecil sampai dengan usaha skala besar, harga-harga berbagai jenis produk akan lebih terjangkau mulai dari produksi dalam negeri sampai dengan luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi ketersediaan fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di pelabuhan Biak saat ini untuk memberikan rekomendasi terkait pengembangan kebutuhan fasilitas penunjang keselamatan pelayaran di Pelabuhan Biak ke depan. Metode analisis data dalam penelitian adalah analisis gap. Gap analysis atau analisis kesenjangan merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam tahapan perencanaan maupun tahapan evaluasi kinerja. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Bambang Siswoyo, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

Abdy Kurniawan, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

References

Pelabuhan Kolaka Untuk Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Kolaka, Tugas Akhir, Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, 2005. Semarang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor, Propinsi Papua Dalam Angka Tahun 2013, Biak Numfor.

Tebiary Lepius, Setijo Prajudo, dan Edwin Matatulla, Analisa Kinerja Fasilitas Pelabuhan Amahai Dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Pulau Seram, Program Pascasarjana Teknologi Kelautan, FTK-ITS, Surabaya, Email: tebiary09@.mhs.na.its.ac.id, Jurusan Teknik Perkapalan, FTKITS, Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan, 9-10 Desember 2010.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Jakarta.

Refina Anandya Syahputri, Hangtuah Salim, Perencanaan Layout Dan Tipe Dermaga Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Sauh, Batam, Program Studi Teknik Kelautan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl Ganesha 10 Bandung 40132, refina_anandya@yahoo.com dan hangtuah@ocean.itb.ac.id.

Cahyo Eko Putranto, Studi Kemitraan Pemerintah dan Swasta Dalam Pengelolaan Alur Pelayaran Barat Surabaya, Fakultas Tehnik, Program Pasca Sarjana UI, Juli 2011, Depok.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Kepelabuhanan, Jakarta, 2010.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Nomor 414 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional, Jakarta, 2012.

Kramadibrata, Soedjono. 2002. Perencanaan Pelabuhan. Bandung: Penerbit ITB.

Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Alfabeta, Bandung, 2007.

Murdiyanto, Bambang. Pelabuhan Perikanan. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut, Bogor, 2004.

Kepelabuhanan dan fasilitasnya, Wikipedia, halaman ini terakhir diubah pada 01.25, 22 Maret 2014.