Identifikasi Fasilitas 24 Pelabuhan di Indonesia Menggunakan Analisis Cluster dan Analysis Hierarchy Proccess

Main Article Content

FITRI INDRIASTIWI

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi pelabuhan yang memiliki fasilitas dan peralatan yang paling baik. Analisis menggunakan analisis cluster dan AHP. Dari pembagian cluster atau kelompok untuk beberapa variabel yaitu panjang alur, Kedalaman alur, luas kolam pelabuhan, Kedalaman kolam maksimum, panjang dermaga, kedalaman dermaga, luas gudang. Pelabuhan yang dianalisis adalah 24 pelabuhan yang akan direncanakan untuk melayani pergerakan tol laut. Menurut data dari Ditjen Perhubungan laut maka ke-24 pelabuhan tersebut adalah: Malahayati, Belawan, Batam (batu ampar) Jambi, Boom Baru, Teluk Bayur, Panjang, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Kupang, Bitung, Pantoloan, Makassar, Bau-bau, Ternate, Ambon, Sorong, Jayapura, Merauke. Dari hasil analisis cluster rata-rata terbagi menjadi 3 kelompok, hanya variabel kedalaman dermaga yang terbagi menjadi 4 kelompok. Hasil dari AHP menunjukkan Pelabuhan yang memiliki bobot yang paling tinggi adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, Makassar, dan Batam. Pelabuhan tersebut menempati posisi lima teratas yang memiliki bobot paling besar. Kelima pelabuhan tersebut untuk kondisi saat ini sudah merupakan pelabuhan yang memiliki kedalaman alur laut, luas kolam,kedalaman kolam maks, Panjang Dermaga, Kedalaman Dermaga, Luas Gudang, Luas Lapangan Penumpukan, serta Luas Container yard yang paling baik dari 24 pelabuhan yang dianalisis.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

FITRI INDRIASTIWI, Puslitbang Trasnportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Kementerian Perhubungan

References

-----,Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;

-----,Keputusan Menteri Perhubungan No KP 414 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional;

-----,Studi Penetapan Pelabuhan Yang Dapat Melayani Kapal-Kapal Cruise (Kapal Wisata), Puslitbang Perhubungan Laut, 2010;

Sjafrrudin,Ade,dkk, Perancangan Dermaga Khusus Kapal Penumpang Di Pelabuhan Benoa – Pulau Bali, Simposium III FSTPT, ISBN no. 979 -96241-0-X,2010;

Sugiana Ugan, dkk, Analisis Kebutuhan Dermaga Khusus Kapal Penumpang Dan Fasilitasnya Dalam Mengantisipasi Kenaikan Permintaan Di Pelabuhan Tanjung Priok, Master Thesis Architecture, Planning and Policy Development, ITB, Bandung,1999;

-----, Penelitian Optimalisasi Dan Pengembangan 25 Pelabuhan Strategis, Puslitbang Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Jakarta, 2010;

-----, Penelitian Sistem Bongkar Muat Barang di Terminal Konvensional Pelabuhan Tanjung Perak, PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III, Surabaya,2002;

Indriastiwi, Fitri, dkk, Kajian Pengembangan Kapasitas dan Fasilitas Pelabuhan Tanjung Wangi dalam Mengantisipasi Pertumbuhan Industri dan Perdagangan daerah hinterland, Puslitbang Perhubungan Laut Jakarta, 2010;

-----,Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan

-----,Informasi 25 Pelabuhan Strategis Indonesia, www.dephub.go.id, tanggal download 4 Januari 2013;

Solossa, A.Y, Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Laut Sorong Di Kota Sorong, Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.10, September, 2013;

-----,Studi Rencana Induk Pelabuhan Benoa, Ditjen Perhubungan Laut, 2013;