Konsepsi Wirausaha: Komponen Utama Permintaan Transportasi
Main Article Content
Abstract
Transportasi diartikan sebagai kegiatan “pemindahan” barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Demikian pula wirausaha diartikan “memindahkan” berbagai sumber ekonomi dari suatu wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Asumsi ini tercermin dalam literatur konvensional yang menekankan bahwa transportasi dan wirausaha keduanya berfungsi “memindahkan” (sumber daya ekonomi) sebagai permintaan turunan. Keduanya merupakan ekspresi dari fungsi penawaran dan permintaan yang dibedakan secara spasial dan dengan demikian dianggap “berasal” dari kegiatan lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana konsepsi wirausaha memengaruhi permintaan transportasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang secara eksploratif mencari penemuan baru terkait pengaruh wirausaha terhadap transportasi. Perluasan makna, maksud, dan tujuan hubungan transportasi dan wirausaha menggeser paradigma transportasi menjadi seperti halnya perjalanan untuk mencapai tujuan besar. Perjalanan sebenarnya merupakan suatu penemuan tidak tercapai dalam mencari tanah baru, tetapi dengan cara melihat dengan mata baru. Bila dahulu tujuan transportasi diartikan sebagai mencari tanah baru, kini tujuan diartikan dengan melihat dengan mata baru. Mata wirausaha mengubah paradigma transportasi dari sekedar memindahkan dari tempat asal ke tempat tujuan, menjadi memindahkan dari wilayah produktivitas rendah ke wilayah produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Konsepsi wirausaha secara katalis berpengaruh terhadap transportasi, yang tidak hanya berarti memindahkan dalam arti riil, melainkan juga dalam arti tidak riil / abstrak. Dengan kata lain, transportasi memindahkan informasi yang terhubung cyber dan/atau uang melalui e-banking. Dahulu transportasi berarti memindahkan barang, sedangkan wirausaha berarti memindahkan jasa. Transportasi adalah permintaan turunan versus wirausaha sebagai permintaan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, permintaan transportasi turunan tanpa komponen wirausaha tidak akan berjalan dengan benar. Kedua, konsepsi wirausaha sebagai komponen utama transportasi turunan telah dapat menciptakan lompatan besar dalam empat jenis derived demand meliputi: (1) Direct Derived Demand, (2) Indirect Derived Demand, (3) Derived Demand for Labour, dan (4) Derived for Capital. Bahkan secara masif, berhasil membangun beragam infrastruktur konektivitas jalan hingga infrastruktur pelayanan masyarakat.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Jurnal Penelitian Transportasi Laut by Puslitbang Transportasi Laut, SDP is licensed under a CC BY-NC-SA
Based on a work at https://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnallaut/
References
[1] Rahardjo Adisasmita, “Dasar-dasar Ekonomi Transportasi” (book style), Edisi Pertama – Yogyakarta, Gerakan Ilmu, 2010. xii + 208 halaman, jil.: 23 cm, ISBN :978-979-756-648-7.
[2] Jean-Paul Rodrigue, “Challenging the Derived Demand Transport demand Tesis: Issues in Freight Distribution” Environment & Planning A, Vol, 38 No.8, pp.1449-1462, All content following this page was upload by : on 02 Juli 2014.
[3] Herry Gynawan, SE,MM “Pengantar Transportasi dan Logistik, (book style) Edisi 1 – cetakan 2 Jakarta – Rajawali Press, 2015, vii, 234 hal. 23 cm. Bibliografi Hlm, 231 ISBN-978-979-769-783-9
[4] Isna Rifka Sri Rahayu, Muhammad Idris (Tim redaksi Kompas), “Apa Yang Dimaksud Dengan Wirausaha dan Sifatnya ?”. Sumber : https://money. kompas.com/read/2022/01/02/130232826/apa-yang-dimaksud-dengan-wirausaha-dan-sifatnya?. Senin, 03 Januari 2022.
[5] Osborne, David. dan Ted Gaebler. “Mewirausahakan birokrasi, Penerjemah : Abdul Rosyid – Jakarta : Pustaka Binaman Presindo, 1996. Ix,410 hlm : 24 cm (seri umum no. 17) ISBN 979-442-043-3. Judul asli : Reinventing government : How the entrepreneurial spirit is transforming the sector. 1. Badan penerbit : Amerika Serikat.
[6] Kenichi Ohmae, “The Next Global Stage, Chalengges and Opportunities in Our Bordeless World.” Tantangan dan Peluang di Dunia yang Tidak Mengenal Batas Kewilayahan”.. Aloh bahasa : Ahmad Fauzi S.S. Hlm. 25, 2005. Ideas Action Impact Wharton Scholl Publishing.
[7] Osborne, David dan Peter Plastrik, “Memangkas birokrasi penerjemah Abdul Rosyid, Ramelan – Jakarta Penerbit PPM, 2000. Ix,326 hlm.: 23 cm – (Seri Management Strategi no.3) ISBN 979-442-107-3. Judul Asli: Banishing bureucrazy : the five strategies for reinventing government. 1. Badan pemerintah : Amerika Serikat. 2. Birokrasi – Amerika Serikat. 3. Kewirausahaan – Amerika Serikat. 1. Plastrik, Peter. II. Judul. III. Seri 350-de20
[8] Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Tata Nilai (Visi Keilmuan/Scientific Vision)
[9] Rodrigue, J. Comtois, C & Stack,B. (2006), Geografi Sistem Transportasi, London, Routledge, Taylor dan Grup Francois.
[10] W. Lawrence Neuman. Social Research methods, Qualitative and Wisconsin at Whiitewater. Sumber: Http://www.ryerson.ca/-mjoppe/ResearchProcess/ Qualitative Methodes
[11] Prof. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Research Development, Email : sugiyono_ft@yahoo.com, Penerbit ALFABETA, CV. Jl. Gegerkalong Hilir No.84 Bandung. Email :alfabetabdg@yahoo.go.id. Website : www.cvalfabeta.com, Telepon 022-20008822, Faks : 022-2020373. ISBN : 979-8433-64-0. Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
[12] Jean-Paul Rodrigue, (2014), Challenggeng The Derived Demand Transport Demand Thesis : Issues in Freight Distribution. Departement Economics & Geography Hofstra University, Hemstead, New York 11549, USA.
[13] Adam Baron and Thomas Brock, (2023). Derived Demand : Difinisi, Cara Menghitungnya, dan kegunaannya. https://investopedia-com.translate.ggog/terms/d/derived_demand.
[14] Bank Dunia di Indonesia, Pembangunan Infrastruktur Transportasi berkelanjutan di Indonesia. https://id.wikipedia.org.wiki,grup_bank_dunia.
[15] M.N. Nasution, APU, “Managemen Transportasi” Penerbit Ghalia Indonesia, cetakan Pertama Edisi Keempat, Juli 2015. Jl. Rancamaya KM: 1 No.47 Warung Nangka, Ciawi – Bogor 16720. Xii 364 hlm; 175mm x 250 mm. ISBN: 978-979-450-696-7.
[16] Ida Charlina Limbong, World bank group, bank dunia di Indonesia, Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Kementerian Keuangan Republik Indonesia