Evaluasi Efektivitas Pelayanan Angkutan Laut Perintis di Pulau Sumatera (Studi Kasus: Rute R-01)

Main Article Content

Dienda Rieski Pramita
Imbang Danandjojo

Abstract

Pelayanan angkutan laut perintis perlu dinilai apakah sudah dilakukan dengan tepat untuk menghindari adanya suatu wilayah yang telah berkembang tetapi masih dilayani oleh angkutan laut perintis, sementara daerah yang benar-benar terpencil belum terlayani. Tujuan kajian adalah menganalisis dan mengevaluasi efektivitas pelayanan angkutan laut perintis di Sumatera khususnya pada rute R-01. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode quantitatif Travelling Salesman Program untuk mengetahui rute yang paling efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dapat dilakukan rerouting terhadap rute perintis yang ada saat ini. Dengan asumsi kapal perintis hanya singgah tepat satu kali pada setiap pelabuhan, maka jarak yang ditempuh juga semakin berkurang sehingga diharapkan dapat mengurangi lamanya 1 round voyage. Beberapa aspek pelayanan angkutan laut perintis yang masih dinilai belum bagus adalah rute atau jarak tempuh kapal perintis, frekuensi kunjungan kapal, serta lama satu round voyage kapal perintis.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Dienda Rieski Pramita, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

Imbang Danandjojo, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

References

Moenir. 1995. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Danandjojo, Imbang. 2010. AksesibilitasJaringan Transportasi di Kawasan Timur Indonesia (Studi Kasus : Provinsi Maluku dan Maluku Utara). Badan Litbang Perhubungan. Jakarta.

Puslitbang Perhubungan Laut. 1991. Angkutan Perintis Terpadu. Badan Litbang Perhubungan. Jakarta.

Puslitbang Perhubungan Laut. 1994. Kajian Pelaksanaan Angkutan Laut Perintis. Badan Litbang Perhubungan. Jakarta.

Danandjojo, Imbang. 1998. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disinggahinya Suatu Wilayah di KTI (Kawasan Timur Indonesia) Oleh Kapal Perintis. Badan Litbang Perhubungan. Jakarta.

Abdullah, Dahlan. dan Hardi. Richki. 2010. Sistem Tracer pada Unit Processing Center Pos Indonesia (Persero) Menggunakan Metode Travelling Sales Person Problem, Universitas Malikussaleh Reuleut. Aceh.

Utomo, H Tri. dan Pulungan M Hindun. 2012. Minimasi Biaya Distribusi Tempe dengan Menggunakan Metode Travelling Salesman Problem (TSP) (Studi Analisis Usaha Kecil Hikma Sanan-Malang). Universitas Brawijaya Malang.

Munir, Rinaldi. 2005. Buku Teks Ilmu Komputer Matematika Diskrit Edisi Ketiga.Penerbit Informatika. Bandung.

Davendra. Donald. dan Yuan-bin Mo. 2010. The Advantage of Intelligent Algorithms for TSP. Traveling Salesman Problem. Theory and Applications.

Puslitbang Perhubungan Laut. 2009. Studi Prioritas Pembangunan Jaringan Pelayanan dan Prasarana Transportasi di Pulau Nusa Tenggara. Badan Litbang Perhubungan. Jakarta.