Kebutuhan Desain Kapal Untuk Tongkang Batu Bara Secara Statistik

Main Article Content

Khafendy Khafendy
Johny Malisan

Abstract

Muatan batubara saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap kebutuhan bahan baku batubara dan bahan tambang lainnya. Untuk itu kebutuhan pasar khususnya dalam kaitan dengan penerapan Inpres 5 tahun 2005 dan UU 17/2008 yang melindungi pelayaran dalam negeri maka dorongan untuk membangun kapal yang mampu menggantikan peran armada asing untuk angkutan antar pulau di Indonesia. Pembangunan kapal disesuaikan dengan konsep perancangan kapal yang erat hubungannya dengan metode pengembangan baik secara ilmiah maupun teknis. Proses pencarian ukuran kapal menjadi hal yang pertama dilakukan sebelum proses pembangunan dilaksanakan. Kapasitas kapal tentunya harus didasarkan pada jumlah muatan yang akan diangkut. Metode penentuan ukuran kapal dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah metode statistik (statistical methode) yang akan digunakan dalam penelitian ini. Melalui metode ini akan diperoleh ukuran utama kapal yakni panjang, lebar, tinggi, dan sarat sesuai berdasarkan kapasitas kapal yang diinginkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Khafendy Khafendy, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

Johny Malisan, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

References

Anomim. 2013. Ekonomi Global Mulai Membaik. //www.jpnn.com/read/2013/05/30/ 174407/Ekonomi-Global-Mulai-Membaik (diakses 30 Januari 2014).

Genco shipping. 2013. Drybulk Carrier Industry Overview //www.gencoshipping.com/ industry.html (diakses 1 maret 2014)

Rochma Suciati. 2009. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ekspor Batubara Indonesia di Pasar Jepang. Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB-2009. //www.slideshare.net/nugrohosbm/ (diakses 10 Desember 2013)

Daulat Ginting. 2010. Kebijakan Dan Prospek Pengelolaan Batu Bara Di Indonesia. Buletin Sumber Daya Geologi, 5[1].

Agus Syarif Hidayat. 2005. Konsumsi BBM dan Peluang Pengembangan Energi Alternatif. Inovasi Online, 5[XVII]. November 2005

BPPT. 2013. 70 Persen Konsumsi Batubara 2030 untuk Listrik. Investor Daily Indonesia, 10 Desember 2013. //www.investor.co.id/energy/bppt-70-persen-konsumsibatubara-2030-untuk-listrik/73984 (diakses 1 Februari 2014).

Deni Fauzan. 2013. Produksi Batu Bara RI Naik. //www.metrotvnews.com/ metronews/read/2013/09/03/2/179273/Produksi-Batu-Bara-RI-Naik (diakses 30 Januari 2014)

Dwiwahju Sasongko et.al. 2009. Analisis Daur Hidup Pemanfaatan Batubara sebagai Sumber Energi Alternatif dan Bahan Kimia. Fakultas Teknologi Industri – ITB. //www.fti.itb.ac.id/publikasi/?p=26 (diakses 24 Februari 2014).

Jan P. Michalski. 2007. Statistical data of hull main parametersuseful for preliminary design of SWATH ships. Gdansk University of Technology. Archives Of Civil And Mechanical Engineering. //www.acme.pwr.wroc.pl/repository/157/online.pdf (diakses 1 Maret 2014)

J. Supranto. 2009. Statistik: Teori dan Aplikasi. Erlangga. ISBN 9789790337381

Undang Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional.Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan. Jakarta.