Pengembangan Pelayaran Perintis pada Perintis Pulau-Pulau Terisolir di Kepulauan Riau
Main Article Content
Abstract
Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia, yang terdiri dari pulau-pulau, dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil, 30% pulau-pulau tersebut belum bernama, dan belum berpenghuni. Luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan. Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten, dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa. Hambatan geografis, demografis, dan transportasi laut menyebabkan pemanfaatan sumber daya alam yang tersebar pada pulau-pulau kecil tidak menguntungkan, mengakibatkan ketertinggalan, keterisolasian atau keterpencilan dibandingkan pulau-pulau lainya yang mempunyai kemudahan pengangkutan yang lebih lancar. Dengan menggunakan pendekatan analisis tingkat aksesibilitas untuk memecahkan permasalahan. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah perubahan tingkat konektivitas. Pelabuhan yang aktif di kepulauan Riau hanya 21 pelabuhan yang terakreditasi oleh angkutan laut penumpang, pelayaran perintis dan angkutan penyeberangan. Selanjutnya kapal-kapal komersial belum banyak melayani, karena secara ekonomis belum menguntungkan.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Jurnal Penelitian Transportasi Laut by Puslitbang Transportasi Laut, SDP is licensed under a CC BY-NC-SA
Based on a work at https://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnallaut/
References
. ——, 1991, Penelitian Angkutan Perintis Terpadu, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan;
. Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan, Yogyakarta: Graha Ilmu
. Miro, Fidel, 2002, Perencanaan Transportasi, Erlangga, Jakarta
. ——, 1994, Kajian Pelaksanaan Angkutan Laut Perintis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Laut;
. Rodrigue, J.P. (2003)., International and Regional Transportation, Department
. Black, J. (2000), Urban Transport Planning, Theory and Practice, Croom Helm Ltd., London.
. ——, 2005, Studi Pola Penyelenggaraan Angkutan Laut Untuk Daerah Terpencil, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti;
. Imbang Danandjojo, 1998. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disinggahinya Suatu Wilayah di KTI oleh Kapal Perintis, Jakarta
. Danandjojo, Imbang, 2010, Tingkat Aksesibilitas Jaringan Transportasi Antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Jurnal Penelitian Transportasi Laut;
Taaffe, E.J, Gauthier, H.L, O’Kelly, M.E, 1996, Geography of Transportation, Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey;
Peraturan Perundang undangan
Provinsi dalam angka BPS Provinsi Kepulauan Riau, 2014
Provinsi dalam angka BPS Provinsi Kepulauan Riau, 2015
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2010. Tentang Angkutan di Perairan, Jakarta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008. Tentang Pelayaran, Jakarta.