Desain Pelabuhan Multiguna dalam Mendukung Perekonomian Wilayah Gugus Pulau di Provinsi Kepulauan Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Main Article Content

Sujarwanto Sujarwanto

Abstract

Pelabuhan multiguna merupakan pelabuhan yang terminalnya dapat melayani berbagai macam kapal dan muatan untuk mengantisipasi berbagai macam lalulintas komoditi yang dibongkar/muat di pelabuhan. penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu konsep layout terminal yang bersifat multiguna dalam mendukung perekonomian wilayah provinsi kepulauan di Kawasan Timur Indonesia, menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif terkait prediksi arus barang dan kapal serta kebutuhan dermaga dan lapangan penumpukan sesuai dinamika, karakteristik permintaan dan aktivitas bongkar muat barang dan operasional. Berdasarkan hasil analisis dapat dikemukakan bahwa karakteristik volume/kapasitas B/M masih terbatas, volume rendah dan jenis muatan beraneka ragam, sehingga memerlukan konsep terminal yang bersifat multiguna. Model layout dermaga yang direkomendasikan adalah model layout terminal multiguna dermaga tunggal dan dua dermaga. Strategi pengembangan terminal multiguna dalam mendukung perekonomian wilayah KTI dapat dilakukan secara bertahap sesuai urutan prioritas. Tahap pertama adalah mempersiapkan lapangan petikemas, tahap kedua melakukan perpanjangan dermaga secara bertahap sesuai pertumbuhan arus barang dan mempersiapkan peralatan bongkar muat sesuai dengan jumlah dan jenis kemasan barang yang dilayani.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Sujarwanto Sujarwanto, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

References

Rustiadi, Ernan et all. 2009, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta;

Morlok, Edward K., 1995, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, McGraw Hill,Inc (terjemahan), Jakarta;

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2009. Draft Cetak Biru Sistem Logistik Nasional, Jakarta;

Jean-Paul Rodrigue, 2009, Intermodal Terminals, Mega Ports and Mega Logistic. Department of Global Studies & Geography Hofstra University Hempstead, New York;

Jinca, M.Y.,2010, Transportasi Laut Indonesia, Analisis Sistem dan Studi Kasus, Berlian Internasional, Surabaya;

Keputusan Menteri Perhubungan KP. 414 tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN). 2013. Jakarta;

Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, Kementerian Perhubungan, Jakarta;

Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, Jakarta;

Keputusan Menteri Perhubungan KM.21 tahun 2007 tentang Sistem dan Prosedur Pelayanan kapal, barang dan penumpang pada Pelabuhan Laut yang diselenggarakan oleh UPT kantor pelabuhan. 2007. Jakarta;

UNCTAD, Port Development Handbook For Planner In Developing Countries, 1991, New York;

Lembaga Penelitian Unhas. 2003. Studi Alternatif Percepatan Pengembangan Infrastruktur Pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia, Jakarta;

Balitbang Kemenhub, 2006. Studi keterpaduan sistem jaringan antarmoda transportasi di Pulau Sulawesi , Jakarta;

Balitbang Kemenhub, 2007. Studi dampak peningkatan investasi transportasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia Bagian Timur

Balitbang Kemenhub, 2010. Studi Lokasi Pelabuhan Utama dan Pengumpul di Kawasan Timur Indonesia dalam Perspektif Efisiensi Logistik, Laporan Akhir, Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, Jakarta;

Balitbang Kemenhub, 2011. Studi Pengembangan Angkutan Petikemas Domestik untuk Logistik KTI, Jakarta;

Balitbang Kemenhub, 2012. Studi pengembangan kapasitas dan fasilitas pelabuhan dalam mendukung MP3EI koridor ekonomi Sulawesi, Jakarta;

Balitbang Kemenhub. 2013. Studi pengembangan jaringan prasarana dan pelayanan transportasi laut dalam mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi. Jakarta;

Coordinating Ministry For Economic Affairs, Republic of Indonesia. 2011. Masterplan for Acceleration and Expansion of Indonesia Economic Development. Jakarta: Coordinating Ministry For Economic Affairs.