Kebutuhan Sumber Daya manusia dan Sarana Pandu di Pelabuhan Balikpapan

Main Article Content

Sunarto Sunarto

Abstract

Dalam rangka menjamin keselamatan berlayar dan berlabuh di pelabuhan Balikpapan, pemerintah menetapkan adanya perairan wajib pandu,setiap kapal yang berlayar wajib menggunakan jasa pemanduan.Penyelenggaraan pemanduan di pelabuhan Balikpapan dilakukan oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan dan dapat dilimpahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan yang memenuhi persyaratan.Namun dari segi operasional, masih muncul beberapa kendala terkait dengan pelaksanaan pemberian jasa pelayanan pemanduan di pelabuhan Balikpapan yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. Masalah-masalah tersebut seperti terbatasnya jumlah personil pandu, kurang optimalnya fasilitas dan peralatan pendukung operasional pemanduan, lamanya operasional pemanduan kapal untuk bertambat di dermaga dan kegiatan pelaksanaan pemanduan kapal kerap terlambat yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas pelabuhan. Maksud kajian ini dilaksanakan agar pelaksanaan pelayanan pemanduan terhadap kapal di pelabuhan Balikpapan yang telah berlangsung dapat lebih ditingkatkan agar keselamatan dan keamanan pelayaran serta produktivitas di pelabuhan dapat tercapai.. Kebutuhan SDM Pandu didasarkan pada jumlah pergerakan kapal per hari dan waktu pergerakan. Berdasarkan data dan informasi dari lokasi studi, jumlah pergerakan kapal per hari di Pelabuhan Balikpapan terdapat sebanyak 20 pergerakan, sementara waktu gerakan mencapai 2 Jam. Waktu kerja per orang = 8 Jam. Karena itu waktu jam kerja = 20 gerakan x 2 Jam = 40 Jam. Perdasarkan perhitungan tersebut, jumlah kebutuhan SDM Pandu di Pelabuhan Balikpapan seharusnya sebanyak 7 orang. Sementara SDM Pandu yang ada terdapat 14 orang, karena itu perlu mutasi sebanyak 7 orang

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Sunarto Sunarto, Badan Litbang Perhubungan

Puslitbang Perhubungan Laut

References

Lasse. D.A. Dr,SH,MM. Keselamatan Pelayanan di Lingkungan Teritorial pelabuhan- Pemanduan Kapal, Penerbit NIKA, 2006, Jakarta;

Raja Oloan Saut Ginting,ST,MSc.Cmar Tech.MIMarEST & Drs.Eko Haryadi , Jakarta;

Budiyanto, Ak,MM.Msc. Manajemen Bisnis Pelabuhan, PT.Andhika Prasetya Ekawahana, Surabaya, 2007, Jakarta;

Capt. Effendy Abdullah, SH, MM, M,Mar. Brief History; Pemanduan Kapal di Indonesia hal 31, Penerbit Deepublish ( Grup Penerbit CV Budi Utama, Anggota IKAPI ( 076/DYJ/2012

www.//D;/kapal Tunda (tug boat), Kapal Pandu (Pilot Boat), Kapal Kepil (mooring Boat), Tongkang Air- Maritime World.htm,2011) .

Studi peran keandalan manusia Dalam Tubrukan Kapal ( Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ) Oleh; Rima Gusriana Harahap & Daniel M. Rosyid; Mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan FTK – ITS dan Dosen jurusan teknik Kelautan FTKIT IS ; ( ITS-Undergraduate-15373 paper-Pdf Reader), 2011

Cap.J.D.Dougla, ExC,FNI.AIPM, Meeting the Training Demand for Future Pilot (London;The Nautical Institute) Dalam Bukunya DR.D.A.Lasse, SH, MM, Jakarta;

Keselamatan Pelayaran di Lingkungan Teritorial Pelabuhan –Pemanduan Kapal Hal 52, Penerbit INKA, 2006, Jakarta;

Manajemen Kepanduan ( Pilotage Management ), Pelatihan Manajemen Kepanduan. Port Training Center ( PT Persero Pelabuhan Indonesia II, 2003, Jakarta;

Pemutahiran dan Pengukuhan Sertifikat Pandu. Asosiasi Pandu Indonesia, 2012, Jakarta;

PT. Pesero Pelabuhan Indonesia IV. Penyuluhan Pandu Bagi Siswa Diklat Pandu Angkatan XXIII Tahun 1999 – 2000, Jakarta;

Port training Center PT (PESERO) Pelabuhan Indonesia II, Management Kepanduan (Pilotage Management), 2003 , Jakarta;

Undang –Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, Jakarta;

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. 53 Tahun 2011 Tentang Pemanduan, Jakarta;

Keputusan Direktur jenderal Perhubungan Laut Nomor. UM.002/38/18/DJPL.11 Tentang Kinerja Pelayanan Operasional Pelabuhan, Jakarta;

Laporan Tahuan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Balikpapan, 2014, Balikpapan.