Desain Kapal Multiguna Sesuai Kondisi Perairan dan Permintaan Transportasi Laut Dalam Mendukung Percepatan dan Perluasan Ekonomi Kepulauan di KTI

Main Article Content

Yusuf Siahaya

Abstract

Kawasan Timur Indonesia terdiri dari banyak gugus pulau besar dan kecil, hasil komoditi masih terbatas (sembako dan bahan strategis) dalam mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga masih mayoritas supply dari wilayah barat, beragam, dan tersebar tidak merata. Sehingga, diperlukan suatu alat angkut yang dapat mendistribusikan komoditi melalui pelabuhan pengumpul dan pengumpan regional/lokal. Untuk efektif dan efisien transportasi, dibutuhkan suatu alat angkut sesuai karakteristik permintaan transportasi laut KTI yaitu berupa kapal multiguna. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan suatu sistem angkutan laut yang optimal, memperbaiki dan menemukan cara pengangkutan laut yang layak teknis dan ekonomis melalui perekayasaan alat angkutan laut multiguna (kapal serbaguna), dan bersifat kuantitatif, menggunakan metode optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal multiguna yang sesuai untuk wilayah kepulauan di Kawasan Timur Indonesia berciri Roro, Lolo, dan LCT, dapat dipergunakan untuk mengangkut berbagai keperluan dan jenis muatan (penumpang, general kargo/kontainer dan muatan roda). Hasil analisis menunjukkan bahwa kecenderungan muatan roda semakin meningkat sehingga permintaan jenis tipe kapal Roro menjadi acuan perencanaan desain kapal multiguna. Berdasarkan batasan optimalisasi (constrains optimization) yaitu batasan kondisi geografi, infrastruktur (fasilitas pelabuhan), dan oseanografi diperoleh ukuran kapal yang optimal untuk Kawasan Timur Indonesia adalah kapal multiguna berukuran 800 GRT, dapat mengangkut kendaraan beroda, penumpang dan general kargo (konsep berupa gambar lines plan, general arrangement, hydrostatic curve, kebutuhan tenaga penggerak, serta lengkung stabilitas kapal multiguna seperti terlampir).

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Yusuf Siahaya, Universitas Hasanuddin Makassar

Teknik Mesin

References

Baxter, B. 1977. Resistance and Powering (In Naval Architecture). Charles Griffin. London.

Benford. 1981. A Naval Architect Introduction to Engineering Economic.

Badan Litbang Perhubungan. 2007. Studi Penataan Jaringan Pelayanan Yang Optimal dan Kebutuhan Ruang Kapal Penumpang. Jakarta.

Gilman. 1997. Shipping Technology For Route to Developing Country. Journal of Transport Economic and Policy.

Goss. 1997. Economic Criteria For Optimal Ships Design.

Gwilliam, 1991. Current Issues In Maritime Economics, Kluwer Academic Publishers. Dordrecht, Netherland.

Jansson dan Shneersom. 1982. The Optimal Ships Size. Journal of Transport Economic and Policy.

Jinca, M.Y. 1994. Das Interinisulare Personense Verkehrssystem Und Seine Beziehungen Zur Regionalentwickly in Ost-Indonesian. Verlag Koster. Berlin Deutschland.

Jinca, M.Y. 2013. Conceptual Modeling of Port Development in Eastern Indonesia. International Jurnal of Engineering and Science. (IRJES). Vol.2 ISSUE 10-PP.01-04

Jinca, M.Y. 2011,. Transportasi Laut Indonesia, Analisis Sistem dan Studi Kasus. Briliant International. Surabaya.

Jinca, M.Y. 1985. Sebuah Usulan Bobot Mati (DWT) Kapal Optimal untuk Angkutan Semen Tonasa. Program Transportasi PPS-ITBBandung.

Jinca, M.Y. 1998. Identifikasi Karakteristik Permintaan Angkutan Laut dan Penetapan Konseptual Rancangan. KMN-Riset dan Teknologi, DRN. Jakarta.

Kementerian Koordinator bidang perekonomian, 2007, Dengan PSO menjembatani kesenjangan infrastruktur.

Kementerian Perhubungan Badan Penelitian dan Pengembangan, 2006. Studi kasus keterpaduan sistem jaringan transportasi di Pulau Sulawesi Jakarta, Indonesia.

Kementerian Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan, 2010. Studi lokasi pelabuhan utama dan pengumpul di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam perspektif efisiensi logistik. Jakarta, Indonesia.

Kramadibrata, S, 2002, Perencanaan Pelabuhan, Penerbit ITB Bandung.

Linde. 1991. Indonesia Inter-Island Cargo Shipping Condition Regirement, Sistem the Design Proposal. International Maritime Conference. Jakarta.

Nowacki, H. 1985. Advanced Methods of Ship Design. Technical University of Berlin. Lecture Notes.

Poehls, H. 1991. Bruns Rolf. Multi-Purpose-Landing-Cargo-Passanger Ship For Interisland Shipping In Indonesia. Institut fuer Schiffbau Universitaet Hamburg. German.

Schneekluth. 1987. SHip Design for Efficiency and economic. Butterwart.

Schneekluth. 1985. Entwerfen Von Schiffen, Koehlers, Germany.

Siahaan, L.Denny. 2013. Containers Sea Transportation Demand in Eastern Indonesia. International Jurnal of Engineering and Science. (IRJES). Vol.2 ISSUE 9-PP.19-26.

Sihaloho, Antonius. 2012. Transportation Model Inter-Island Cluster Trans Maluku in Supporting for Regional Development of Maluku Province (A Study Integreted Model Between Road and Ferry Transport), International Refereed Journal of Engineering and Science (IRJES). Vol.1 ISSUE.3 PP.01-04.

UNCTAD. 1984. Port Development Handbook For Planner In Developing Countries, New York.

Watson, David. 1998. Practical Ship Design. Elsevier Ocean Engineering Book Series. Volume I, First Edition. British.

Kementerian Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan, 2012. Data Distribusi Angkutan Laut Dalam Negeri Tahun 2012. Jakarta, Indonesia.

Kementerian Perhubungan, Badan Penelitian dan Pengembangan, 2012. Data Distribusi Angkutan Laut Perintis Tahun 2012. Jakarta, Indonesia.

Sitepu, Ganding., 2010, Analisis Sistem Transportasi Laut Gugus Pulau Bagian Di Bagian Selatan Pulau Sulawesi. Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Stopford, Martin. 1997. Maritime Economics. Routledge, British.

Australian Maritime Safety Authority. 2007. Assistance with the Implementation of an Under Keel Clearance System For Torres Strait. Thompson Clarke Shipping, Ltd. Australia.

Ardianti, A. 2011. Konsep Rancangan Kapal Penyeberangan Untuk Lintasan Buton – Muna – Kabaena. Tesis. PPS Unhas. Tidak Dipublikasikan.

Bakri, Moch., dan Made S, I.Gusti, dan Yusuf, S, Yoswan, 1983. Teori Bangunan Kapal 3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta, Indonesia.

Departemen Perhubungan. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 6 Tahun 2005 Tentang Pengukuran Kapal, Jakarta.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 1994. Petunjuk Teknis Persyaratan Pelayanan Minimal Kapal Sungai, Danau, dan Penyeberangan. SK Nomor : AP.005/3/13/DPRD/94. Jakarta, Indonesia.

Ganesan, Vikram. 2001. Global Optimization of the Non-convex Container Ship Design Problem Using the Reformulation Linearization Technique. Faculty of Virginia Polytechnic Institute and State University, Tesis.

Gudenschwager, Hans. 1998. Optimierungscompiler und Formberechnungsverfahren: Entwicklung und Anwendung im Vorentwurf von RO/RO Schiffen. Schriftenreihe Schiffbau. Hamburg, Technische Universität Hamburg. Harburg.

Harries, S. Valdenazzi, F. Abt, C. Viviani, U. 2001. Investigation on Optimization Strategies for the Hydrodynamic Design of Fast Ferries. 6th International Conference on Fast Sea Transportation, Southampton, September 2001. England.

International Maritime Organization. 1997. IMO and Ro-ro Safety. London, United Kingdom.

Japan International Cooperation Agency (JICA), 2001. Materi Persentasi Seminar Transportasi Kapal Ferry Ro-Ro Untuk Masa Kini dan Masa Akan Datang. PT. IKI Makassar. Indonesia.

Kanerva, Markku. 2000. The Future of Ship Design. Deltamarin Limited. MPI Group, United Kingdom.

Kumar, Nagesh D. 2007. Optimization Method : Classical and Advanced Techniques for Optimization. Indian Institute Of Sience. Handbook. India.

Kurniawan, R., Habibie M.N., Suratno. 2011. Variasi Bulanan Gelombang Laut di Indonesia. Jurnal Meteorologi dan Geofisika Volume 12 Nomor 3 - Desember 2011: 221 – 232.

Levander, Oscar. 2010. Energy Efficient Cruise And Ferry Concept. Compendium Marine Engineering, Ship & Offshore No.1. Halaman 10 -13.

Mitsui. 1985. Ship Basic Design. Mitsui Engineering and ShipBuilding Co, Ltd.

Mitsui. 1985. Ship Basic Design. Mitsui Engineering and ShipBuilding Co, Ltd.

Moengin, Parwadi. 2010. Metode Optimasi.Bandung, Muara Indah.

Munro, R.S. 1978. Element Of Ship Design.Marine Media Management. London.

Nasution, H. M. N. 1996. Manajemen Pelayaran. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Papanikolaou, A. D. 2011. Holistic Design and Optimisation Of High-Speed Marine Vehicles. The 9th HMSV Symposium, IX HSMV 25 - 27 May 2011. Naples.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2000. Tentang Kepelautan. Indonesia.

Ray, Fernando. 2011. Perancangan Program Aplikasi Optimasi Listrik Pada Industri Plastik Menggunakan Metode Sequential Dynamic Programming. Skripsi, Binus. Tidak Dipublikasikan.

Ravn, Eric Sonne. 2003. Probabilistic Damage Stability of Ro-ro Ships. Technical University of Denmark, Maritime Engineering. Disertasi. Denmark.

Santoso dan Sudjono. 1983. Teori Bangunan Kapal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta, Indonesia.

Schneekluth, H dan Bertram, V. 1998. Ship Design for Efficiency and Economy. Second Edition. Butterworth-Heinemann. London.

Schneekluth, H. 1987. Ship Design for Efficiency and Economy. Butterworth-Heinemann. London.

Sugata, Kohei. Iwamoto, Yu. Ikeda, Yoshiho. Nihei Yasunori. 2010. Reduction of Wind Force Acting on Non-Ballast Ships. The 5th Asia-Pacific Workshop on Marine Hydrodymics. Osaka, July 1-4, 2010. Jepang.

Schulze, Mark. 1998. Linear Programming for Optimization. Perceptive Scientific Instruments, Inc. Wilmington, United State.

Vassalos, D. Luis Guarin. Jasionowski. Zheng. 2003. A risk-based first-principles approach to assessing green seas loading on the hatch covers of bulk carriers in extreme weather conditions. Elsevier, Marine Structures 16 - 2003. Halaman 659–685.

Watson, David. 1998. Practical Ship Design. Elsevier Ocean Engineering Book Series. Volume I, First Edition. British.

Younis, G.M. dkk. 2011. Techno-Economical Optimization for River Nile Container Ships. Journal Brodo Gadja. Vol. 62 No. 4. Halaman 383 - 395.

Heere, Scheltema De.1970. Bouyancy and Stability of Ship, George G. Harrap & Co. Ltd, Great Britain.