ANALISIS RUANG JALAN UNTUK PENGEMBANGAN LAJUR SEPEDA MENGGUNAKAN METODE SPATIAL MULTIPLE CRITERIA EVALUATION (Studi Kasus: Wilayah Perkotaan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul)
Main Article Content
Abstract
Dalam rangka menghadapi perubahan di masa-masa mendatang, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
mengharapkan terciptanya kondisi transportasi yang tertib, lancar, aman, nyaman dan efisien.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana mengembangkan lajur khusus sepeda di wilayah
Perkotaan Wonosari sebagai bagian dari implementasi program pembangunan transportasi tidak
bermotor. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi ruas-ruas jalan eksisting di wilayah Perkotaan
Wonosari yang dinilai memiliki tingkat kesesuaian untuk pengembangan lajur khusus sepeda. Metode
analisis yang digunakan adalah Spatial Multiple Criteria Evaluation (SMCE) dengan melibatkan para
pemangku kebijakan di tingkat lokal dalam menentukan kriteria penilaian untuk pengembangan lajur
sepeda. Teknik analisis menggunakan data spasial yang terdiri atas 9 kriteria penilaian dengan 3
tingkatan kesesuaian yaitu 1: rendah, 3: sedang, dan 5: tinggi. Hasil penilaian terhadap 170 ruas
jalan eksisting mengindikasikan terdapat 5 ruas jalan yang dinilai sesuai untuk pengembangan lajur
khusus sepeda di wilayah Perkotaan Wonosari, dengan total panjang 3,86 Km. Ruas jalan tersebut
adalah: (1) Ruas Jalan Semoyo – Pengkok; (2) Jalan Tentara Pelajar; (3) Jalan Veteran; (4) Jalan Ki
Ageng Giring; dan (5) Jalan Bhayangkara.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Andrade, Victor and Harder, Henrik. 2013. Urban Design
Interventions Towards a Bike Friendly City.
Proceedings from the Annual Transport Conference
at Aalborg University. ISSN 1603-9696.
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Gunungkidul. 2012. Penyusunan
Dokumen Tatralok Kabupaten Gunungkidul. Laporan
Akhir.
Dondi, G., Simonea, A., Lantieria, C.,and Valeria V. 2011.
Bike Lane Design: The Context Sensitive Approach.
Proceedings of 2011 International Conference on
Green Buildings and Sustainable Cities. Italy.
//www.bicylcinginfo.org. Bike Lane Design Guide,
Chicago.
https://myfiles.neu.edu/xythoswfs/webui/_xy 5458369_1
t_9UyJB6TN. Bicycle Priority Lanes: A Proposal
for Marking Shared Lanes. Peter G. Furth.
Northeastern University.
Keshkamat, S.S., Looijen, J.M., and M.H.P. Zuidgeest.
The formulation and evaluation of transport
route planning alternatives: a spatial decision support
system for the Via Baltica project, Poland. Journal
of Transport Geography. 17. pp: 54–64.
Krizek, Kevin J. 2012. Cycling, Urban Form and Cities:
What do We Know and How should We Respond?
dalam John Parkin (ed.) Cycling and Sustainability
(Transport and Sustainability, Volume 1). Book
Chapter. Emerald Group Publishing Limited, pp.111
– 130.
Mesbah, Mahmoud and Russel Thompson. 2011. Optimal
Design of Bike Lane Facilities in an Urban Network.
Australian Transport Research Forum 2011
Proceedings. 28-30 September 2011. Adelaide,
Australia
Sustrans Design Manual. 2004. Handbook for Cyclefriendly
Design. Bristol. United Kingdom.
Undang-Undang Nomor 22 tah