Pengembangan jaringan angkutan penumpang di kabupaten Sidoarjo

Main Article Content

rita rita

Abstract

Kabupaten Sidoarjo saat ini masih terjadi ketidakseimbangan antara jaringan pelayanan, jaringan prasarana dan layanan. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan pola dan intensitas tata guna lahan, yang tidak diikuti dengan pembangunan prasarana transportasi yang memadai, kedua pembebanan lalu lintas pada prasarana transportasi melampaui pembebanan lalu lintas yang dicanangkan sebelumnya, sedangkan yang ketiga adalah masih ditemukannya kondisi dimana prasarana transportasi tidak difungsikan sesuai dengan yang dicanangkan. Untuk mengatasi kondisi tersebut yang perlu diperhatikan adalah perkiraan perubahan pola aktifitas, pola pergerakan serta peruntukan lahan, oleh karena itu Tataran Transportasi Lokal (TATRALOK) Kabupaten Sidoarjo, perlu ditinjau untuk direvisi menyesuaikan perkembangan dan dinamika terbaru. Dengan identifikasi rencana pengembangan wilayah dan jaringan prasarana-sarana transportasi, maka perlu dilakukan analisis isu-isu strategis internal dan eksternal, analisis keterpaduan antar moda, analisis dampak pengoperasian sistem transportasi dan metode four step model. Harapannya dapat menentukan arah kebijakan peranan transportasi pada tingkat lokal untuk keseluruhan moda transportasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Bhat, Chandra.R., 2006. Incorporating Observed and Unobserved Heterogeneity in Urban Work Travel Mode Choice Modeling.

Department of Civil Engineering, The University of Texas at Austin

Booklet Kajian Rencana Pengembangan Transportasi Perkeretaapian di Perkotaan dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Greene, W.H., 1998. Limdep Ver.9.0 Student Reference Guide, Econometric Software Inc., Gloria Place, Plainview, NewYork, USA

Hastuti, S., 2004. Kajian Variabel Layanan Angkutan Umum Bus Kota Menurut Persepsi Penumpang Dengan Teknik Stated

Preference. Tugas Akhir. Surakarta. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret

Joewono, T.B., 2009. Exploring The Willingness And Ability To Pay For Paratransit in Bandung Indonesia. Journal of public

transportation Vol 12, No 2, 2009

Kementerian Perhubungan, 2010. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi

Antarmoda/ Multimoda Tahun 2010-2030. Jakarta: Kementerian Perhubungan RI.

Kementerian Perhubungan, Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, Direktorat Jenderal Perkeretapian Kementerian Perhubungan

Republik Indonesia

Muhtadi, A., Widyastuti, H., 2014. Prediksi Waktu Tempuh dan Tarif Yang Diinginkan Pengguna Sepeda Motor Untuk Menggunakan

Trem Surabaya Pada Koridor Terminal Joyoboyo-Jl.Rajawali Surabaya.Seminar Nasional Teknik Sipil X-2014. ITS Surabaya

Nurtanto, E.R., 2013. Kajian Pengoperasian Trem/LRT Sebagai Angkutan Massal Internal di Kawasan Kampus UGM. Tesis.

Yogyakarta:UGM.

Parikesit, D., 1993. Kemungkinan Penggunaan Teknik Stated Preference dalam Perencanaan Angkutan Umum. Forum Teknik Sipil,

Vol. II/Agustus 1993, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.

Ortuzar, J., D., and Garrido, R.A, 1993. On The Semantic Scale Problem in Stated Preference Rating Experiments. Journal

Transportation (Vol.21 No 2) 185-201p

Ortuzar, J., D., and Willumsen, L.,G., 1994, Modelling Transport (Second Edition), John Wiley & Sons, Chichester.

Pearmain, D., and Kroes, E., 1990. Stated Preference: A Guide to Practice, Steer Davies & Gleave Ltd., London and Hague

Consultancy Group.

Profillidis, V., A., 2006, Railway Management and Engineering, Cetakan ke-3,Ashgate Publishing Company, Burlington