EVALUASI KETERPADUAN ANTARMODA TRANSPORTASI DI KOTA GORONTALO

Main Article Content

Win Akustia

Abstract

Peran moda angkutan umum di kota Gorontalo saat ini masih minim (kurang dari 10%), akibat adanya trend peningkatan motorisasi serta merebaknya layanan bentor. Hal ini juga disebabkan belum baiknya kondisi keterpaduan antarmoda transportasi penumpang di Kota Gorontalo. Meskipun sejak Tahun 2009 sudah dioperasikan BRT Trans Hulonthalangi, yang disusul dengan pengoperasian bus pemadu moda di Bandara Djalaluddin, namun optimalisasi peran angkutan umum belum dapat dicapai akibat masih rendahnya tingkat keterpaduan antarmoda di sejumlah simpul utama di Gorontalo, yakni: Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Terminal Leato, dan Bandara Djalaluddin. yang dipengaruhi oleh instrument input berupa peraturan dan environmental input. Makalah ini menggunakan metode analisis Isi (Content Analysis), Analisis Deskripsi (Descriptive Analysis), Analisis Kesenjangan (Gap Analysis), Pemetaan Permasalahan (Problem Mapping) & Six Sigma Analysis, menggunakan 3 indikator utama (keterpaduan prasarana, keterpaduan jaringan, dan keterpaduan pelayanan). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hampir semua persyaratan keterpaduan antarmoda tidak dapat dipenuhi yang menjustifikasi masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi serta bentor. Sehingga disarankan untuk dilakukan upaya peningkatan keterpaduan antarmoda pada simpul utama di Kota Gorontalo diantaranya melalui penyediaan berbagai fasilitas alihmoda, peningkatan integrasi jaringan trayek serta sistem layanan. 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

BPS Kota Gorontalo, 2014, Gorontalo Dalam Angka Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, 2015, Data-Data Penyediaan Sarana, Prasarana, dan Operasional

Angkutan Umum (Un-published)

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/ Multimoda Tahun 2010-2030

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2005 Tentang Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS)

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan

Peraturan Daerah Kota Gorontalo Nomor 40 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Gorontalo 2010-2030

Peraturan Pemerintan Nomor 34 Tahun 2006 tentang

Jalan

Puslitbang Multimoda, 2013, Studi Penyusunan

Pedoman Penilaian Tingkat Keterpaduan

Transportasi Antarmoda.

SNI 03-7094-2005 tentang Rambu-Rambu di Terminal

Bandar Udara Sebagai Standar Wajib

Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum

Erika Buchari, “Angkutan Umum Multimoda, Alternatif Perencanaan Yang Sustainable”, Jurnal Khusus FSTPT, vol 8 edisi khusus No.3 Okt 2008.

Nes , 2002, Multimodal Network.