ANALISIS ASAL TUJUAN KOMODITI UTAMA ANTAR WILAYAH PULAU JAWA, KALIMANTAN, DAN NUSA TENGGARA TIMUR
Main Article Content
Abstract
Distribusi komoditi antar wilayah masih menunjukkan ketimpangan volume muatan antara wilayah Barat Indonesia, dalam hal ini Pulau Jawa, dan wilayah Timur Indonesia, dalam hal ini Pulau Kalimantan dan Pulau Nusa Tenggara. Untuk mengetahui kondisi tersebut, maka perlu diidentifikasi dan dianalisis pola pergerakan (asal-tujuan) komoditi utama berbasis pangan antar wilayah melalui jalur laut di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis berbasis Matriks Asal Tujuan (MAT) dengan dukungan data lalu lintas barang pada 5 pelabuhan yang dikaji, yaitu: Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Lembar, dan Pelabuhan Tenau. Hasil analisis data asal-tujuan komoditi utama dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan: (i) ketidakseimbangan muatan antar pelabuhan/wilayah; (ii) hubungan antara wilayah(pulau) ditinjau dari jenis komoditinya; dan (iii) kuatnya posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai simpul distribusi komoditi antar wilayah di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
location, inventory and price decisions into a supply chain distribution network design problem. Computers & Operations Research, 56 : 110–119.
Ambrosino, D., Scutella, M, G. 2005. Distribution network design: New problems and related models. European Journal of Operational Research, 165 (3) : 610–624.
Amiri, A. 2006. Designing a distribution network in a supply chain system: Formulation and efficient solution procedure. European Journal of Operational Research, 171(2) : 567–576.
Bogataj, M., Bogataj, L., Vodopivec, R. 2005. Stability of perishable goods in cold logistic chains. International Journal of Production Economics, 93–94 : 345–356.
Browne, M., Gomez, M. 2011. The impact on urban distribution operations of upstream supply chain constraints. International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, 41(9): 896- 912.
Dawande, M., Geismar, H, N., Hall, N, G., Sriskandarajah, C. 2006. Supply Chain Scheduling: Distribution Systems. Production and Operations Management, 15(2) : 243-261.
Eskigun, E., Uzsoy, R., Preckel, P, V., Beaujon, G., Krishnan, S., Tew, J, D. 2005. Outbound supply chain network design with mode selection, lead times and capacitated vehicle distribution centers. European Journal of Operational Research, 165(1) : 182– 206.
Franc, P., Horst, M, V, D. 2010. Understanding hinterland service integration by shipping lines and terminal operators: a theoretical and empirical analysis. Journal of Transport Geography, 18 : 557–566.
GIZ. 2014. Study on Sea Transportation in NTT and Sumbawa as bottlenecks for Value Chain Development. Final Report.
Hammami, R., Frein, Y., Hadj-Alouane, A, B. 2009. A strategic-tactical model for the supply chain design in the delocalization context: Mathematical formulation and a case study. International Journal of Production Economics, 122 (1) :351–365.
Hesse, M., Rodrigue, J, P. 2004. The transport geography of logistics and freight distribution. Journal of Transport Geography, 12 : 171–184.
Hillbrand, C., Schoech, R. 2007. Shipment Localization Kit: An Automated Approach for Tracking and Tracing General Cargo. Sixth International Conference on the Management of Mobile Business.
Ho, W., Emrouznejad, A. 2009. Multi-criteria logistics distribution network design using SAS/OR. Expert Systems with Applications, 36 (3) Part 2 : 7288– 7298.
Ho, W., Lee, C, K, M., Ho, G, T, S. 2010. Multiple criteria optimization of contemporary logistics distribution network problems. OR Insight, 23 (1) :27–43.
Jiang, J., Lee, L, H., Chew, E, K., Gan, C, C. 2015. Port connectivity study: An analysis framework from a global container liner shipping network perspective. Transportation Research Part E, 73:47–64.
Li, H., Hendry, L., Teunter, R. 2009. A strategic capacity allocation model for a complex supply chain: Formulation and solution approach comparison. International Journal of Production Economics, 121(2) : 505–518.
Mills, J., Schmitz, J., Frizelle, G. 2004. A strategic review of “supply networks”. International Journal of Operations & Production Management, 24 (10) : 1012-1036.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan.
PT. Pelabuhan Indonesia (PELINDO) III. 2015. Studi Trafik Barang Berdasarkan Daerah Asal dan Tujuan (Origin-Destination) dan Jenis Komoditi untuk Pelabuhan Cabang Tanjung Perak, Tanjung Emas, Banjarmasin, Kupang, dan Lembar. Laporan Akhir
Reggiani, A., Nijkamp, P., Lanzi, D. 2015. Transport resilience and vulnerability: The role of connectivity. Transportation Research Part A, 81:1-92.
Rodrigue, Jean-Paul. 2013. Spatial Interactions and the Gravity Model. 3rd Ed. Routledge. New York.
Shintani, K., Konings, R., Imai, A. 2010. The impact of foldable containers on container fleet management costs in hinterland transport. Transportation Research Part E, 46: 750–763
Sheu, J, B. 2006. A novel dynamic resource allocation model for demand-responsive city logistics distribution operations. Transportation Research Part E: Logistics and Transportation Review, 42 (6) ; 445–472.
Tamin, O, Z. 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Institut Teknologi Bandung. Bandung. Tongzon, J., Chang, Y., Lee, S. 2009. How supply chain oriented is the port sector?. International Journal
of Production Economics, 122 (1) : 21–34.
Tsiakisa, P., Papageorgiou, L, G. 2008. Optimal production allocation and distribution supply chain networks. International Journal of Production Economics, 111 (2) : 468–483
Wong, C, W, Y., Lai, K., Bernroider, E, W, N. 2015. The performance of contingencies of supply chain information integration: The roles of product and market complexity. International Journal of Production Economics, 165:1–11