KONEKTIVITAS INTERMODA PADA PENGEMBANGAN STASIUN MANGGARAI YANG BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT
Main Article Content
Abstract
Pemerintah Daerah DKI Jakarta berupaya membuat terobosan untuk menanggulangi permasalahan kemacetan
yang terjadi di DKI Jakarta, dengan merencanakan untuk membangun kawasan terpadu di beberapa titik
penting di Jakarta. Konsep TOD (Transit Oriented Development) merupakan bentuk perencanaan yang
mengintegrasikan perencanaan spasial dengan perencanaan sistem transportasi kota, dengan stasiun sebagai
pusatnya. Kawasan Stasiun Manggarai merupakan salah satu kawasan yang oleh Pemerintah Daerah DKI
Jakarta ditetapkan sebagai Kawasan TOD, seperti yang tertuang di dalam RTRW DKI Jakarta tahun 2030.
Hal ini karena Stasiun Manggarai dianggap memenuhi tiga persyaratan pertimbangan perletakan kawasan
TOD yaitu merupakan perpotongan koridor angkutan massal (dua atau lebih), kawasan yang memiliki nilai
ekonomi tinggi atau diprediksi akan memiliki nilai ekonomi tinggi, dan kawasan yang ditetapkan sebagai pusat
kegiatan. Namun kondisi kawasan stasiun Manggarai saat ini yang seharusnya merepresentasikan kawasan
berbasis transit, diduga mengalami ketimpangan kondisi empiris terhadap kondisi ideal sebuah kawasan
berbasis TOD. Kawasan Manggarai belum memiliki integrasi dan konektivitas intermoda yang memadai,
sehingga perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Maka penelitian
ini mengambil fokus tentang konektivitas intermoda dengan tujuan untuk mengetahui tingkat konektivitas
intermoda yang ada di kondisi eksisting kawasan Stasiun Manggarai saat ini. Sehingga dapat diketahui
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konektivitas intermoda di sebuah kawasan Stasiun dan hal-hal
yang perlu diperbaiki untuk mengisi gap antara kondisi empiris dengan kondisi ideal sebuah kawasan TOD.
Penelitian ini dilakukan dengan metoda kualitatif yang mengelaborasikan berbagai teori terkait konektivitas
intermoda di kawasan TOD sebagai dasar penilaian kondisi lapangan dari kawasan Stasiun Manggarai.
Sehingga pada akhirnya diperoleh kesimpulan mengenai tingkat konektivitas intermoda di kawasan Stasiun
Manggarai dan rekomendasi yang hendak disusun agar kawasan Stasiun Manggarai siap menjadi kawasan
TOD dengan tingkat konektivitas intermoda yang paling optimal.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Calthorpe, Peter. The Next American Metropolis. New
York: Princeton Architectural Press, 1993.
Institut for Transportation and Development (ITDP). TOD
Standard volume 2.1. New York: Despacio, 2014.
Llewelyn-Davies. Urban Design Compedium 1. London:
English Partnerships & The Housing Corporation,
London, 2007.
Mauliawati, Titis Astri dan Petrus Natalivan Indrdjati.
“Pola Pergerakan Pengguna Kereta Api Sebagai
Dasar Pengembangan Stasiun Terpadu Di Kawasan
Berbasis Transit (Studi Kasus: Stasiun Depok Baru,
Kota Depok).” Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
A V2N2, SAPPK, ITB, Bandung, 2014.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor Xx/
PRT/M/2012 tentang Perencanaan Penyediaan,
dan Pemanfaatan Prasrana dan Sarana Jaringan
Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.
Prihatiningrum, Atik. “Pengembangan Kawasan Transit
Oriented Development (TOD) Berbasis Integrasi
Stasiun Solo Balapan – Terminal Tirtonadi di
Kota Surakarta.” Tesis, Magister Desain Kawasan
Binaan, Teknik Arsitektur dan Perencanaan, UGM,
Yogyakarta, 2016.
Reconnecting America, Center for Transit-Oriented
Development. TOD 202: Station Area Planning: How
to Make Great Transit-Oriented Places. Oakland, CA:
Reconnecting America, Center for Transit-Oriented
Development., 2008. www.reconnectingamerica.org
Setiawan, Akbar. “Aksesibilitas Kawasan Stasiun Solo
Kota sebagai Kawasan Berbasis Transit Oriented
Development.” Tesis, Magister Desain Kawasan
Binaan, Teknik Arsitektur dan Perencanaan, UGM,
Yogyakarta, 2015.
Southworth, Michael. (2005) “Designing the Walkable
City.” Journal of Urban Planning and Development,
December (2005): 246 - 257.
Steiner, Frederick R. dan Butler, Kent. Planning and
Urban Design Standards, Student Edition. Chicago:
American Planning Association, 2007.
Syabri, Ibnu. “The Influence Of Railway Station On
Residential Propety Values-Spatial Hedonic Approach
The Case Of Serpong’s Railways Stations.” Jurnal
Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (2011).
Tamin, O. Z. Perencanaan dan Permodelan Transportasi.
Bandung: Institut Teknologi Bandung, 1997.
Urban Redevelopment Authority. “Pedestrian & Cyclist
Friendly Features Encouraged in All Development.”
URA Development Control, E-Bulletin for QPs, Issue
(2016). www.ura.gov.sg
Vidal, Luis. Urban Rail Transit Design Manual. Hong
Kong: Design Media Publishing Limited, 2004.