KONEKTIVITAS TRANSPORTASI ANTARMODA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Main Article Content

Atik S Kuswati
Herawati Herawati

Abstract

Kebutuhan akan bandar udara di wilayah selatan Pulau Jawa dianggap sangat penting dalam mendukung kemajuan sosial ekonomi,  mendukung poros maritim dunia dan mewujudkan nawa cita. Berdasarkan kriteria pembangunan bandar udara, Kabupaten Tulungagung paling memenuhi kriteria jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di wilayah selatan Pulau Jawa. Hasil studi pra FS diperoleh bahwa lokasi pembangunan bandara tersebut paling tepatnya di Kec Tanggungunung dan Kec. Besuki. Untuk itu, kajian ini dilakukan guna melihat konektivitas jaringan transportasi antarmoda,  didasarkan pada aksesibilitas yang ada.

 

Tujuan dari kajian adalah mengidentifikasi indeks aksesibilitas transportasi antarmoda terhadap rencana pembangunan bandara. Metode yang digunakan adalah analisis aksesibilitas, analisis potensi demand, analisis pemetaan konektivitas untuk mengidentifikasi usulan pengembangan keterpaduan transportasi terhadap pembangunan bandar udara.

Berdasakan analisis konektivitaas diperoleh usulan pengembangan jaringan angkutan umum yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan daerah sekitarnya dan keterhubungan inter kabupaten Tulungagung itu sendiri. Usulan konektivitas transportasi terdiri dari optimalisasi jaringan jalan yang menghubungkan Kecamatan Tanggunggunung - Kecamatan Besuki, Kecamatan Tanggunggunung – Kecamatan Bandung, Kecamatan Tanggunggunung – Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Tangunggung – Kecamatan Ngantru; Optimalisasi jaringan trayek Optimalisasi jaringan pelayanan angkutan umum untuk trayek (A, B, O, OM2, OM1, E, L, J dan K); Penyediaan jaringan pelayanan angkutan umum dari Kecamatan Besuki - lokasi Bandar udara; Optimalisasi jaringan prasarana seperti terminal tipe A kec Tulungagung, terminal tipe C Kec Rejotangan, terminal tipe C Kec Ngantru, dan Terminal tipe C Kec Bandung; Optimalisasi Stasiun Tulungagung, Stasiun Rejotangan, dan Stasiun Ngunut; dan Penyediaan transfer center untuk mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan Tulungagung di 3 lokasi yang terkoneksi dengan daerah sekitar Kab Tulungagung. Usulan untuk lokasi transfer center adalah Kec Bandung, Kec Rejotangan dan Kec Ngantru

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Bocarejo dan Oviedo, 2012, Transport accessibility and social inequities: a tool for identificaton of mobility needs and evaluation of transport investments, Journal of Transport Geography 24 (2012) 142-154.

Chandra dan Quadrifogolio. 2013. A new Street Connectivity Indicator to Predict Performance for Transit Services.

Chandra, Bahri. Devarasetty dan Vadali, 2013 Accessibility evaluation of feeder transit services. Transportation Research Part A 52 (2013) 47 - 63. Elsevier.

cheng dan Chen, 2015 perceive accessibility, mobilitu dan connectivity of public transportion system. Transportation Research Part A (2015) 386-403. Elsevier.

Gallego, Gomes, Jaraiz-Cavanillas, Lavrador, Jeong, 2015. a methodology to assess the connectivity caused by a transportation infrastructure: aplication to the high-speed rail in extremadura. case studies on transport policy 392-401. Elsevier

Gulyas dan Kovacs. 2016. Assessment of transport connections based on accessibility. trasportation research procecia 14 (2016) 1723-1732. Elsevier

Geurs, Zondag, Jong, Bok, 2010. Accessibility appraisal of land-use/tansport policy strategies: more than just adding up travel time savings. Transport Research Part D 15 (2010) 382-393. Elsevier

Geurs dan Wee, 2010. Accessibility evaluation of land use and transport strategies review dan research directions. Jurnal of Transport Geography 12 (2004) 127-140. Elsevier.

Integrated Service Planning. 2013. Integrated Public Transport Service Planning Guidelines. Sydney Metropolitan Area. Sydney.

Litman T. 2016. Accessibility for Transportation Planning: Measuring People's Ability to Reach Desired Goods and Acitivities. Victoria Transport Policy Institute.

May, Kelly dan Shepherd (2006) The principle of integration in urban transport strategies. Transport Policy 13 (4) PP 319-327 ISSN 0967-070X. University of Leeds

Office of airport planning & programming, Planning & Environmental Division. 2005. Airport Master Plans. Airport Planning and Environmental Division (APP-400). Federal Aviation Adminstration, Washington DC.

Purba A, 2009. Analisis Proyeksi Penumpang Bandara Perintis Serai Lampung Barat-Provinsi Lampung, Jurnal Rekayasa Vol 13 No.1 April 2009

Peraturan Presiden No 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Berkelanjutan. Pemerintah Republik Indonesia. Jakarta

Salas-Olmedo, Gravia, Gutierrez. 2015. Accessibility and Transport infrastructure improvement assessment: the role border and multilateral resistance. Transportation Research Part A 82 (2015) 110-129. Elsevier.

Straattemeier, 2008. How to plan for regional accessibility. Transport Policy 15 (2008) 127-137. Elsevier.

Welch dan Mishra. 2013. A measure of equality for public transit connectivity. Journal of transport Geography 33 (2013) 29-14. Elsevier.

Yusmar T, Kusumawati K, Zulaichah, Murtadho A. 2015 . “Pra Studi Kelayakan Pembangunan Bandar Udara Bandar Udara Baru di Wilayah Selatan Jawa Timur.” Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara.